Categories: City Government

Soal Green Diesel (D100), CERI: Pertamina Harus Jujur Pada Publik

Share

URBANNEWS.ID - Direktur Eksekutif CERI, Yusri Usman menyatakan kebenaran D100 yang digunakan oleh Menteri Perindustrian dalam test mobil sebagaimana dilansir berbagai media baru-baru ini, patut dipertanyakan kebenarannya.

"Karena menurut Deputy CEO PT Kilang Pertamina Indonesia Ir Budi Syarif pada media (18/7/2020), BBM yang digunakan merupakan percampuran D100 (20%), Dexlite (50%) dan FAME (30%)," beber Yusri kepada urbannews.id, Selasa (21/7/2020).

Maka, kata Yusri, kalau itu percampurannya, Lebih tepat biodiesel dikatakan B50, bukan D100 atau green diesel.

"Oleh sebab itu, Pertamina harus jujur menjelaskan ke publik soal produk green diesel (D100) atau B50 yang telah diuji coba pada kendaraan tersebut," ungkap Yusri.

Sementara itu, dikutip dari kontan.co.id, PT Pertamina melakukan ujicoba atas produk D100 yang merupakan bahan bakar 100% sawit pertama di Indonesia. Hasil uji performa (road test) menunjukkan penggunaan D-100 dalam campuran bahan bakar kendaraan dapat meningkatkan cetane number dan menurunkan kepekatan asap yang dibuang.

Produk D100 ini adalah salah satu program unggulan Presiden Joko Widodo dalam rangka mengurangi impor BBM yang menekan neraca perdagangan. Jika Pertamina berhasil memproduksi lebih banyak D100 maka otomatis impor BBM akan bisa ditekan.

Deputy CEO PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Budi Santoso Syarif menjelaskan, bahan bakar yang digunakan dalam uji performa tersebut adalah campuran D-100 sebanyak 20%, Dexlite sebanyak 50% dan FAME sebanyak 30%.

"Menurut hasil uji lab kami, terukur bahwa angka Cetane Number campuran D-100 dan Dexlite yang digunakan tersebut mencapai angka minimal 60 atau lebih tinggi dari Dexlite yang memiliki Cetane Number 51. Demikian juga hasil uji emisi kendaraan menunjukkan Opacity (kepekatan asap gas buang) turun menjadi 1,7% dari sebelumnya 2,6% saat tidak dicampur dengan D-100," ujarnya.

Uji Performa ini dilakukan pada 14 Juli 2020 sepanjang 200 km menggunakan kendaraan jenis MPV berbahan bakar diesel keluaran 2017. Selain hasil uji kuantitatif yang bagus, pengguna kendaraan pun tetap merasa nyaman selama menggunakan kendaraannya. Diantaranya, tidak ada excessive noise selama berkendara, tarikan mesin tetap bertenaga, asap buangan knalpot tetap bersih meski pada RPM tinggi.

Budi menambahkan, hasil uji performa yang bagus ini membuktikan bahwa D-100 yang diproduksi perdana di Kilang Dumai Pertamina dapat menjawab kebutuhan green energy di Indonesia.

Hal ini karena D-100 dibuat dari 100% bahan nabati turunan dari CPO atau kelapa sawit yang banyak terdapat di Indonesia. Dengan demikian, sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo, maka Indonesia dapat mengoptimalkan sumber daya alamnya untuk menciptakan kedaulatan energinya sendiri.

"Ini adalah yang pertama di Indonesia dan hanya sedikit perusahaan yang dapat melakukannya. Kami membuktikan bahwa Pertamina berhasil melakukannya di Kilang Dumai, dengan dibantu oleh Katalis Merah Putih yang merupakan kerjasama Pertamina dan Institut Teknologi Bandung (ITB). Suatu kebanggaan bagi kami dapat menciptakan solusi untuk Indonesia," tambahnya.

