Terus Tingkatkan Kinerja, Kejagung Teken MoU dengan IDLO

oleh
E0CF35B2 D8B5 4573 A1A2 34C28A4F2158

JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung) dan International Development Law Organization (IDLO) melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Menara Kartika, Kejagung Jakarta, Selasa (31/1/2023).

Wakil Jaksa Agung, Sunarta menyampaikan, Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2021 telah mengamanahkan Kejaksaan RI melaksanakan tugas dan wewenangnya dalam membina hubungan kerjasama dan komunikasi, salah satunya dengan lembaga atau organisasi internasional. 

Pelaksanaan kegiatan penandatanganan MoU antara Kejaksaan RI dengan IDLO dikatakannya menjadi bentuk nyata dari hal dimaksud.

“Untuk itu, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak atas terselenggaranya kegiatan pada hari ini. Kami yakin melalui pengalaman IDLO sebagai organisasi internasional antar pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran hukum, dapat meningkatkan kinerja Kejaksaan RI selaku lembaga yang memiliki peran penting dalam sistem peradilan pidana, sehingga dapat mewujudkan penegakan hukum yang efektif, akuntabel, inklusif, dan menjamin kesetaraan akses keadilan di Indonesia yang patut juga didukung dengan sistem anggaran dan manajemen penanganan perkara yang baik,” ujar Sunarta.

Kejagung, katanya, berkomitmen untuk memberikan kontribusi dan berkolaborasi terhadap pelaksanaan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia khususnya poin 16 tentang pilar pembangunan hukum dan tata kelola.

Melalui kerjasama ini, Sunarta berharap dapat semakin memberikan penguatan komitmen Kejaksaan dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Indonesia.

“Semoga hubungan kemitraan antara Kejaksaan RI dengan IDLO dapat diimplementasikan dengan baik dan maksimal sehingga dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak dalam terciptanya penegakan hukum yang efektif, akuntabel, inklusif dan menjamin kesetaraan akses keadilan di Indonesia,” kata Wakil Jaksa Agung.

Hadir dalam acara ini diantaranya Jaksa Agung Muda Pembinaan, Kepala Pusat Data Statistik Kriminal dan Teknologi Informasi, Direktur Jenderal IDLO, dan Country Manager IDLO Indonesia.(*)