Kuliah Kerja Nyata Universitas Andalas Ungkap Kekayaan Sejarah Nagari Saruaso

oleh
IMG 4421
Penyambutan Mahasiswa KKN Unand 2023 oleh Wali Nagari Saruaso Bersama wali jorong dan Masyarakat

SARUASO merupakan sebuah nagari yang terletak berdekatan dengan Batusangkar, Kota Tanah Datar, Sumatera Barat. Dianggap sebagai lokasi yang mungkin menjadi ibu kota bagi kerajaan Malayapura yang didirikan oleh Adityawarman. Nagari ini juga memiliki sejarah yang kaya. 

Di daerah ini, terdapat saluran irigasi atau selokan yang dibangun pada masa pemerintahan Adityawarman. Saluran irigasi tersebut melintasi Bukit Bapahek yang telah diukir dengan cermat, berjarak sekitar 2 meter dari tepian Batang Selo.

Keunikan nagari ini semakin tampak dengan ditemukannya prasasti-prasasti di sekitar saluran irigasi. Prasasti Suruaso adalah salah satu di antaranya, yang ditulis dengan aksara Melayu. Prasasti lainnya menggunakan aksara Nagari (Tamil), menambahkan nilai sejarah yang kaya dalam konteks budaya dan linguistik.

Tidak hanya dari segi sejarah, Nagari Saruaso juga memancarkan potensi wisata yang luar biasa. Dari total 75 Nagari di Kabupaten Tanah Datar, Saruaso menonjol dengan peninggalan sejarahnya serta keindahan alamnya yang memikat. Pemandangan yang memukau dan warisan budaya yang berharga membuat Saruaso menjadi salah satu destinasi wisata yang patut diperhitungkan.

Nagari Saruaso terletak di Kecamatan Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar, hanya beberapa kilometer atau sekitar 7 km dari pusat Batusangkar, serta berjarak sekitar 20 meter dari megahnya Istana Pagaruyung. Luas wilayah nagari ini mencapai 5.796 hektare, dengan jumlah penduduk sekitar 8.080 jiwa. Mayoritas bermata pencaharian sebagai petani yang menggarap lahan subur. 

Nagari Saruaso terbagi menjadi 6 jorong atau Rukun Warga (RW), yaitu Saruaso Barat, Saruaso Timur, Saruaso Utara, Sungai Ameh, Kubang Landai, dan Talago Gunuang. Setiap jorong memiliki potensi wisata yang unik dan menarik.

Potensi wisata di Nagari Saruaso begitu melimpah, meliputi artefak, prasasti kuno, peninggalan nisan bersejarah, serta panorama alam yang memukau. Di jorong Saruaso Barat, yang juga menjadi pusat pemerintahan Nagari Saruaso, terdapat beberapa destinasi wisata menarik, seperti makam salah satu tokoh Basa Empat Balai Tuangku Indomo, Prasasti Batu Basurat yang usianya mencapai ratusan tahun, serta berbagai peninggalan bersejarah lainnya.

Sementara di Jorong Kubang Landai, yang terletak di kaki Gunung Bungsu dan berjarak sekitar 3 km dari pusat Nagari Saruaso, ada panorama spektakuler Batusangkar dan megahnya Gunung Merapi, simbol kebanggaan masyarakat Minangkabau.

Pentingnya Nagari Saruaso juga diakui oleh Universitas Andalas, yang memilihnya sebagai salah satu lokasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) bagi mahasiswa dari berbagai fakultas. 

Kegiatan KKN ini, melibatkan 15 fakultas, turut berlangsung di Nagari Saruaso. Pada tanggal 12 Juli 2023, para mahasiswa KKN Universitas Andalas disambut hangat oleh Bapak Wali Nagari Agusrimayanto, SH, yang turut hadir untuk menyambut mereka dengan tangan terbuka.

