Apindo Titip Pesan ke Suahasil Nazara: Bongkar Hambatan Investasi dan Jaga Kepastian Fiskal

oleh
Shinta W Kamdani
Shinta W Kamdani

JAKARTA — Dunia usaha menitipkan sejumlah pekerjaan rumah kepada Menteri Keuangan (Menkeu) baru Suahasil Nazara, terutama terkait penguatan iklim investasi dan penghapusan berbagai hambatan yang masih mengganggu aktivitas bisnis di Indonesia.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W Kamdani mengatakan dunia usaha berharap Suahasil dapat melanjutkan upaya mengurai persoalan bottlenecking atau hambatan yang membuat proses investasi belum berjalan optimal.

Menurut Shinta, penyederhanaan berbagai hambatan investasi penting agar dunia usaha memperoleh kepastian dalam menjalankan ekspansi maupun merealisasikan rencana investasi.

“Bottlenecking” yang dimaksud tidak hanya berkaitan dengan aspek fiskal, tetapi juga dapat muncul dari persoalan perizinan, regulasi, maupun koordinasi antarinstansi yang berdampak pada proses investasi.

Harapan tersebut disampaikan menyusul pengangkatan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Suahasil sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan dan dikenal sebagai teknokrat di bidang kebijakan fiskal.

Kepastian Kebijakan Jadi Perhatian Pengusaha

Bagi pelaku usaha, kepastian arah kebijakan fiskal menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan keputusan investasi. Karena itu, Apindo berharap pergantian Menteri Keuangan tidak menimbulkan ketidakpastian baru bagi dunia usaha.

Shinta juga mendorong agar kebijakan fiskal tetap mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga kepercayaan investor. Harapan serupa disampaikan sejumlah organisasi dan pelaku usaha yang meminta Suahasil menjaga kredibilitas APBN serta menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif.

Selain persoalan hambatan investasi, dunia usaha juga menaruh perhatian pada kesinambungan kebijakan perpajakan. Kebijakan yang konsisten dinilai penting agar perusahaan dapat menyusun rencana bisnis dan investasi dalam jangka menengah maupun panjang.

Tantangan Suahasil di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Suahasil mulai menjalankan tugas sebagai Menteri Keuangan pada saat pemerintah menghadapi tantangan untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan mendorong pertumbuhan ekonomi dan disiplin fiskal.

Reuters melaporkan Suahasil berkomitmen menjaga kredibilitas fiskal dan mempertahankan defisit anggaran di bawah batas 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Latar belakangnya sebagai teknokrat di bidang fiskal dinilai dapat memberikan kesinambungan dalam pengelolaan kebijakan ekonomi. 

Bagi dunia usaha, keberhasilan menjaga keseimbangan tersebut akan berpengaruh terhadap kepastian investasi, daya saing perusahaan, serta kemampuan sektor swasta memperluas kegiatan ekonomi.

Apindo karena itu berharap pemerintahan Suahasil dapat mempercepat penyelesaian hambatan regulasi dan perizinan sekaligus mempertahankan kebijakan fiskal yang mendukung investasi.

Dengan langkah tersebut, dunia usaha berharap keputusan investasi dapat berlangsung lebih cepat, biaya kepatuhan dapat ditekan, dan aktivitas ekonomi dapat memberikan dampak lebih besar terhadap penciptaan lapangan kerja serta pertumbuhan ekonomi nasional.(*)