PEKANBARU, URBANNEWS.ID – Ajang Riau Challenge Competition Seri I telah berlangsung dengan lancar dan aman selama dua hari mulai 11 September 2021 lalu. Sebanyak 32 Offroader Riau tercatat ambil bagian pada kegiatan tersebut.
Demikian diungkapkan Sekretaris Panitia Pelaksana Riau Challenge Competition Seri I Muhammad Akbar kepada urbannews.id, Senin (20/9/2021).
“Kami pun sudah menuntaskan evaluasi pelaksanaan secara keseluruhan dan juga telah merapikan seluruh administrasi penyelenggaran sesuai dengan standar yang sudah ada. Kesimpulanya, secara garis besar penyelenggaraan aman dan lancar,” ungkap Muhammad Akbar.
Lebih lanjut Muhammad Akbar mengungkapkan, Riau Challenge Competition Seri I dilaksanakan oleh Klub SKIN dan Auto Track. Kedua klub juga mendapat pendampingan dan pengawasan oleh Pengda Indonesian Offroaf Federation (IOF) Riau.
Riau Challenge Competition dijadwalkan akan berlangsung selama lima seri. Empat seri selanjutnya segera berlangsung setelah sukses bergulirnya Seri I tersebut.
Animo tinggi di Kelas Standar
Mengenai animo pebalap offroad, Muhammad Akbar tak dapat menyembunyikan kegiranganya melihat antusiasme pebalap yang ambil bagian di Kelas Standar. Tercatat, sebanyak 22 Offroader Riau ambil bagian dalam Riau Challenge Seri I ini. Offroader dari Klub SKIN Duri, Bonny Sanjaya tampil sebagai jawara di Kelas Standar ini.
“Jumlah pebalap yang turun di Kelas Standar jauh melebihi jumlah peserta yang turun di Kelas Free For All (FFA) yang hanya diikuti 10 pebalap saja. Ini merupakan hal yang sangat menggembirakan bagi dunia Offroad Riau. Animo pebalap ini tentunya merupakan aset berharga bagi IOF Riau ke depannya,” ulas Muhammad Akbar.
Keterlibatan peserta di Kelas Standar itu menurut Muhammad Akbar juga jauh melebihi ekspektasi awal Panitia Pelaksana Riau Challenge Seri I. “Tapi kita masih bisa menyelenggarakan dengan baik dan hal ini juga sangat sesuai dengan tujuan awal kegiatan ini untuk memancing dan menimbulkan minat serta semangat para Offroader Riau kembali,” ungkap Muhammad Akbar.
Didominasi ‘Muka Lama’
Pada Kelas Free For All (FFA), ajang Riau Challenge Competition Seri I masih didominasi oleh pebalap-pebalap ‘Muka Lama’ di Riau. Sebut saja nama Divo Milano. Offroader nasional ini masih merajai secara keseluruhan SSC yang diperlombakan selama dua hari.
Meski sempat mengalami insiden patah gardan depan pada box finish SSC terakhir, yang berakibat sanksi pinalti dua kali pengurangan 10 poin, Divo masih berada di puncak perolehan nilai keseluruhan SSC pada Riau Challenge Competition Seri I.
Divo pun tampil tampil sebagai Juara Pertama Seri I. Meski demikian, balapan di kelas yang paling bergensi ini, sejumlah Offroader asal Duri, terutama dari Klub SKIN, menempel ketat perolehan poin para senior-senior competition di kelas ini.
Dukungan penuh Pengda IOF
Sementara itu, masih menurut Muhammad Akbar, Panitia Pelaksana Riau Challenge Seri I juga mendapat dukungan penuh dari Pengda IOF Provinsi Riau dan tetap mengacu pada seluruh aturan dan ketentuan yang berlaku terkait pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Sebelum Seri I bergulir saja, pada Agustus lalu, Pengda IOF Riau sudah memberikan pembekalan dan pelatihan terhadap komponen-komponen penyelenggara kegiatan. Mulai dari pelatihan untuk Time Keeper, Marshal hingga pelatihan untuk Tim Kamar Hitung, yang juga dinayatakan telah layak dan mendapat rekomendasi non competitional non lisensi. Dengan pembekalan ini ke depan kami berharap mereka sudah memiliki pengetahuan sesuai standar regulasi IOF,” jelas Muhammad Akbar.
Tak kalah penting, ungkap Muhammad Akbar, Panitia Pelaksana Riau Challenge Seri I juga tetap mematuhi Protokol Kesehatan Covid 19 selama pelaksanaan Riau Challenge Competition tersebut. Meski melaksanakan Riau Challenge Competition Seri I di ruang terbuka, Panitia Pelaksana tetap menyediakan sarana dan prasarana standar Prokes.
Mengenai pelaksanaan Riau Challenge Seri II, Muhammad Akbar mengatakan ia mendapat informasi bahwa sudah ada dua klub atau Pengcab IOF di Riau yang berminat dan menyatakan kesiapan sebagai pelaksana kegiatan tersebut. Keduanya yakni Bengkalis dan Kampar.
“Ini informasi sementara yang saya peroleh ya. Keduanya kabarnya rebutan nih mau jadi pelaksananya. Tapi keputusannya tentu masih dibahas bersama. Selain itu, kami berharap seri selanjutnya tetap dikawal oleh Pengda IOF Riau. Namun yang saya ketahui, ditargetkan pelaksanaan Seri II tak lebih dari dua bulan setelah pelaksanaan Seri I kemaren,” ungkap Muhammad Akbar.
Hasil akhir dari lima seri Riau Challenge tersebut pun menurut Muhammad Akbar akan menampilkan juara umum dan rangking peroleh nilai masing-masing pebalap dari rangkaian seluruh seri.
“Nah, sesuai dengan garis besar program IOF yang sudah kita ketahui bersama, dalam hal pembinaan pebalap, hasil akhir kelima seri ini tentunya bisa menjadi acuan bagi Pengda IOF untuk mengajukan nama pebalap yang akan mewakili Riau di tingkat Kejuaraan Nasional atau Kejurnas nantinya,” ungkap Muhammad Akbar.(hen)
