Lieus Sungkharisma Minta Menkumham Cabut Izin Praktek Notaris Hartono, Terpidana Kasus Penipuan Jual Beli Vila Bali Rich

URBANNEWS.ID – Kaburnya lima terpidana kasus penipuan jual beli Vila Bali Rich di Ubud Bali yang telah menimbulkan kerugian moral maupun material tidak sedikit terhadap Nyonya Hartati, janda tiga orang anak, membuat Koordinator Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KomTak), Lieus Sungkharisma sangat geram. 

“Mereka berani berbuat seharusnya berani bertanggungjawab. Apalagi persekongkolan jahat yang mereka lakukan terhadap Nyonya Hartati sungguh sangat tidak bermoral,” kata Lieus kepada urbannews.id, Minggu (10/1/2021).

Menurut Lieus, meski kelima terpidana itu sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) oleh pihak kejaksaan, dan salah seorangnya sudah ditangkap di Batam, namun tidak berarti kasus ini bisa dianggap selesai. 

“Apalagi keempat terpidana lainnya masih buron. Maka aparat penegak hukum, baik kepolisian maupun kejaksaan, harus menangkap keempat terpidana itu untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka,” kata Lieus.

Selain mendesak aparat penegak hukum untuk membekuk para terpidana, Lieus juga meminta Kementerian Hukum dan HAM RI untuk mencabut izin dan membekukan praktik notaris Hartono SH, salah seorang terpidana dalam kasus penipuan jual beli Vila Bali Rich di Ubud tersebut.

“Sebagaimana yang tercantum dalam UU N0. 30 Tahun 2004 Tentang Jabatan Notaris, maka Menteri Hukum dan HAM berwenang memberhentikan jabatan notaris bila melanggar sumpah dan janjinya,” kata Lieus.

Notaris, kata Lieus, adalah pejabat publik yang berwenang membuat akta autentik dan kewenangan lainnya yang diatur dalam undang-undang Jabatan Notaris. “Dalam kasus ini Hartono SH sebagai notaris telah menyalahgunakan kewenangannya dengan membuat akta palsu hingga merugikan nyonya Hartati,” jelas Lieus.

Pencabutan izin operasi dan pembekuan kantor notaris Hartono, SH ini, tambah Lieus, penting dilakukan oleh Kemenkumham agar menimbulkan efek jera sehingga tidak ada lagi orang yang menjadi korban akibat praktik notaris yang nakal.

“Kalau izinnya tidak dicabut atau praktek notarisnya tidak dibekukan, bisa-bisa kejadian seperti yang dialami Nyonya Hartati akan terulang lagi di masa datang,” tegas Lieus.

Permintaan Lieus agar Kemenkumham mencabut izin praktik Notaris Hartono SH ini diajukannya menyusul surat terbuka berisi ucapan terima kasih yang dilayangkan Nyonya Hartati kepada Jaksa Agung RI, Sanitiar Burhanuddin, karena aparat kejaksaan berhasil menangkap Tri Endang Astuti, salah seorang terpidana kasus penipuan jual beli villa Bali Rich yang sempat buron.

“Saat ini masih ada empat terpidana lagi yang buron dan masuk DPO. Maka, sembari berharap aparat kejaksaan dapat segera membekuk mereka, sekali lagi saya meminta pak Yasona Laoly selaku Menkumham RI segera membekukan izin praktik notaris Hartono SH itu,” ujar Lieus.(hen)

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.