14 April 2021 | 21:05 WIB

Urbannews.id

Independen dan Berimbang

Sinar Mas Agribusiness and Food Luncurkan Jingle Radio Berirama Melayu sebagai Bagian dalam Edukasi Pencegahan Karhutla

URBANNEWS.ID – Sinar Mas Agribusiness and Food meluncurkan jingle pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tahun ini. Langkah itu tak lain sebagai upaya terkini perusahaan untuk mengedukasi masyarakat tentang pencegahan karhutla.

Jingle radio terbaru itu menampilkan keindahan musik etnis Melayu Indonesia untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya mencegah Karhutla. Sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Indonesia, musik etnik diyakini memberikan nilai estetika dan pesan moral kepada masyarakat.

Sinar Mas Agribusiness and Food pun melibatkan seniman muda Indonesia dan perwakilan masyarakat Suku Melayu dalam proses pembuatan jingle ini.

“Mari kite jage keluarge kite dari asap dan kebakaran hutan.” Demikian kalimat yang disampaikan oleh perwakilan masyarakat Melayu yang terlibat dalam pembuatan jingle pencegahan Karhutla.

Masyarakat Melayu serta suku lainnya di Indonesia memandang bahwa membakar sembarangan akan menimbulkan kerugian tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga orang lain, lingkungan dan keluarga yang dicintai.

Sinar Mas Agribusiness and Food pun bekerja sama dengan stasiun radio pemerintah daerah dan swasta menyiarkan jingle pencegahan karhutla di Provinsi Riau sepanjang Maret.

Riau merupakan salah satu area dimana perusahaan beroperasi yang memiliki tingkat rawan kebakaran dan telah menjadi fokus dari serangkaian inisiatif pencegahan Karhutla perusahaan sejak 2016 dengan program Desa Makmur Peduli Api (DMPA).

“Kami berharap ajakan dalam bahasa daerah yang dibalut dengan musik etnik setempat dapat menyampaikan pesan dengan mudah bahwa kita semua harus bertindak untuk mengurangi kebakaran hutan dan lahan tahun ini,” kata Agus Purnomo, Managing Director of Sustainability, Sinar Mas Agribusiness and Food.

Jingle pencegahan karhutla dapat diunduh secara gratis di laman pencegahan kebakaran hutan dan lahan perusahaan: https://www.smart-tbk.com/jingle-pencegahan-karhutla/

Mengedukasi masyarakat untuk tidak membakar lahan sembarangan membutuhkan proses yang panjang. Membakar lahan telah menjadi budaya sebagian masyarakat Indonesia, terutama dalam menyiapkan lahan pertanian. Memerlukan waktu yang tidak sebentar untuk mengubah pola perilaku itu.

Upaya lain yang dilakukan perusahaan untuk mendukung masyarakat Riau mencegah Karhutla, yaitu melalui program mata pencaharian alternative (alternative livelihood programme) yang dilaksanakan sejak 2019. Masyarakat diberikan pendampingan bertani tanpa membakar lahan dengan menanam jahe merah.

Pada 2020 ketika COVID-19 menjadi pandemi dunia, permintaan jahe merah meningkat dan memberikan keuntungan ekonomis kepada warga masyarakat. Kelompok tani dapat memanen jahe merah dengan total 62 ton dan mendapatkan tambahan penghasilan sebanyak Rp 15 juta rupiah per keluarga.

Perusahaan juga memberikan pelatihan bagi para guru sekolah dasar melalui lokakarya pencegahan Karhutla secara daring pada 2020. Sebanyak 200 guru dari Sumatera berpartisipasi dalam kegiatan ini.(hen/rls)

Bagikan