Dengan keindahan alamnya, warisan budayanya, dan komitmen dalam pendidikan, Nagari Saruaso menjadi destinasi yang menarik dan penuh potensi, serta memainkan peran penting dalam pembelajaran dan pertumbuhan generasi muda. 

Ketika menyambut kedatangan mahasiswa KKN di Nagari Saruaso, Wali Nagari mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam atas kepercayaan yang diberikan oleh Universitas Andalas sebagai salah satu tempat pelaksanaan KKN Mahasiswa Unand pada tahun 2023 ini.

Dalam kesempatan ini, Wali Nagari berharap dengan tulus bahwa para mahasiswa KKN dapat menerapkan pengetahuan yang telah mereka peroleh di lingkungan kampus, dan mengaplikasikannya secara konkret dalam pemberdayaan masyarakat Nagari Saruaso. 

Lebih lanjut, Wali Nagari juga mengungkapkan harapannya bahwa mahasiswa KKN dari Universitas Andalas dapat turut berperan dalam mempromosikan dan mempopulerkan destinasi wisata yang melimpah di Nagari Saruaso. 

Dengan potensi wisata yang begitu banyak dan unik, ia berharap para mahasiswa dapat menjadi agen yang memviralkan keindahan dan daya tarik Nagari Saruaso, sehingga dapat menarik minat lebih banyak orang untuk datang dan mengenal lebih dekat pesona nagari ini.

Dengan kolaborasi yang kuat antara mahasiswa KKN, universitas, dan masyarakat lokal, harapannya adalah untuk menciptakan dampak positif yang nyata, baik dalam pemajuan pengetahuan maupun dalam pengembangan potensi wisata, sambil turut memperkuat keterikatan dan kerjasama yang erat di antara mereka. 

Menurut pandangan Wali Nagari, potensi wisata yang terhampar di Nagari Saruaso memiliki dimensi yang sangat luas, berpotensi untuk meningkatkan kesejahteraan tidak hanya penduduk Nagari Saruaso, namun juga wilayah sekitarnya serta berkontribusi pada peningkatan pendapatan Kabupaten Tanah Datar secara keseluruhan.

Pengalaman mahasiswa KKN Universitas Andalas (Unand) di Nagari Saruaso sungguh sangat menggembirakan. 

Mereka merasakan kepuasan yang luar biasa saat menjalani program KKN di sana, dikarenakan seluruh aparat Nagari dan masyarakat turut bergandengan tangan untuk bersama-sama membangun Nagari. Kerja sama yang harmonis ini memungkinkan setiap kegiatan yang dijalankan oleh para mahasiswa KKN berjalan dengan lancar dan tanpa hambatan.

Selama berada di Nagari Saruaso, mahasiswa KKN Unand tidak hanya fokus pada tugas-tugas KKN mereka bersama masyarakat, namun mereka juga mengambil kesempatan untuk menjelajahi destinasi wisata lokal. 

Mereka mampu menemukan keseimbangan antara bekerja dan menikmati waktu luang mereka dengan wisata. Ini menunjukkan semangat dan dedikasi mereka dalam memberikan kontribusi positif kepada komunitas Nagari Saruaso sambil tetap menghargai dan menikmati pesona alam dan budaya yang ditawarkan oleh nagari tersebut.

Sebuah harta alam yang menawan Nagari Saruaso yang masih belum banyak diketahui masyarakat adalah Padang Savana yang terletak di Jorong Talago Gunuang, Nagari Saruaso, Kecamatan Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar. 

Letaknya dapat dicapai dengan waktu perjalanan sekitar 45 menit dari pusat kota Batusangkar. Meskipun jalan menuju Talago Gunuang sudah diaspal dari Batusangkar, namun rute yang menuju ke Padang Savana masih mengandalkan jalan setapak. 

Harapannya, di masa yang akan datang, pemerintah daerah dapat memperbaiki akses jalan ke Padang Savana yang memukau ini. Kita berharap dan berdoa semoga hal ini terwujud. Aamin.(*)

Meri Neherta

DPL KKN Unand Nagari Saruaso