Hadapi El Nino dan Erupsi Gunung, Pemerintah Lanjutkan Bantuan Beras Hingga Desember

oleh
Airlangga Hartarto
Airlangga Hartarto

JAKARTA — Pemerintah memperpanjang penyaluran bantuan pangan berupa beras hingga Desember 2026 sebagai bagian dari langkah menghadapi potensi El Nino sekaligus membantu masyarakat di tengah dampak erupsi sejumlah gunung berapi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bantuan beras yang telah disalurkan hingga September akan dilanjutkan pada Oktober, November, dan Desember. Bantuan tersebut menjadi salah satu program yang dibahas dalam rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Jakarta, Senin (7/9/2026).

“Bantuan beras yang sampai dengan bulan September itu 30 kilogram” akan dilanjutkan untuk tiga bulan berikutnya, kata Airlangga setelah rapat tersebut, sebagaimana dikutip Liputan6.

Dampak Erupsi Dipantau

Selain ancaman El Nino, pemerintah memantau dampak erupsi sejumlah gunung berapi terhadap kehidupan masyarakat dan aktivitas perekonomian.

Airlangga mengatakan daerah yang terdampak bencana berpotensi mengalami kontraksi ekonomi. Pemerintah masih mengidentifikasi program dan sektor yang terdampak di berbagai provinsi.

Aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah juga mengalami penurunan akibat kondisi tersebut. Pemerintah kemudian memantau dampaknya terhadap kegiatan ekonomi serta distribusi kebutuhan masyarakat.

Logistik dan Penerbangan Terganggu

Sektor logistik menjadi salah satu perhatian pemerintah karena erupsi gunung berapi dapat mengganggu mobilitas dan pengiriman barang, terutama melalui jalur udara.

Airlangga menyebut gangguan pada penerbangan juga berdampak terhadap aktivitas kargo. Pemerintah masih memantau kondisi tersebut, termasuk kebutuhan pembatasan atau penutupan penerbangan di wilayah yang terdampak abu vulkanik.

Dampak tersebut terlihat dalam gangguan penerbangan akibat erupsi Anak Krakatau. Reuters melaporkan sejumlah bandara sempat ditutup dan ribuan penerbangan terdampak akibat sebaran abu vulkanik. Kondisi ini menunjukkan bahwa gangguan erupsi tidak hanya berkaitan dengan keselamatan penerbangan, tetapi juga berpotensi memengaruhi mobilitas masyarakat dan distribusi barang.

Pemerintah Identifikasi Sektor Terdampak

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto mengatakan pemerintah terus mengikuti perkembangan kondisi di wilayah terdampak.

Pemantauan dilakukan untuk memastikan penanganan bencana tetap memperhatikan kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga keberlangsungan kegiatan ekonomi dan distribusi kebutuhan pokok.

Pemerintah juga mengidentifikasi sektor-sektor yang mengalami gangguan, termasuk mobilitas masyarakat dan distribusi barang. Hasil pemantauan tersebut akan menjadi dasar untuk menentukan langkah penanganan sesuai kondisi masing-masing daerah.

Anak Krakatau Masih Dipantau

Badan Geologi sebelumnya melaporkan aktivitas erupsi menerus Gunung Anak Krakatau pada 5 September 2026. Gunung api tersebut berada di perairan Selat Sunda dan secara administratif masuk wilayah Kabupaten Lampung Selatan, Lampung.

Aktivitas Anak Krakatau terus dipantau melalui pos pengamatan di Kalianda, Lampung Selatan, dan Pasauran, Kabupaten Serang, Banten.

Dengan kondisi tersebut, pemerintah menghadapi dua tantangan sekaligus, yakni menjaga ketahanan masyarakat menghadapi potensi El Nino dan memastikan aktivitas ekonomi serta distribusi kebutuhan pokok tetap berjalan di wilayah yang terdampak bencana.

Keberlanjutan bantuan pangan hingga akhir tahun menjadi salah satu instrumen yang disiapkan pemerintah, sementara dampak erupsi terhadap masyarakat, transportasi, dan logistik terus dipantau.(*)