Wali Kota Cilegon Minta PT Chandra Asri Hentikan Operasional Sementara Usai Keluhan Bau Menyengat

oleh
IMG 5658
Wali Kota Cilegon Helldy Agustian

CILEGON – Wali Kota Cilegon Helldy Agustian meminta PT Chandra Asri Pacific menghentikan sementara kegiatan operasionalnya menyusul keluhan masyarakat terkait bau menyengat yang tercium di sejumlah wilayah Kota Cilegon, Sabtu (20/1/2024).

Permintaan tersebut disampaikan setelah Helldy bersama jajaran Pemerintah Kota Cilegon mendatangi lokasi pabrik di Jalan Raya Cilegon–Anyer, Kecamatan Ciwandan, untuk meminta penjelasan langsung mengenai penyebab munculnya bau yang dikeluhkan warga.

Menurut Helldy, penghentian sementara operasional dilakukan hingga hasil pemeriksaan laboratorium dapat memastikan apakah bau yang terhirup masyarakat menimbulkan risiko terhadap kesehatan.

Pemerintah Kota Cilegon telah menugaskan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengambil sampel udara untuk diuji di laboratorium. Hasil pengujian tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan langkah lanjutan.

Selain meminta penghentian sementara operasional, Helldy juga meminta pihak perusahaan segera memberikan perhatian kepada masyarakat yang terdampak. Ia meminta perusahaan membentuk tim pemantauan di lapangan serta memberikan bantuan kepada warga yang mengalami keluhan.

Helldy juga mengingatkan pentingnya koordinasi antara perusahaan dengan pemerintah daerah apabila terjadi penghentian operasi (shutdown) maupun kondisi tidak normal di fasilitas industri, sehingga informasi dapat disampaikan lebih awal kepada masyarakat.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Cilegon mengerahkan petugas dari puskesmas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta unsur TNI untuk memberikan pendampingan kepada warga yang terdampak. Warga diminta tetap tenang sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

Usai melakukan pertemuan dengan manajemen perusahaan, Helldy mengunjungi Puskesmas Ciwandan untuk melihat kondisi sejumlah warga yang menjalani pemeriksaan kesehatan akibat menghirup bau tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cilegon, Sabri Mahyudin, mengatakan bau mulai tercium sekitar pukul 03.00 WIB di wilayah Kecamatan Ciwandan, Grogol, Citangkil, dan sekitarnya. Sejumlah warga dilaporkan mengeluhkan mata perih, sesak napas, serta mual.

DLH telah melakukan inspeksi ke lokasi perusahaan. Berdasarkan informasi yang diterima dari pihak perusahaan, bau diduga berasal dari kebocoran pada pipa hidrokarbon (HC). Operasional fasilitas disebut telah dihentikan sementara sebagai bagian dari penanganan insiden.

Sabri menambahkan, dalam pertemuan yang melibatkan pemerintah daerah, aparat keamanan, DPRD, dan perwakilan masyarakat, warga meminta perusahaan menyediakan tim medis di wilayah terdampak. Pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat yang mengalami keluhan juga diharapkan dapat difasilitasi oleh perusahaan.

Pemerintah Kota Cilegon menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi serta menyampaikan hasil pemeriksaan laboratorium kepada masyarakat setelah proses pengujian selesai. (Pemkot Cilegon/ANTARA Banten)