Sido Muncul Resmi Mulai Produksi Massal Herbal untuk Lawan Covid-19

Share

Direktur Utama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk David Hidayat.foto/sidomuncul.co.id

URBANNEWS.ID - PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) tengah gencar memproduksi JSH. Obat herbal berbentuk kapsul ini memiliki kandungan extract charcoal dan diklaim memiliki PH 11 plus, bahkan mencapai PH 13.

Direktur Utama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk David Hidayat mengatakan sebelum produksi massal, pihaknya telah melakukan riset dan penelitian selama 4 tahun.

Menurutnya adanya pendami Covid-19 jadi momentum bagi SIDO untuk merilis JSH dengan tujuan menyehatkan masyarakat Indonesia. SIDO sendiri optimistis JSH dapat melawan berbagai bakteri, kuman, dan virus termasuk Covid-19.

“Sebelum produksi massal kami telah melakukan uji coba terhadap pasien Covid-19 dan hanya dalam tempo beberapa hari pasien tersebut dinyatakan sembuh, malah sampai di foto memegang Kapsul JSH,” urai David saat Wawancara Penjurian Investor Award melalui aplikasi Zoom, Selasa (23/6/2020).

Tidak hanya itu, David mengatakan SIDO juga telah melakukan uji coba ke salah satu rumah sakit di Semarang, dimana dari 45 pasien penderita berbagai penyakit seperti TBC, gula asam lambung dan lainnya, 40 orang diantaranya telah dinyatakan sembuh setelah mengkonsumsi JSH selama 1 minggu.

“Pihak RS belum mau mempublikasikan kabar ini karena saat itu Kapsul JSH belum memperoleh izin Depkes,” ujarnya.

Terkait izin Depkes tersebut, David mengatakan pihaknya telah mengantunginya sejak pekan lalu, sehingga produksi massal sudah resmi dilakukan.

“Selasa ini kami malah sudah kirim 4 ribu botol ke rumah sakit Gatot Subroto Jakarta, sebelumnya kami kirim ke RS di Surabaya,” paparnya.

Untuk saat ini SIDO mengaku siap memberikan Kapsul JSH secara gratis bagi seluruh rumah sakit di Indonesia dalam rangka memerangi Covid-19.

“Nantinya kapsul ini akan kami pasarkan secara komersial dengan harga eceran tertinggi Rp 150.000 per botol,” tandasnya.

Terkait keyakinan Sido Muncul atas keampuhan obat ini melawan berbagai macam virus termasuk Covid-19, David menyatakan, selain telah dilakukan uji coba, juga dilatari oleh temuan peraih nobel tahun 1931 yakni Dr Otto Warburg, dimana tidak ada penyakit termasuk cancer yang dapat bertahan dalam lingkungan Alakaline.

“Kandungan extract charcoal dengan PH 11+ berfungsi memelihara kesehatan dan mengeluarkan racun dalam tubuh sehingga baik untuk menjaga kesehatan dan kekebalan imun system terutama di tengah pandemi ini,” katanya.

Melalui kapsul herbal anyar ini David optimistis kinerja Sido Muncul akan tetap survive di tengah penurunan daya beli dan terhambatnya ekspor ke sejumlah negara akibat pemberlakuan lockdown.

“Setiap tahun kami menargetkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih di angka minimal 10%,” ujarnya.

Sebagai catatan tahun 2019 lalu, perusahaan jamu asal Semarang ini berhasil membukukan pertumbuhan penjualan sebesar 11% dan juga laba bersih yang tumbuh sebesar 22%. Pencapaian pertumbuhan ini melampaui target pertumbuhan penjualan dan laba bersih, masing-masing sebesar 10% untuk tahun 2019.(investor.id)

View Comments

Berita Terbaru

CBA Serukan KPK Turun Tangan Usut Pelanggaran Kode Etik yang Bisa Berujung Tipikor di Proyek Pipa Blok Rokan

Ilustrasi KPK URBANNEWS.ID - Koordinator Center For Budget Analysis (CBA), Jajang Nurjaman menyatakan masalah seleksi pemilihan mitra investasi proyek Pipa…

2 hari yang lalu

Terimakasih HCML, Sudah Peduli pada Nelayan Desa Pulau Mandangin

Kepala desa Pulau Mandangin Saiful Anam menyerahkan bantuan PPM HCML 2020 berupa jaring purse sein kepada nelayan Pulau Mandangin, Minggu…

2 hari yang lalu

Sentil Optimalisasi Batu Bara Lamban, CERI: Jokowi Terkesan Mengeluh pada Presiden

Presiden Joko Widodo.foto/cnbcindonesia.com URBANNEWS.ID - Direktur Eksekutif CERI, Yusri Usman mengungkapkan tidak heran atas kondisi lambatnya pengembangan optimalisasi batu bara…

3 hari yang lalu

CBA Ungkap Kejanggalan Tender Pengadaan Mobil di Sekjen Kementerian Desa

URBANNEWS.ID - Di tengah-tengah Pandemi Covid-19, Center for Budget Analysis (CBA) menemukan dugaan tindak pidana korupsi di tubuh Kementerian Desa…

3 hari yang lalu

CERI Layangkan Surat Terbuka soal Beda Keterangan Petinggi PGN dan Pertagas tentang Proyek Pipa Blok Rokan Rp 4,3 Triliun

Direktur Eksekutif CERI, Yusri Usman melayangkan surat terbuka menyusul munculnya surat Corporate Secretary PT PGN Tbk Nomor: 030400S/HN.01.00/COS/2020 tertanggal 21…

5 hari yang lalu

Soal Pemilihan Mitra Investasi Pertagas di Proyek Pipa Blok Rokan Senilai Rp 4,3 Triliun, CERI: OJK Harus Beri Teguran Keras ke Dirut PGN Suko Hartono

URBANNEWS.ID - Direktur Eksekutif CERI, Yusri Usman menyatakan Direktur Utama PT PGN Tbk, Suko Hartono telah mempertontonkan tindakan tidak profesional,…

1 minggu yang lalu