Gandeng Harvard Medical School, CISDI dan Mitra Lintas Sektor Luncurkan PHIL

oleh
IMG 4966

JAKARTA – Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) berkolaborasi dengan Universitas Harkat Negeri (UHN) dan PT Tamaris Hidro meluncurkan pusat riset dan inovasi yang berfokus pada penguatan layanan kesehatan primer bernama Primary Healthcare Impact Lab (PHIL). Peluncuran PHIL dilangsungkan di Gedung Swasana BRIN, Jakarta Selatan, pada Kamis, 7 Mei 2026.

Pendiri dan CEO CISDI, Diah S. Saminarsih, mengatakan Indonesia kini sedang memasuki fase krusial untuk memperkuat sistem layanan kesehatan primer (primary healthcare). Meskipun cakupan kesehatan semesta (universal health coverage) melalui program Jaminan Kesehatan Nasional telah mencapai 98 persen penduduk pada akhir 2025, masih terdapat kesenjangan struktural dalam hal kualitas layanan, tata kelola, keberlanjutan pembiayaan, dan responsivitas terhadap kebutuhan masyarakat.

“Tahap selanjutnya dari reformasi layanan kesehatan primer memerlukan integrasi yang lebih kuat antara akademisi, masyarakat sipil, pemerintah, dan sektor swasta untuk menghasilkan solusi yang berakar pada kondisi lokal namun didukung wawasan global,” kata Diah.

Diah menuturkan, PHIL hadir untuk memperkuat peran layanan kesehatan primer di tengah menurunnya kepercayaan terhadap sistem multilateral serta terbatasnya pendanaan pembangunan kesehatan. Sebab, kondisi saat ini menunjukkan bahwa upaya penguatan layanan kesehatan primer masih menghadapi berbagai tantangan di lapangan. Berlokasi di Kota Tegal, Jawa Tengah, PHIL berupaya menunjukkan bagaimana kolaborasi berbasis lokasi dapat memberikan masukan bagi diskusi kebijakan tingkat nasional.

“PHIL dirancang sebagai platform kebijakan dan inovasi non-klinis yang terintegrasi dalam UHN, berfungsi sebagai ruang untuk penelitian, pengembangan kepemimpinan, keterlibatan mahasiswa, dan dialog lintas sektor. Lab ini bertujuan untuk menjembatani antara pengumpulan bukti dan implementasi praktis, menghubungkan penyelidikan akademis dengan realitas masyarakat dan partisipasi bisnis,” kata Diah.

CISDI bersama UHN dan PT Tamaris Hidro menggandeng Harvard Medical School (HMS) dari Boston, Amerika Serikat, sebagai mitra pengetahuan dalam mengembangkan PHIL. HMS memiliki pengalaman sebelumnya dalam membangun sebuah pusat riset dan inovasi di sejumlah negara, seperti Thailand dan Vietnam. Selain itu, HMS juga akan mendukung UHN untuk membangun kurikulum fakultas kedokteran melalui PHIL.

Dean for Research Initiatives and Global Programs Harvard Medical School, Dr. David Golan, mengatakan bahwa layanan kesehatan primer merupakan fondasi utama dalam mencapai cakupan kesehatan semesta yang berkelanjutan.

“Secara global, investasi pada layanan kesehatan primer terbukti memberikan dampak besar terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui pendekatan promotif dan preventif,” kata Golan dalam kuliah umum bertajuk “Global Change, Local Strength: Indonesia’s Primary Healthcare as the New Centre of Development” selepas peluncuran PHIL.

Menurut Golan, pembentukan PHIL menjadi momentum penting untuk mendorong kolaborasi multisektor dan inovasi teknologi dalam penguatan riset berbasis komunitas untuk layanan kesehatan primer di Indonesia. Ia menyampaikan bahwa peluncuran PHIL merupakan langkah strategis untuk membangun centre of excellencedi tingkat regional dalam riset, layanan, dan reformasi kebijakan layanan kesehatan primer berbasis komunitas.

Selain memberikan kuliah umum, kedatangan Dr. David Golan juga menandai kerja sama akademis internasional seputar upaya transformasi layanan kesehatan primer di Indonesia. Melalui serangkaian kegiatan di Jakarta dan Jawa Tengah, kunjungan Golan dan tim HMS menyoroti bagaimana kolaborasi tiga sektor, antara pelaku sektor swasta seperti PT Tamaris Hidro, organisasi masyarakat sipil seperti CISDI, dan lembaga akademis termasuk UHN, dapat membantu memperkuat sistem kesehatan yang berpusat pada masyarakat. 

Rektor Universitas Harkat Negeri Sudirman Said mengatakan, PHIL merupakan wujud nyata peran perguruan tinggi sebagai laboratorium peradaban. Universitas sebagai tempat menghasilkan ilmu yang dapat menjawab tantangan kompleks, membentuk pemimpin masa depan, serta menjembatani komunitas lokal dengan pengetahuan global melalui keterlibatan langsung masyarakat.

“Melalui PHIL, kami ingin riset yang dihasilkan tidak berhenti sebagai tumpukan publikasi akademis, melainkan bisa diaplikasikan menjadi solusi nyata yang memperkuat layanan kesehatan primer,” kata Sudirman.

Presiden Direktur PT Tamaris Hidro, Mohammad Syahrial, menuturkan bahwa sektor swasta berperan penting dalam pembangunan kesehatan karena tenaga kerja yang sehat bermula dari layanan kesehatan primer yang kuat. Ia menceritakan pengalaman PT Tamaris Hidro yang bekerja di wilayah-wilayah jauh dari pusat kota dan menemukan bahwa layanan kesehatan hampir selalu menjadi kebutuhan yang terakhir terpenuhi.

“Dari pengalaman tersebut, investasi terbaik yang bisa dilakukan oleh sektor swasta bukan hanya membangun infrastruktur fisik. Sektor swasta juga perlu ikut membangun infrastruktur manusia, termasuk sistem kesehatan yang menjangkau mereka yang paling membutuhkan,” ujar Syahrial.(rls)