Kamar Mezzanine Jadi Alternatif Hunian Ringkas, Cove Catat Pertumbuhan 65 Persen pada 2026

oleh
Cove Anantaha Bali scaled
Kamar Mezzanine Jadi Alternatif Hunian Ringkas, Cove Catat Pertumbuhan 65 Persen pada 2026

JAKARTA — Keterbatasan ruang hunian di perkotaan mendorong pengembangan desain kamar yang dapat mengakomodasi lebih banyak aktivitas dalam luas terbatas. Salah satu pilihan yang dikembangkan penyedia hunian co-living adalah kamar mezzanine, yang memanfaatkan ruang vertikal untuk memisahkan area tidur dan ruang beraktivitas.

Cove, penyedia hunian co-living berbasis komunitas, mencatat jumlah kamar mezzanine dalam jaringan propertinya tumbuh 65 persen sepanjang 2026. Perusahaan itu juga melaporkan rata-rata tingkat okupansi kamar mezzanine mencapai 80 persen.

Country Director of Investment Cove, Rizky Kusumo, mengatakan desain mezzanine memberikan ruang tambahan tanpa mengharuskan penghuni memilih kamar dengan luas lantai yang lebih besar.

“Desain kamar mezzanine itu tidak hanya cantik secara visual, tapi juga memberikan ruang tambahan, terutama dalam konteks kamar co-living,” kata Rizky dalam keterangan perusahaan, Selasa (27/10/2026).

Menurut Rizky, pemisahan area tidur di lantai atas dan ruang kegiatan di bawah memungkinkan penghuni memanfaatkan satu kamar untuk beberapa fungsi. Perusahaan menilai konsep tersebut menarik bagi penghuni sekaligus pemilik properti.

Cove menyebut jumlah kamar mezzanine di seluruh jaringan propertinya telah meningkat lebih dari lima kali lipat dalam kurun kurang dari tiga tahun. Dari keseluruhan kamar mezzanine yang dimiliki perusahaan saat ini, sekitar 40 persen merupakan unit yang diluncurkan sepanjang 2026.

Di Jakarta, kamar mezzanine Cove umumnya memiliki luas sekitar 13,5 meter persegi. Perusahaan menyebut 71 persen kamar mezzanine dalam jaringannya berada di ibu kota, yang menjadi pasar utama untuk tipe hunian tersebut.

Selain pemanfaatan ruang, Cove mencatat peningkatan perhatian calon penghuni melalui kanal digital. Pada Januari hingga September 2026, kunjungan ke halaman kamar mezzanine di situs perusahaan meningkat 56 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Angka tersebut lebih tinggi daripada pertumbuhan kunjungan seluruh tipe kamar Cove yang tercatat 29 persen.

Perusahaan juga menyebut kamar mezzanine di Cove Arleyta, Bandung, menjadi tipe yang paling banyak dilihat sejak diluncurkan pada pertengahan 2026, meskipun hanya satu dari sembilan tipe kamar yang tersedia di properti tersebut.

Di properti lainnya, Cove Anantaha di Bali menawarkan desain mezzanine berbentuk vila dua lantai dengan kolam renang pribadi. Cove melaporkan rata-rata okupansi properti itu mencapai 100 persen sejak beroperasi. Sementara itu, Cove Estoria di Jakarta mengusung konsep dengan area dapur, ruang makan, dan ruang tamu yang terpisah dari area tidur, dengan rata-rata okupansi yang dilaporkan sebesar 80 persen sejak beroperasi.

Meski menawarkan pemisahan fungsi ruang, efektivitas kamar mezzanine tetap bergantung pada rancangan bangunan, ketinggian plafon, akses tangga, sirkulasi udara, pencahayaan, serta keamanan area bertingkat. Aspek-aspek tersebut perlu diperhatikan agar tambahan ruang dapat digunakan secara nyaman dan aman.

Data pertumbuhan kamar, kunjungan laman, dan okupansi dalam laporan ini berasal dari Cove. Angka tersebut menggambarkan perkembangan pada jaringan properti perusahaan dan tidak dengan sendirinya menunjukkan kondisi seluruh pasar hunian co-living di Indonesia.(*)