Infrastruktur Energi Diperkuat, Investasi dan Lapangan Kerja di KEK Sei Mangkei Berpeluang Tumbuh

oleh
Infrastruktur Energi Diperkuat, Investasi dan Lapangan Kerja di KEK Sei Mangkei Berpeluang Tumbuh
Infrastruktur Energi Diperkuat, Investasi dan Lapangan Kerja di KEK Sei Mangkei Berpeluang Tumbuh

SIMALUNGUN — Pemerintah memperkuat infrastruktur energi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, untuk mendukung aktivitas industri sekaligus menjaga keberlanjutan investasi di kawasan tersebut.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengatakan dukungan infrastruktur menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan daya saing industri yang beroperasi di KEK Sei Mangkei.

Salah satu infrastruktur yang disiapkan adalah jaringan pipa gas Dumai–Sei Mangkei dengan nilai pembangunan sekitar Rp3,5 triliun. Infrastruktur tersebut ditujukan untuk memberikan kepastian pasokan energi bagi industri di kawasan.

Pernyataan itu disampaikan Yuliot saat menghadiri peresmian pengembangan operasional produksi PT Unilever Oleochemical Indonesia di KEK Sei Mangkei, Rabu (26/8/2026), sebagaimana diberitakan ANTARA.

Energi Terbarukan Perkuat Industri

Selain jaringan gas, pemerintah juga memperkuat pasokan listrik berbasis energi terbarukan. Sejumlah pembangkit yang menjadi bagian dari dukungan tersebut antara lain PLTA Batang Toru berkapasitas 510 megawatt (MW) dan PLTA Asahan 3 berkapasitas 150 MW.

Pemerintah juga mendorong optimalisasi potensi panas bumi di Sumatera Utara.

Yuliot mengatakan pengembangan berbagai sumber energi tersebut diproyeksikan meningkatkan bauran energi baru terbarukan (EBT) di Sumatera Utara hingga 30–40 persen.

Menurut dia, ketersediaan gas, listrik berbasis energi terbarukan, dan bahan baku dalam satu ekosistem industri akan memperkuat daya saing produk yang dihasilkan dari KEK Sei Mangkei di pasar global.

Ribuan Pekerja Sudah Terserap

Penguatan infrastruktur tersebut beriringan dengan perkembangan aktivitas investasi di KEK Sei Mangkei.

Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK Rizal Edwin Manansang menyebut hingga pertengahan 2026, kawasan tersebut telah menarik akumulasi investasi sekitar US$1,87 miliar dari 29 pelaku usaha.

Investasi tersebut juga telah menyerap sekitar 16.000 tenaga kerja. Angka ini menunjukkan aktivitas industri di KEK Sei Mangkei telah memberikan dampak langsung terhadap masyarakat melalui kesempatan kerja.

Pemerintah berharap pengembangan kawasan tidak hanya meningkatkan nilai investasi, tetapi juga memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya sebelumnya menyampaikan bahwa ekspansi industri di KEK Sei Mangkei diharapkan membuka lebih banyak kesempatan kerja bagi tenaga lokal, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, serta memperluas kemitraan dengan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ekspansi Industri Jadi Penggerak Ekonomi Lokal

Salah satu investasi yang berkembang di kawasan tersebut adalah pengembangan operasional produksi PT Unilever Oleochemical Indonesia dengan nilai ekspansi sekitar US$155 juta.

Pemprov Sumatera Utara mendorong agar peningkatan kapasitas industri tidak berhenti pada aktivitas produksi, tetapi turut memperkuat rantai pasok lokal.

Pelaku usaha lokal diharapkan dapat memperoleh kesempatan menjadi pemasok barang maupun jasa bagi perusahaan yang beroperasi di kawasan industri.

Dengan dukungan energi dan infrastruktur yang semakin kuat, KEK Sei Mangkei diarahkan menjadi salah satu pusat pertumbuhan industri di Sumatera Utara.

Bagi masyarakat sekitar, perkembangan tersebut berpotensi memberikan manfaat melalui perluasan kesempatan kerja, peningkatan keterampilan, serta keterlibatan usaha lokal dalam rantai pasok industri.

Pemerintah menilai kombinasi antara kepastian pasokan energi, infrastruktur, investasi, dan keterlibatan tenaga kerja lokal menjadi faktor penting untuk menjaga daya saing KEK Sei Mangkei dalam jangka panjang.(*)