Solo, Kota Inklusif dengan Fasilitas Ramah Disabilitas yang Makin Lengkap

oleh
IMG 8703

SOLO – Solo terus berkembang menjadi kota inklusif. Fasilitas ramah disabilitas menjadi bukti nyata kesetaraan untuk seluruh masyarakat. Pemerintah Kota Solo perlahan mulai melengkapi fasilitas yang dibutuhkan oleh penyandang disabilitas.

Hal ini dapat dilihat pada Terminal Tirtonadi yang telah dilengkapi dengan guiding blockmelintasi seluruh lantai bangunan yang ditujukan untuk masyarakat penderita tunanetra. Tidak hanya di Terminal Tirtonadi, pemasangan guiding block juga dilakukan di sepanjang jalanan kota Solo.  

Untuk memudahkan mobilisasi penyandang disabilitas, pemerintah juga melengkapi fasilitas transportasi yang ramah disabilitas. Pemerintah menyediakan moda transportasi yakni bus khusus difabel yang didesain dengan bodi low deck monocoque

Selain itu, juga disediakan jalur miring di halte Batik Solo Trans (BST) yang dapat memudahkan para pengguna kursi roda. Di area pemerintahan, juga tersedia area parkir khusus bagi penyandang disabilitas yang terdapat di Balaikota Surakarta untuk memudahkan pelayanan bagi masyarakat. 

Tidak hanya itu, komitmen pemerintah juga diwujudkan pada ruang publik lainnya, tak terkecuali pasar tradisional yang juga sudah menjadi bagian dari budaya Solo. Pasar Tanggul, Pasar Legi, dan Pasar Klewer menjadi percontohan pasar yang telah menerapkan standar ramah disabilitas khususnya tunadaksa. 

Upaya lain yang juga dilakukan oleh Pemerintah Kota Solo adalah pembangunan rumah susun khusus bagi penyandang disabilitas. Bangunan ini disebut Rusun Kemensos Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik (BBRSPDF) Prof. Dr. Soeharso. Berlokasi di Jalan Adi Sucipto No. 41, Kerten, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta, rusun ini mampu menampung 124 orang dan telah dilengkapi mebel serta prasarana, sarana, dan utilitas (PSU).

Kemajuan Kota Solo dalam memberikan kesetaraan bagi seluruh warganya patut menjadi contoh bagi kota-kota lain di Indonesia. Fasilitas ramah disabilitas yang disiapkan sebagai upaya menciptakan lingkungan yang inklusif dan menciptakan kesetaraan bagi seluruh masyarakat Kota Solo.(*)