Budiman Sudjatmiko Sukses Bidani Kelahiran Koperasi Mineral dan Pengolahan Nusantara

oleh
9CBD645A 130F 43BF 9E4D 378AB7E43851

JAKARTA, URBANNEWS.ID – Perkembangan koperasi di Indonesia sangatlah pesat. Koperasi merupakan lembaga ekonomi yang cocok diterapkan di republik ini, karena sifat masyarakatnya yang kekeluargaan dan kegotongroyongan. 

Sifat inilah yang sesuai dengan azas koperasi saat ini sebagai jiwa dan semangat dari Pasal 33 UUD 1945. Namun seiring perkembangan zaman, koperasi yang sebelumnya dikatakan kuno harus diubah stigma usang tersebut. 

Demikian diungkapkan Ketua Umum Koperasi Mineral dan Pengolahan Nusantara (Komandan) Adityawan dalam keterangan tertulis diterima urbannews.id, Jumat (7/1/2022).

“Inovasi teknologi akan mengubah stigma usang tersebut. Koperasi adalah model perusahaan, maka cara pikir mengolah bisnisnya harus berpedoman kepada kepentingan bersama termasuk dalam pengembangannya,” ungkap Adityawan.

Sementara itu, menurut Budiman Sudjatmiko, koperasi perlu diberikan kesempatan berperan seluas-luasnya dalam ruang-ruang yang diisi oleh korporasi dan BUMN, khususnya yang bergerak di sektor riil.

Dalam perkembangannya kata Budiman, bidang-bidang yang digeluti sebuah koperasi kian beragam dan tidak hanya sektor bidang simpan pinjam saja. Kekayaan sumber daya alam bisa dijadikan sebagai ruang bisnis bagi koperasi modern. 

Dalam kaitan itu, berbagai kalangan penggerak ekonomi kerakyatan kini telah mendirikan sebuah koperasi yang fokus dalam pengembangan mineral dan pengolahan energi. Koperasi tersebut diberi nama Koperasi Mineral dan Pengolahan Nusantara atau disingkat (Komandan).

Digawangi Budiman Sudjatmiko, koperasi ini memiliki misi membantu penambang rakyat dalam melakukan pendampingan yang sesuai dengan regulasi yang ada, melakukan pengolahan mineral dan turunannya yang tidak merugikan alam serta hajat hidup orang banyak.

“Koperasi ini juga nantinya akan melakukan pengumpulan data base mineral yang dilakukan tambang rakyat serta memberikan pelatihan agar dalam pengolahannya sesuai dengan kaidah-kaidah regulasi yang berlaku. Kami bukan mau menguasainya namun ini dilakukan sesuai tujuan koperasi ini dibentuk untuk kesejahteraan rakyat dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan perekonomian yang demokrasi dan berkeadilan,” jelas Budiman yang juga penggagas pembangunan Bukit Algoritma pada launching Komandan, Jumat (7/1/2022).

Dilanjutkan Budiman, Komandan melakukan beberapa tahap pekerjaan dalam mengolah unit bisnis strategisnya, yaitu eksplorasi, eksploitasi, dan pengolahan. 

Eksplorasi berkaiatan dengan pengumpulan sumber daya potensial melaui platform big data operasi bersama manajemen eksplorasi. Operasi lebih ke pendampingan dengan membentuk jasa pendampingan pertambangan UMKM berikut kegiatan perdagangannya. 

Tentunya yang terpenting adalah paska eksploitasi, koperasi ini melakukan pendampingan sebagai bentuk jasa pemulihan lahan.

Selanjutnya pengolahan, koperasi ini juga akan memfasilitasi pengolahan mineral skala kecil dan menengah, membangun fasilitas pengelolaan sampah berbasis nanoteknologi, serta membangun sebanyak 34 fasilitas pusat permesinan.

Untuk lebih mengefektifkan kerja koperasi, Komandan memiliki koordinator di setiap wilayah. Yang sudah terbentuk baru tujuh koordinator wilayah yang berada di setiap provinsi antara lain DI Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, Riau, Sumbar, Sumsel, Lampung, dan Jakarta. Ke depan akan dibentuk koordinator wilayah lainnya sehingga terisi di seluruh 34 provinsi di Indonesia.

Adityawan menjelaskan, Komandan akan membangun platform digital sehingga jutaan penambang rakyat mempunyai kompetensi dalam pengelolaan mineral hingga turunannya untuk kesejahteraan Indonesia.(rls)