Tersengat Kabar Penabalan Gelar Adat Salim Segaf Al Jufri, Tengku Amin: Siapo Pulak yang Bijak Telajak Membuat Cerite Sejarah Ni…?

oleh
Tengku Amin
Tengku Amin

PEKANBARU – Rencana penabalan gelar adat kepada Ketua Majelis Syura (KMS) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Dr. H. Salim Segaf Al Jufri, Lc., M.A oleh Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau Kabupaten Siak, Ahad (6/11/2022) mendatang dikarenakan kakek moyangnya pernah menjadi panglima di Kerajaan Siak, sontak membuat Tengku Syed Muhammad Amin yang merupakan Zuriyat Sah Kesultanan Siak Seri Inderapura terkejut.

“Saya merasakan ada yang mengganjal dalam hati dan pikiran saya, mengapa baru saat ini pulak mengaku-ngaku turunan Pangeran Kesuma Dilaga atau Tengku Sayid Zein Al Jufri. Siapo pulak yang bijak telajak membuat cerite sejarah ni,” ungkap Tengku Amin.

“Ade tidak kajian kesejarahan yang sudah valid ditelaah dan ade tidak terdapat di dalam Terombo Sultan Siak tu kalau beliau Dr Salim Segaf Al Jufri Zuriyat Sultan Siak dan ngapo pulak baru sekarang mengaku-ngaku, dulu-dulunyo kemano sajo,” gumam pria bernama lengkap H Tengku Syed Muhammad Amin bin Tengku Syed Ibrahim bin H Tengku Syed Abu Bakar bin Tengku Bagoes Syed Toha bin Sultan Syarif Kassim bin Abdul Jalil Syaifuddin yang merupakan Zuriat Sah Sultan Siak itu.

Lebih lanjut ia menyayangkan apabila ini dilakukan tentu sangat melukai dan membuat marah Zuriat Sultan Siak yang lainnya, karena Kesejarahan Sultan Siak ini semacam dijadikan Konsumsi Politik oleh orang luar yang tak punya hak ikut campur dalam urusan Keluarga Besar Zuriyat Kesultanan Siak ini.

“Kalau ini dibiarkan tentu besok-besok dengan gampangnya orang yang tak jelas mengaku-ngaku pulak keturunan Sultan Siak. Bahkan mungkin dengan lancang nak jadi Sultan Siak pulak. Astaghfirullah, tak takut kualat,” tutur Tengku Amin menahan amarahnya.

“Satu lagi yang membuat tidak kena-mengena, mengapa pulak LAM yang memberi gelar adat, ini masalah internal Kesultanan Siak, yang bisa memberikan Gelar Adat itu ya Kesultanan Siak, LAM itu adalah lembaga yang dibentuk setelah kemerdekaan dan berbadan hukum tak ubahnya semacam Organisasi Masyarakat,” sambung Tengku Amin.

Tengku Amin mengatakan, belakangan ia melihat semakin banyak persoalan adat di negeri ini sudah centang prenang, tak tau lagi membedakan mana yang seharusnya dan yang tak seharusnya, lalu mana yang sebenarnya dan mana yang tidak sebenar, mana yang patut dan mana yang tak patut.

“Asal ada fulus, yang tak benar bisa jadi benar. Sudah seharusnyalah sesepuh Adat di negeri kita ini duduk berhimpun pepat menegakkan kembali Marwah Adat agar Tegak pada Tumpunya, Duduk pada Tempatnya,” ungkap Tengku Amin. 

Tengku Amin juga menyayangkan Lembaga Resam Kesultanan Siak ataupun Lembaga Kesultanan Siak yang diam dan tak bersikap.

“Kalau lembaga ini mengaku sebagai pengawal dan pelestari adat Kesultanan Siak, harusnya dan patutnya memberikan sikap tegas dan  meluruskan sejarah yang sebenarnya. Jangan sampai persoalan adat Kesultanan Siak dimanfaatkan secara mudah dan murah untuk kepentingan politik segelintir dan sekelompok orang,” ungkapnya.

Menurut Tengku Amin, Kesultanan Siak Seri Inderapura merupakan kerajaan Melayu yang besar dan luas wilayahnya, kejayaan dan kontribusi Kesultanan Siak untuk negeri dan negara tidaklah sedikit. Untuk itu, kepada semua pihak patutnya menghormati adat resam Kesultanan Siak, janganlah membuat dan memperlakukan sesuatu dengan semena-mena, tanpa alur dan patut. 

“Jadi kalau pun Habib Salim Segaf mau ditabalkan gelar adat dikarenakan ketokohan, silahkan. Tapi bukan karna dikaitkan dengan pengakuan kakek moyang beliau panglima kerajaan Siak, itu perlu pengkajian sejarah yang mendalam,” tutup Tengku Amin.(*)