JAKARTA – Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin menyiapkan pendataan lanjutan warga yang masih bermukim di sekitar jalur kereta api untuk mendukung program relokasi ke hunian yang lebih layak. Sejumlah kawasan, termasuk wilayah utara, selatan, dan Manggarai, masuk dalam pemetaan pemerintah.
Langkah tersebut menjadi bagian dari keterlibatan KAI dalam penataan permukiman bantaran rel sekaligus upaya mengurangi risiko keselamatan bagi masyarakat dan perjalanan kereta api.
Bobby mendampingi Kepala Badan Pengaturan BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, saat meninjau Hunian Sementara (Huntara) Pasar Senen, Jakarta, Selasa (3/11/2026).
Dalam laporan TVRI Nasional mengenai kunjungan tersebut, Bobby terlihat bersama Dony meninjau kondisi hunian yang telah ditempati warga selama sekitar empat bulan. Saat ini, Huntara Pasar Senen dihuni 69 kepala keluarga atau 215 jiwa.
Sebagian besar penghuni sebelumnya bekerja sebagai pemulung dan tinggal di kawasan bantaran rel.
Pendataan Warga Jadi Tahap Penting
Peran KAI dalam program relokasi tidak hanya berkaitan dengan penyediaan kawasan, tetapi juga inventarisasi permukiman yang berada di sekitar jalur operasional kereta api.
Dalam kunjungan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait ke Hunian Senen pada 9 Juni 2026, Bobby menjelaskan bahwa KAI telah menyiapkan data calon penghuni. Prioritas awal diberikan kepada warga bantaran rel di kawasan Pasar Gaplok, kemudian dilanjutkan secara bertahap ke lokasi lain.
Bobby saat itu menegaskan bahwa keberadaan permukiman di sekitar jalur rel memiliki risiko terhadap keselamatan masyarakat.
Karena itu, pendataan diperlukan untuk memastikan warga yang direlokasi sesuai dengan sasaran program sekaligus mendukung penataan kawasan secara bertahap.
Dalam siaran pers resmi KAI pada 5 April 2026, Bobby juga menyampaikan bahwa inventarisasi permukiman akan dimulai dari titik prioritas dan diperluas ke wilayah lain. Proses tersebut dilakukan bersama pemerintah dan BUMN terkait.
Keselamatan Perjalanan Kereta Jadi Pertimbangan
Penataan permukiman bantaran rel memiliki kaitan langsung dengan keselamatan perjalanan kereta api. Aktivitas warga yang terlalu dekat dengan jalur operasional berpotensi menimbulkan risiko, baik bagi penghuni maupun perjalanan kereta.
Melalui program relokasi, KAI turut mendukung terciptanya kawasan yang lebih tertata dan aman. Namun, pelaksanaannya membutuhkan koordinasi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta BUMN yang memiliki aset dan terlibat dalam penyediaan hunian.
Sementara itu, Dony Oskaria dalam peninjauan 3 November 2026 menyampaikan bahwa pemerintah sedang mendata sejumlah kawasan untuk menjadi sasaran relokasi berikutnya.
Ia juga menjelaskan bahwa program tidak berhenti pada pemindahan tempat tinggal. Pemerintah menyiapkan dukungan pendidikan bagi anak-anak penghuni serta pelatihan keterampilan dan kewirausahaan bagi warga dewasa.
Dengan keterlibatan KAI dalam pendataan dan penataan kawasan, program relokasi diharapkan dapat berjalan lebih terarah. Selain meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api, langkah tersebut juga ditujukan agar masyarakat yang sebelumnya tinggal di lingkungan berisiko memperoleh tempat tinggal yang lebih layak.(*)
![91b1bcd8-cf9f-44fb-9535-41ab9e395806 (Kepala BP BUMN sekaligus COO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara, Dony Oskaria dan Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin meninjau HUntara Pasar Senen. [Foto: TVRINews/Lidya Thalia S])](https://www.urbannews.id/wp-content/uploads/2026/11/91b1bcd8-cf9f-44fb-9535-41ab9e395806.jpg)