Kenaikan Biaya Tekan Margin Laba, Penjualan ICBP Tembus Rp64,45 Triliun

oleh
657de531d4e4b
Ilustrasi. Indofood.

JAKARTA – PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) mencatat penjualan neto konsolidasi sebesar Rp64,45 triliun hingga 30 September 2026. Angka tersebut tumbuh 15 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp56,27 triliun.

Namun, pertumbuhan penjualan tersebut belum sepenuhnya diikuti peningkatan margin laba usaha. ICBP mencatat margin laba usaha sebesar 21,2 persen, turun dari 22,6 persen pada periode sembilan bulan 2025.

Dalam laporan kinerja keuangan yang diumumkan pada Jumat (30/10/2026), perusahaan menyebut kenaikan beban bahan baku, bahan kemasan, dan logistik menjadi faktor yang memengaruhi penurunan margin tersebut.

Di sisi lain, laba usaha masih tumbuh 7 persen menjadi Rp13,67 triliun dari Rp12,74 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, core profit atau laba inti ICBP meningkat 5 persen menjadi Rp8,04 triliun dibandingkan Rp7,69 triliun pada sembilan bulan pertama 2025. Angka ini dihitung dengan mengecualikan pos-pos nonberulang dan selisih kurs, sehingga mencerminkan kinerja operasional perseroan menurut definisi perusahaan.

Biaya operasional menjadi perhatian

Direktur Utama sekaligus Chief Executive Officer ICBP Anthoni Salim mengatakan perusahaan tetap berfokus memperkuat rantai pasok di tengah kondisi global yang fluktuatif dan penuh ketidakpastian.

Menurut Anthoni, penguatan rantai pasok diperlukan untuk menjaga daya saing pasar sekaligus mempertahankan profitabilitas yang sehat.

“Ke depannya, kami akan terus menghadirkan produk-produk yang relevan dan mudah dijangkau, sembari terus mengoptimalkan efisiensi operasional dan mengelola biaya secara disiplin,” kata Anthoni dalam keterangan resmi perusahaan.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pengendalian biaya menjadi salah satu fokus manajemen setelah perusahaan menghadapi kenaikan beban bahan baku, kemasan, dan logistik.

Bagi perusahaan makanan konsumen, pengelolaan biaya produksi dan distribusi menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan antara harga produk yang terjangkau dan profitabilitas usaha.

Dengan penjualan yang tumbuh dua digit, ICBP masih mencatat peningkatan laba usaha dan laba inti. Namun, perkembangan margin akan menjadi salah satu indikator penting untuk melihat kemampuan perusahaan mengelola tekanan biaya pada periode berikutnya.(*)