LOMBOK — Pertamina Mandalika Racing Series (MRS) menjadi salah satu wadah bagi pembalap Indonesia untuk menambah pengalaman balap sekaligus membangun jenjang menuju kompetisi yang lebih tinggi.
Kompetisi yang berlangsung di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat, itu memberikan kesempatan bagi pembalap nasional untuk merasakan atmosfer balapan di sirkuit berstandar internasional.
Pada putaran keempat yang berlangsung Sabtu (19/9/2026), sebanyak 80 pembalap turun di kelas National Sport 150 (NS150), National Sport 250 (NS250), Super Sport 600 (SS600), dan Indonesia Junior Talent Cup U-15 (IJTC).
Selain itu, terdapat 28 pembalap yang mengikuti kelas pendukung Underbone 150 dan Junior Sport U-18.
Keberadaan kelas junior menjadi salah satu bagian penting dalam proses regenerasi pembalap. Pembalap asal Semarang, Irfan Hadiansah, yang telah mengikuti Pertamina MRS sejak 2024, menilai kelas tersebut dapat memberikan jalur bagi pembalap muda untuk meningkatkan level kompetisinya.
“Karena Pertamina Mandalika Racing Series juga punya kelas junior U-15. Itu pasti penjenjangannya untuk step up level yang lebih tinggi,” ujar Irfan.
Menurut dia, keberlanjutan kompetisi diperlukan agar pembalap muda memiliki lebih banyak kesempatan untuk mengembangkan kemampuan sebelum naik ke kelas yang lebih tinggi.
Pembalap Muda Perlu Banyak Pengalaman
Hal serupa disampaikan pembalap asal Lumajang, Jawa Timur, Chandra Hermawan. Pembalap yang telah tiga tahun mengikuti Pertamina MRS tersebut menilai kompetisi di lintasan internasional penting untuk menjaga regenerasi pembalap nasional.
“Harusnya anak-anak kecil ini sering balapan di sini, karena harus ada bibit tiap tahunnya. Bibit unggulnya itu harus terus dikembangkan,” kata Chandra.
Ia berharap Pertamina MRS terus berkembang dan mampu memberikan lebih banyak kesempatan bagi pembalap muda untuk memperoleh pengalaman kompetisi.
“Harapannya semoga makin maju dan semakin banyak rider-rider yang berkualitas. Semoga semakin jaya,” ujarnya.
Bagi pembalap, pengalaman bertanding secara rutin tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengendalikan motor. Kompetisi juga menjadi ruang untuk membangun mental bertanding dan memahami karakter lintasan serta persaingan antarpembalap.
Disiapkan Menuju Kompetisi Lebih Tinggi
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan Pertamina MRS diarahkan menjadi bagian dari jalur pengembangan talenta balap Indonesia.
“Melalui Pertamina Mandalika Racing Series, para pembalap mendapatkan ruang untuk menambah jam terbang, meningkatkan kemampuan teknis, membangun mental bertanding, sekaligus merasakan atmosfer kompetisi di lintasan berstandar internasional,” ujar Baron.
Menurut Baron, pengalaman tersebut dapat menjadi bekal pembalap untuk melanjutkan perjalanan ke jenjang kompetisi yang lebih tinggi.
Pertamina MRS juga menjadi bagian dari pengembangan ekosistem motorsport di Pertamina Mandalika International Circuit. Kompetisi nasional tersebut berjalan beriringan dengan agenda balap internasional yang digelar di sirkuit yang sama.
Salah satunya Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 9–11 Oktober 2026.
Dengan adanya kompetisi dari level junior hingga kelas yang lebih tinggi, pembinaan pembalap nasional diharapkan dapat berlangsung secara berjenjang, mulai dari mendapatkan pengalaman balap hingga memiliki bekal untuk menghadapi kompetisi motorsport di tingkat internasional.(*)
