Categories: City Government

Nelayan Madura Demo Lantaran Kecewa Janji CSR Petronas Carigali, CERI: Pimpinan SKK Migas Harus Berani Mundur Jika Tak Capai Target Lifting 2021

Share

URBANNEWS.ID - Masyarakat nelayan terdampak pengeboran minyak Pertronas Carigali di Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Madura, Minggu (3/1/2021) melakukan aksi demonstrasi di Pantai Kecamatan Banyuates. Demonstrasi berlangsung mulai pukul 16.30 WIB hingga pukul 17.30 WIB.

Demikian keterangan Sekjen LSM FKR'T, Arif Barata kepada urbannews.id, Selasa (5/1/2021) petang. Menurut Arif, demonstrasi itu disebabkan tidak kunjung adanya realisasi program corporate social responsibility dari Petronas Carigali terhadap masyarakat.

Mengenai kekecewaan masyarakat tersebut, Arif menceritakan awalnya pada 15 Oktober 2020 di Kecamatan Banyuates sekitar pukul 19.00 WIB hingga 22.00 WIB, ia sebagai Sekjen LSM FKR'T menerima konfirmasi bahwa para koordinator nelayan di tiap desa di Banyuates akan berkeluh kesah dan menyampaikan pengaduan terhadap apa yang mereka alami, termasuk terjadinya pengrusakan serta kehilangan rumpon ikan dan kehilangan aktifitas ekonomi karena areanya ditempati anjungan dan kapal Petronas. Rumpon ikan itu menjadi mata pencaharian kehidupan para nelayan di Pantai Utara Madura, tepatnya di Banyuates.

"Setelah melakukan pengaduan di kantor Kecamatan Banyuates dan ditemui oleh Bapak Camat Banyuates pada 8 Oktober 2020, tidak ada kejelasan dan kepastian perlindungan terhadap warga terdampak akibat aktifitas pengeboran oleh perusahaan Petronas Carigali pada Sumur Hidayah 1. Maka para nelayan mendatangi markas besar LSM FKR'T di Pendopo Agung untuk meminta pendampingan dan memberikan kuasa penuh dalam proses pembelaan terhadap nelayan akibat terdampak pengeboran Petronas Carigali North II ltd di Banyuates," tutur Arif.

Dikatakan Arif, saat pihaknya menerima kedatangan masyarakat itu, banyak hal yang disampaikan masyarakat, dan akhirnya mencapai kesepakatan untuk menolak segala tindakan yang dilakukan Petronas Carigali dalam rangka pengembangan pengeboran di wilayah Pantai Utara Banyuates.

"Mengingat dampak aspek sosial mata pencaharian dan geologisnya ke depan, sangat dikhawatirkan terjadi gempa, mengingat wilayah peneboran Petronas Carigali sangat dekat dengan daratan dan rumah penduduk pesisir pantai. Padahal pada tanggal 8 Oktober 2020 kami telah menyampaikan laporan kondisi masyarakat terdampak akibat pengeboran tersebut kepada pimpinan SKK Migas melalui Direktur Eksekutif CERI, Yusri Usman. Menurut keterangan Direktur Eksekutif CERI kepada kami, laporan awal telah direspon positif dan sangat cepat oleh Wakil Kepala SKK Migas Ir Fataryani Abdurahman dengan mengatakan bahwa ia sudah memberikan instruksi agar Petronas jangan main-main sama masyarakat. Mereka sudah response segera membereskan isu ini dan kemarin juga mereka hadir disana," beber Arif.

Berdasarkan beberapa hal tersebut di atas, kata Arif, maka kesimpulannya dari laporan pengaduan masyarakat nelayan kepada lembaga LSM FKRT akibat tidak puas atas respon pihak Petronas Caligari, maka pihak masyarakat setempat telah bersepakat menginginkan agar kegiatan ekplorasi yang dilakukan KKKS Petronas Caligari agar dihentikan sementara dan tidak dilanjutkan, karena telah mengancam kehidupan masyarakat setempat,

"Namun hingga kini, belum ada realisasinya. Hal ini lah yang memicu masyarakat nelayan itu akhirnya melakukan demonstrasi tersebut," beber Arif lagi.

Pimpinan SKK Migas Diminta Mengundurkan Diri

Sementara itu, terkait kekecewaan masyarakat nelayan Banyuates tersebut, Direktur Eksekutif CERI, Yusri Usman kepada urbannews.id, Selasa (5/1/2021), mengungkapkan Pimpinan SKK Migas harus berani mengundurkan diri jika lifting nasional 2021 tidak mencapai target.

Page: 1 2

Berita Terbaru

Lieus Sungkharisma Minta Polisi Tangkap Ambroncius Nababan, Ketua Relawan Jokowi yang Hina Natalius Pigai

URBANNEWS.ID - Koordinator Forum Rakyat, Lieus Sungkharisma, meminta aparat kepolisian bersikap adil dengan menangkap Ketua relawan Pro Jokowi Amin (Projamin),…

24 Januari 2021 | 10:18 WIB

TP3 Nyatakan Telah Terjadi Pembantaian Terencana atas Enam Laskar FPI

URBANNEWS.ID - Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) atas peristiwa pembunuhan enam laskar FPI, Kamis (21/1/2021) mengeluarkan pernyataan sikap resmi mereka.…

21 Januari 2021 | 22:09 WIB

Andre Nasution Nyatakan Kesiapan untuk Bangkitkan Kejayaan ORARI Riau

URBANNEWS.ID - Achmad Novian Nasution menyatakan siap menjadi Ketua Organisasi Radio Amatir (ORARI) Provinsi Riau periode 2021-2026. Pria yang lebih…

20 Januari 2021 | 19:51 WIB

Perusahaan Jasa Konstruksi Menang Lelang Pekerjaan Jasa Kebersihan di Kemendes, CBA: KPK Harus Usut Ini dan Panggil Menteri Desa

URBANNEWS.ID - Center for Budget Analysis (Lembaga CBA) menemukan dugaan penyelewengan anggaran pada Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi. Dugaan penyelewengan…

19 Januari 2021 | 21:01 WIB

Pertamina Digugat Mozambik Rp 40 Triliun, Pemerintah Bertanggungjawab!

PADA Februari 2019 Pertamina telah menandatangani perjanjian jual beli (sale and purchase agreement, SPA) dengan Anadarko Petroleum Corporation untuk pembelian…

16 Januari 2021 | 21:44 WIB

Gelar Tinc Batch 6, Telkomsel Dorong Kolaborasi dalam Pengembangan Potensi Digital Inovator Lokal

URBANNEWS.ID – Program Telkomsel Innovation Center (Tinc) kembali membuka kesempatan bagi seluruh talenta unggul di bidang teknologi digital dari seluruh…

15 Januari 2021 | 10:17 WIB