Dari Jembatan Kaluppini, Pertamina Sambungkan Kembali Harapan Warga Enrekang

oleh
8a93eba5 8731 41de bbd7 3d5df74c0a6b

ENREKANG — Rehabilitasi Jembatan Gantung Kaluppini kembali membuka akses mobilitas sekitar 5.000 warga di lima desa di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan.

Jembatan tersebut menjadi jalur penting bagi warga untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, mulai dari mengantar anak ke sekolah, membawa hasil pertanian ke pasar, hingga menuju wilayah lain.

Kondisi geografis Enrekang yang didominasi pegunungan dan perbukitan membuat keberadaan infrastruktur penghubung memiliki peran penting bagi mobilitas masyarakat. Data yang disampaikan Pertamina menyebut sekitar 84,96 persen wilayah Kabupaten Enrekang merupakan kawasan pegunungan dan perbukitan.

Sebelum direhabilitasi, kondisi jembatan sempat mengalami kerusakan sehingga warga harus lebih berhati-hati ketika melintas.

PT Pertamina (Persero) bersama PT Pertamina Patra Niaga dan PT Pertamina Maintenance & Construction (PertaMC) kemudian melakukan rehabilitasi jembatan tersebut. Pengerjaan berlangsung selama dua bulan dan hasilnya diserahterimakan kepada masyarakat pada 23 September 2026.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan rehabilitasi tersebut merupakan bagian dari sinergi Pertamina Group dalam menjalankan program sosial berdasarkan kebutuhan masyarakat.

Menurut Baron, keberadaan satu jalur penghubung di wilayah pegunungan dapat menopang berbagai aktivitas masyarakat, termasuk pendidikan, distribusi hasil pertanian, dan akses terhadap layanan dasar.

“Rehabilitasi ini bukan hanya memperbaiki infrastruktur, tetapi juga memulihkan mobilitas sehari-hari warga,” ujar Baron.

Warga Lebih Tenang Melintas

Sanning, warga Desa Kaluppini, mengatakan kondisi jembatan sebelum diperbaiki sempat membuat masyarakat khawatir ketika melintas.

Setelah rehabilitasi selesai, warga merasa lebih tenang menggunakan jembatan tersebut untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Sekarang kami lebih tenang saat melintas. Anak-anak bisa pergi ke sekolah dan hasil bumi dapat dibawa ke pasar dengan lebih lancar,” kata Sanning.

Jembatan tersebut juga menjadi jalur yang menghubungkan aktivitas masyarakat di lima desa. Mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian menjadi bagian dari aktivitas yang bergantung pada keberadaan akses tersebut.

Bupati Enrekang Muhammad Yusuf Ritangnga mengapresiasi dukungan Pertamina dalam pemulihan jalur penghubung masyarakat.

Menurut dia, manfaat rehabilitasi jembatan dapat dirasakan dalam aktivitas sehari-hari warga.

“Kolaborasi antara pemerintah daerah, BUMN, dan masyarakat seperti ini sangat berarti dalam mendukung kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Pertamina menyatakan program rehabilitasi tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan menghadirkan program sosial yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Dengan selesainya rehabilitasi, Jembatan Gantung Kaluppini kembali digunakan sebagai salah satu akses utama yang menghubungkan warga lima desa sekaligus mendukung aktivitas pendidikan dan perekonomian masyarakat.(*)