Klaim Berhasil Tahun 2018

Direktur Pengolahan PT Pertamina
Budi Santoso Syarif, hingga berita ini dilaporkan, belum memberikan jawaban terkait klaim keberhasilan Pertamina memproduksi Green Gasoline dan Green LPG dari Kilang Plaju Sumsel pada tahun 2018 lalu.

Diketahui, pada 21 Desember 2018 sebagai Direktur Pengolahan Pertamina, Budi Santoso Syarif menyatakan bahwa penggunaan CPO sebagai bahan Green Gasoline dan green LPG bisa menghemat Pertamina sebesar USD 160 juta pertahun.

Namun, ia tidak bisa menjelaskan dimana Depo LPG dan SPBU Pertamina di Indonesia saat ini yang ada menjual produk Green gasoline dan Green LPG Pertamina, dan berapa harga jualnya.

Budi juga belum memberikan jawaban ketika ditanyakan apakah Pertamina bisa menjelaskan soal proyek Green Gasoline dan Green LPG dari kilang Plaju, supaya menjadi pengetahuan rakyat bahwa Pertamina telah berhasil mengolah CPO menjadi green Gasoline dan Green LPG secara ekonomis.

Tak hanya kepada Budi Santoso Syarif, urbannews juga telah melayangkan konfirmasi tersebut ke jajaran komisaris dan direksi PT Pertamina, namun tidak ada tanggapan alias bungkam hingga berita ini dilaporkan.(hen)

Berita Terbaru

Soal Pemilihan Mitra Investasi Pertagas di Proyek Pipa Blok Rokan Senilai Rp 4,3 Triliun, CERI: OJK Harus Beri Teguran Keras ke Dirut PGN Suko Hartono

URBANNEWS.ID - Direktur Eksekutif CERI, Yusri Usman menyatakan Direktur Utama PT PGN Tbk, Suko Hartono telah mempertontonkan tindakan tidak profesional,…

2 hari yang lalu

Nikmati Program Pemberdayaan Ekonomi dari HCML, Kades Mandangin: Kini Produk UMKM Kami Makin Bisa Bersaing

URBANNEWS.ID - Husky CNOOC Madura Limited (HCML) memberdayakan ekonomi warga di kepulauan Desa Mandangin, Sampang, Madura, Jawa Timur, melalui Program…

3 hari yang lalu

Kejar-kejaran Sengit Hingga ke Tikungan Terakhir, Sam Lowes Akhirnya Rajai Moto2 Aragon

URBANNEWS.ID - Pembalap Moto2, Sam Lowes akhirnya finis pertama di Seri Aragon, Minggu (18/10/2020) malam WIB. Sam Lowes terlibat kejar-kejaran…

4 hari yang lalu

CERI: Apakah Menteri BUMN dan Pertamina Holding Berani Kasih ‘Kartu Merah’ Dirut PGN?

Perilaku Dirut PT PGN Tbk Suko Hatono patut disesalkan. Ia terbukti benar telah mengadakan pertemuan dengan Dirut PT Isar Gas…

4 hari yang lalu

Soal ‘Duo Kebagusan’ di Pusaran Proyek Pipa Blok Rokan, Pengamat: Kepentingan Orang Banyak Akhirnya Dikalahkan

Defiyan Cori.foto/bumntrack.co.id URBANNEWS.ID - Pengamat Ekonomi Konstitusi, Defiyan Cori menilai ada orang dalam yang merupakan kroni Kebagusan di pusaran panasnya…

5 hari yang lalu

Aspek Indonesia Serukan Presiden Batalkan UU Cipta Kerja Tanpa Judicial Review

Presiden ASPEK Indonesia, Mirah Sumirat.foto/kspi.or.id URBANNEWS.ID - Asosiasi Serikat Pekerja (ASPEK) Indonesia meminta kebijaksanaan politik kepada Presiden Joko Widodo untuk…

6 hari yang lalu