Ongkos Naik Haji 2021 Melonjak, Pengamat Khawatir Banyak yang Batal Berangkat Jika Tidak Dibantu Pemerintah

Ilustrasi Ibadah Haji. foto/kompas.com

URBANNEWS.ID – Pascakenaikan ongkos naik haji tahun 2021, Pengamat Pariwisata Riau, Dede Firmansyah menyarankan pemerintah membantu masyarakat yang hendak melaksanakan ibadah haji. Bantuan itu menurutnya bisa dengan memberikan subsidi untuk biaya tambahan naik haji. 

“Tentu ini bagi masyarakat yang benar-benar tidak ada penghasilan lagi,” ungkap Dede kepada urbannews.id, Kamis (15/4/2021).

Menurut Dede, pada masa pandemi Covid-19 ini, semua mengetahui perekonomian dunia saat ini belum pulih sepenuhnya. Hal itu pun berimbas ke masyarakat Indonesia.

“Jika ongkos haji naik bukan tidak mungkin akan banyak masyarakat menengah ke bawah yang membatalkan keberangkatannya untuk berhaji ke tanah suci tahun 2021 ini,” ungkap Dede.

“Sebagian masyarakat tatkala hendak mengambil porsi naik haji, mereka sampai mencicil untuk mengumpulkan uangnya. Ada dari hasil menjual sawah, ada dari hasil menjual hewan ternaknya, ada juga yang menabung belasan tahun baru bisa mengambil porsi hajinya. Tidak terbayangkan, di masa Pandemi Cobid-19 saat ini, tak dapat apa-apa. Di tambah lagi naiknya Ongkos Naik Haji. Kasihan sekali, mereka yang ikut haji reguler ini sebagian besar menengah ke bawah,” lanjut Dede.

Subsidi dari pemerintah

Dede menjelaskan, pemerintah harusnya dapat membantu memberi subsidi biaya tambahan haji tersebut. 

“Jika dapat disubsidi, kenapa tidak. Pemerintah tentu bisa mengupayakan, mengalokasi dana bagi mereka yang benar-benar terbebani atas wacana kenaikan ongkos haji tersebut,” kata Dede.

Sebelumnya, BPKH dalam penyampaiannya mengatakan biaya penyelenggaraan ibadah haji tahun 2021 ini mengalami kenaikan yang cukup besar senilai Rp 9,1 juta. Tahun lalu, biaya naik haji Rp35 juta. Dengan kenaikan itu, ongkos naik haji menjadi Rp 44 juta.

BPIH menjelaskan, tambahan Rp 9,1 juta tersebut sebagian besar untuk membiayai Protokol Kesehatan (Protkes) sekitar Rp 6,6 juta dan ditambah dengan kenaikan nilai tukar dollar yang mengakibatkan biaya hotel dan katering naik.

Menurut Dede, angka tersebut sangat berat bagi mereka yang tidak berpenghasilan besar saat ini. Dede mengharapkan pemerintah mengalokasikan dana untuk mengatasi pembengkakan ongkos naik haji. Ia juga mengharapkan keberpihakan DPR RI untuk memudahkan masyarakat dalam melaksanakan ibadah haji.(hen)

Baca juga:

CERI: Polri Harus Ungkap Penyebab Kebakaran Kilang Balongan

Bagikan