Stasiun Bogor Ditata, Akses Transportasi Warga Bakal Lebih Terintegrasi

oleh
IMG 5964

BOGOR — Warga pengguna transportasi umum di Kota Bogor bakal mendapat kawasan Stasiun Bogor yang lebih terintegrasi. Pemerintah Kota Bogor bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan GoTo meneken nota kesepahaman untuk menata dan mengembangkan kawasan stasiun serta lingkungan di sekitarnya.

Penandatanganan MoU dilakukan pada Senin, 7 September 2026. Berdasarkan laporan Bogor Daily, kerja sama tersebut menjadi langkah awal untuk menyelaraskan rencana revitalisasi Stasiun Bogor dengan program penataan kawasan yang telah disiapkan Pemkot Bogor.

Penataan mencakup sejumlah ruas jalan di sekitar stasiun, antara lain Jalan Dewi Sartika, Jalan Nyi Raja Permas, hingga Jalan MA Salmun.

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan konsep revitalisasi PT KAI akan disinkronkan dengan program penataan pemerintah daerah.

Pemkot Bogor sebelumnya telah menyiapkan penataan Jalan Dewi Sartika, Jalan Nyi Raja Permas, dan Jalan MA Salmun. Penataan Jalan Dewi Sartika diarahkan agar akses dari kawasan Alun-Alun Bogor menuju Jalan Sawojajar menjadi lebih terbuka dan lurus.

Stasiun Bogor Jadi Pusat Integrasi Transportasi

Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin mengatakan revitalisasi Stasiun Bogor tidak hanya menyasar fasilitas penumpang, tetapi juga konektivitas dengan berbagai moda transportasi.

Menurut Bobby, Stasiun Bogor akan dikembangkan menjadi pusat integrasi antarmoda. Sejumlah moda yang akan dihubungkan antara lain Trans Pakuan, angkutan daring, dan angkutan umum lainnya.

PT KAI dan Pemkot Bogor juga membahas kemungkinan integrasi dengan moda transportasi perkotaan seperti LRT maupun trem.

Konsep tersebut diharapkan memudahkan warga yang menggunakan KRL untuk melanjutkan perjalanan menggunakan moda transportasi lain tanpa harus berpindah dari kawasan stasiun secara berjauhan.

Selain konektivitas transportasi, kawasan stasiun akan dikembangkan dengan konsep Transit Oriented Development (TOD). Pengembangan ini mencakup ruang publik sekaligus ruang usaha dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Kapasitas Penumpang Ditargetkan Naik

Penguatan fasilitas Stasiun Bogor sebenarnya sudah berjalan. PT KAI telah memperpanjang peron 6, 7, dan 8 serta menambahkan kanopi.

Berdasarkan keterangan Bobby yang dikutip Bogor Daily, peningkatan fasilitas tersebut diproyeksikan meningkatkan kapasitas angkut penumpang sekitar 30 persen per hari dibandingkan sebelumnya.

PT KAI juga melakukan pekerjaan pada peron 4 dan 5 dengan penambahan kanopi. Fasilitas tersebut ditujukan untuk memberikan perlindungan kepada penumpang dari hujan.

Identitas Stasiun Lama Dipertahankan

Meski akan dikembangkan menjadi kawasan transportasi modern, PT KAI memastikan identitas historis Stasiun Bogor tetap dipertahankan.

Bobby mengatakan bangunan Stasiun Bogor yang dibangun pada 1881 akan menjadi bagian depan dari konsep New Stasiun Bogor.

Sementara itu, Pemkot Bogor dan PT KAI akan menyelaraskan penataan kawasan stasiun dengan berbagai rencana pembangunan di sekitar pusat kota.

Dengan konsep tersebut, revitalisasi Stasiun Bogor diharapkan tidak hanya meningkatkan kenyamanan perjalanan KRL, tetapi juga mempermudah mobilitas warga, memperkuat konektivitas antarmoda, dan membuka ruang ekonomi baru di kawasan pusat Kota Bogor.(*)