Semester I 2026, Dekarbonisasi Pertamina Capai 118 Persen dari Target Tahunan

oleh
1d64e742 4da8 432d a4bd 666c57bf504d

JAKARTA — PT Pertamina (Persero) mencatat capaian pengurangan emisi karbon sebesar 118 persen dari target tahunan dalam program dekarbonisasi sepanjang semester I 2026.

Capaian tersebut melampaui target yang ditetapkan dalam Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) 2026. Pertamina menyebut program dekarbonisasi menjadi bagian dari penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di seluruh lini bisnis perusahaan.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, mengatakan program dekarbonisasi juga diarahkan untuk mendukung target pemerintah mencapai Net Zero Emission (NZE) pada 2060.

“Sebagai perusahaan energi kelas dunia, Pertamina berkomitmen menjalankan ESG sesuai dengan standar dunia. Dekarbonisasi Pertamina juga merupakan komitmen perusahaan menjalankan target Pemerintah mencapai NZE pada tahun 2060,” ujar Baron.

Selain pengurangan emisi, kinerja bisnis rendah karbon Pertamina sepanjang Januari-Juni 2026 tercatat mencapai 101 persen dari target RKAP 2026.

Menurut Baron, capaian tersebut didukung sejumlah program, antara lain pengembangan bioetanol, biofuel, serta efisiensi energi.

Pertamina juga menjalankan sejumlah program ESG lainnya, termasuk sustainable procurement, sustainability budget tagging, dan pemberdayaan masyarakat. Kinerja pada aspek tata kelola dan sistem pendukung keberlanjutan tersebut disebut mencapai 102 persen dari target.

Pengembangan Energi Rendah Karbon

Dalam pengembangan bisnis rendah karbon, Pertamina melanjutkan pengembangan Sustainable Aviation Fuel (SAF), biogasoline, biodiesel, serta pembangkit energi rendah karbon.

Untuk SAF, Pertamina menargetkan volume pengangkatan sebesar 27.000 kiloliter (KL) dan penjualan 6.000 KL sepanjang 2026.

Sementara itu, pengembangan biogasoline dilakukan melalui pencampuran bioetanol sebesar 5 persen pada bensin RON 95. Pada Januari-Juni 2026, realisasi penjualan biogasoline tercatat mencapai 23.280 KL.

Pengembangan berbagai produk energi rendah karbon tersebut menjadi bagian dari transformasi portofolio Pertamina menuju bisnis energi yang lebih rendah emisi.

Baron mengatakan implementasi ESG juga mencakup aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan.

Dari sisi lingkungan, Pertamina menyebut telah memperoleh skor B dari Carbon Disclosure Project (CDP) untuk kategori perubahan iklim dan A- untuk keamanan air. Sementara dari sisi tata kelola, skor Good Corporate Governance (GCG) Pertamina pada 2025 tercatat 97,14 persen dengan kategori “Sangat Baik”.

Pertamina juga menyebut perusahaan kembali memperoleh peringkat ESG nomor satu dunia untuk subindustri Integrated Oil and Gas. Klaim tersebut disampaikan Pertamina sebagai bagian dari capaian implementasi ESG perusahaan.

Empat Penghargaan KESGI Award 2026

Kinerja keberlanjutan Pertamina juga ditampilkan dalam ajang KESGI Award 2026 yang diselenggarakan Katadata ESG Sustainability Insight (KESGI) di Sudirman Hall, Jakarta, 17 September 2026.

Dalam ajang tersebut, Pertamina memperoleh empat penghargaan pada kategori yang berkaitan dengan pilar ESG, lingkungan, sosial, dan tata kelola di sektor minyak dan gas.

Pertamina menyatakan penghargaan tersebut mencerminkan upaya perusahaan menjalankan kegiatan bisnis dengan memperhatikan aspek profitabilitas, lingkungan, dan tata kelola.

Baron mengatakan berbagai capaian tersebut menjadi dorongan bagi Pertamina untuk terus meningkatkan pengelolaan lingkungan, tanggung jawab sosial, dan tata kelola perusahaan.

“Bagi Pertamina, keberlanjutan dan prinsip ESG menghasilkan dampak nyata bagi lingkungan, masyarakat, dan keberlanjutan bisnis,” kata Baron.(*)