Jalan di Banda Aceh Berlubang, Akram: Kalau Tidak Hati-hati, Bisa Langsung Oleng

oleh
1994A622 8E0D 447B A749 2B7DCBC089E6
Kondisi jalan di kawasan Lamnyong menuju arah Darussalam, Kota Banda Aceh Rusak dan berlubang. foto/Naufal Habibi/dialeksis.com

BANDA ACEH – Kondisi jalan di kawasan Lamnyong menuju arah Darussalam, Kota Banda Aceh, dalam kondisi rusak dan berlubang cukup dalam.

Pantauan media dialeksis.com di lapangan Rabu, 25 Februari 2026, lubang-lubang menganga terlihat tersebar di beberapa

bagian badan jalan. Tak sedikit kendaraan yang harus melambat drastis atau berbelok mendadak untuk menghindari lubang.Akram, salah seorang pengguna jalan yang hampir setiap hari melintasi jalur tersebut, mengaku kondisi ini sudah

berlangsung cukup lama dan semakin parah dalam beberapa pekan terakhir.

“Kami sering masuk ke lubang jalan yang dalam. Kalau tidak hati-hati, bisa langsung oleng. Ada beberapa insiden hampir jatuh juga,” ujar Akram kepada Dialeksis.com, Rabu (25/2/2026).

Menurutnya, kerusakan jalan tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga mengancam keselamatan. Terlebih pada malam hari, ketika pencahayaan minim dan lubang tidak terlihat jelas.

“Kalau malam lebih berbahaya lagi. Kadang sudah dekat baru kelihatan. Kami berharap pemerintah segera turun tangan sebelum ada korban serius,” tambahnya.

Keluhan serupa disampaikan Kusni, mahasiswi salah satu universitas di Banda Aceh yang setiap hari melintasi jalan tersebut untuk berkuliah di kawasan Darussalam.

Ia mengatakan, mahasiswa menjadi salah satu kelompok yang paling terdampak karena selalu bolak balik di jalur itu.

“Kami ini hampir tiap hari lewat sini. Jalan berlubang seperti ini sangat membahayakan, apalagi bagi pengendara motor. Pernah saya hampir jatuh karena roda depan masuk ke lubang,” kata Kusni.

Ia menilai, perbaikan jalan seharusnya menjadi prioritas mengingat kawasan Lamnyong-Darussalam merupakan jalur vital yang menghubungkan permukiman warga dengan pusat pendidikan dan aktivitas publik.

Warga berharap Pemerintah Kota Banda Aceh melalui dinas teknis terkait segera melakukan peninjauan dan perbaikan, minimal dengan penambalan sementara pada titik-titik yang mengalami kerusakan parah.

“Kami minta pemerintah dan dinas terkait segera memperbaiki. Jangan tunggu sampai ada korban dulu baru diperhatikan,” tegasnya.

Sebelumnya, pada Juni 2024 lalu, Kepala UPTD Jalan dan Jembatan Wilayah I Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Aceh, Chiatuddin yang didampingi PPTK-I UPTD Jalan dan Jembatan Wilayah I Ridhwan, mengaku pihaknya akan terus berkomitmen untuk melakukan pemeliharaan secara berkala guna menjaga infrastruktur jalan tetap dalam kondisi baik.(*)