Penjualan Sido Muncul Bergeser, Segmen Makanan dan Minuman Jadi Kontributor Terbesar

oleh
IMG 6400

JAKARTA — Segmen makanan dan minuman menjadi penyumbang penjualan terbesar PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) selama Januari–September 2026. Pergeseran ini terjadi ketika penjualan jamu herbal dan suplemen, yang selama ini menjadi salah satu lini utama perusahaan, mengalami penurunan.

Berdasarkan laporan keuangan yang diberitakan IDNFinancials pada 27 Oktober 2026, Sido Muncul membukukan penjualan sebesar Rp2,49 triliun hingga akhir September 2026. Nilai tersebut turun 8,42 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pada periode tersebut, segmen makanan dan minuman menyumbang penjualan Rp1,21 triliun atau 48,59 persen dari total pendapatan. Sementara itu, segmen jamu herbal dan suplemen menghasilkan Rp1,18 triliun, setara 47,38 persen. Sisanya berasal dari segmen farmasi yang mencatat penjualan Rp94,5 miliar.

Komposisi tersebut berbeda dibandingkan Januari–September 2025. Saat itu, jamu herbal dan suplemen masih menjadi penyumbang penjualan terbesar dengan nilai Rp1,6 triliun. Adapun segmen makanan dan minuman membukukan Rp1,02 triliun.

Perubahan komposisi pendapatan tersebut berlangsung di tengah tekanan pada kinerja keuangan perusahaan. Sido Muncul mencatat laba bersih Rp619,09 miliar selama sembilan bulan pertama 2026, turun 24,35 persen dibandingkan Rp818,54 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan juga terlihat pada laba bruto yang menjadi Rp1,30 triliun dari sekitar Rp1,55 triliun. Sementara itu, laba usaha turun menjadi Rp788,01 miliar dari sekitar Rp1,03 triliun pada periode pembanding.

Menurut laporan IDXChannel pada 27 Oktober 2026, tekanan penjualan terutama berasal dari segmen jamu herbal dan suplemen yang turun sekitar 26 persen. Perusahaan sebelumnya juga menyatakan pengiriman produk kepada distributor ditahan sementara untuk menormalkan persediaan yang menumpuk pada semester pertama 2026.

Manajemen menyebut pengiriman kepada distributor telah kembali normal sejak Juli 2026 setelah proses penyesuaian stok tersebut. Namun, penjualan dan laba secara kumulatif hingga September masih berada di bawah capaian tahun sebelumnya.

Dari sisi arus kas, Sido Muncul membukukan kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp913,8 miliar selama Januari–September 2026. Perusahaan juga mempertahankan kebijakan tanpa utang berbunga, menurut laporan IDXChannel.

Portofolio Sido Muncul mencakup produk herbal dan suplemen seperti Tolak Angin, Tolak Linu, Esemag, dan Galian Singset. Pada segmen makanan dan minuman, perusahaan memasarkan produk seperti Kuku Bima, Jahe Wangi, Tentrem Teh Tarik, dan minuman berbahan kulit manggis.

Pergeseran komposisi penjualan ini menunjukkan meningkatnya kontribusi segmen makanan dan minuman terhadap pendapatan perusahaan. Meski demikian, kenaikan kontribusi segmen tersebut belum cukup menahan penurunan total penjualan dan laba bersih Sido Muncul selama sembilan bulan pertama 2026.(*)