PEKANBARU, URBANNEWS.ID – Anggota Komisi II DPRD Pekanbaru David Marihot Silaban, Rabu (29/9/2021) mengungkap perangai janggal BUMD milik Pemko Pekanbaru. Kali ini, PT Sarana Pembangunan Pekanbaru (SPP) yang tak mengindahkan dua kali panggilan Komisi II DPRD untuk hadir di gedung dewan.
“Kami sudah dua kali memanggil Direktur PT SPP, namun tak kunjung datang. Tentu ini menjadi tanda tanya. Ada apa sebenarnya?,” ungkap David yang merupakan politisi PDI Perjuangan ini.
Dijelaskan David, pemanggilan ini merupakan salah satu tugas Komisi II. Panggilan itu pun menurutnya dilakukan secara tertulis melalui surat yang ditandatangani Ketua Komisi II DPRD Pekanbaru.
Menurut David, Komisi II memanggil Dirut PT SPP untuk mengetahui sejauh mana kinerja Direktur PT SPP selaku perusahaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
“Kami hanya ingin memantau, apa saja yang sudah dikerjakan oleh PT SPP selama ini, agar tidak ada asumsi maupun praduga apa mereka bekerja atau tidak. Itu saja,” ungkapnya.
Kemudian, selain progam kerja, lanjut David, Komisi II juga akan mengevaluasi manajemen pengaturan keuangan PT SPP secara menyeluruh.
“Dari sini, nanti akan bisa diketahui, jalan apa tidak progam-progam yang menjadi landasan untuk membantu peningkatan Pendapatan Anggaran Daerah Pemko Pekanbaru,” kata David.
Menurut David, Komisi II kembali berencana melayangkan panggilan terhadap Direktur PT SPP. “Kami tidak akan pernah berhenti dan terus akan memanggil Direktur PT SPP sampai kapanpun,” tutupnya.(hen)
