Categories: MarketSido Muncul

Tolak Angin Sido Muncul Berhasil Tembus Pasar Arab Saudi di Tengah Pandemi Covid-19

Share

Pelepasan Ekspor Perdana Tolak Angin Sido Muncul ke Arab Saudi, Senin (10/8/2020) di Jakarta.foto/ist

URBANNEWS.ID - PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk sukses melakukan ekspor perdana produk Tolak Angin Cair ke Arab Saudi. Produk Sido Muncul yang mampu meningkatkan daya tahan tubuh (imun) di masa pandemi Covid-19 itu pun kian diminati.

"Ini suatu kebanggaan tentunya di tengah pandemi seperti ini. Konsumsi produk herbal adalah langkah pencegahan untuk melawan Covid-19 dan meningkatkan daya tahan tubuh kita. Tentunya Badan POM mengapresiasi Sido Muncul dalam upaya terus mengembangkan produk herbal tersebut agar dapat bersaing di global," kata Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Kusumastuti Lukito saat memberi sambutan dalam seremoni pelepasan ekspor perdana Sido Muncul ke Arab Saudi, di Jakarta, Senin (10/8/2020).

"Kami sudah melihat dan mendampingi berbagai ekspor Sido Muncul ke berbagai negara. Ini suatu kebanggaan melihat produk Sido Muncul bisa menembus pasar global," ujar Penny lagi.

Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat mengatakan, Tolak Angin memang bisa meningkatkan Sel T tapi tidak spesifik untuk menangkal virus tertentu. 

"Kasus Covid-19 misalnya, hanya bisa diatasi dengan vaksin. Begitu pun dengan virus-virus yang lain. Namun, Tolak Angin bisa diminum untuk menjaga agar daya tahan tubuh tetap kuat," ungkap Irwan.

"Seperti diberitakan, Universitas Oxford dengan Astra Zeneca (perusahaan farmasi) melakukan penelitian vaksin virus corona bahwa antibodi dan sel-T disebut dapat menekan hingga menetralkan virus yang terdeteksi (Covid-19)," lanjut Irwan Hidayat.

Peresmian ekspor perdana tersebut dilakukan secara virtual dari tiga lokasi, yaitu Pabrik Sido Muncul di Ungaran, Semarang, Jawa Tengah, kantor marketing Sido Muncul Jakarta, dan Arab Saudi. Acara pelepasan ekspor ditandai dengan pemotongan pita dan pemecahan kendi di Semarang.

"Saya berterima kasih kepada Badan POM yang sudah membantu dan memfasilitasi ekspor perdana ini hingga bisa terlaksana. Setelah ini, Sido Muncul berencana untuk melakukan ekspansi ke negara-negara lain," kata Irwan Hidayat.

Tolak Angin akan didistribusikan secara merata di seluruh mainstream market yang ada di Arab Saudi agar masyarakat mudah mendapatkan Tolak Angin. Sido Muncul memberangkatkan satu kontainer berukuran 20 feet produk Tolak Angin untuk dikirim ke Arab Saudi.

Dijelaskan, Tolak Angin telah melakukan Uji Khasiat atau Uji Manfaat pada tahun 2007 oleh Lembaga Penelitian Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang di bawah pimpinan Prof. dr. Edi Dharmana, M.Sc. Ph.D.Sp. 

Hasilnya minum Tolak Angin dua sachet dalam sehari terbukti meningkatkan sel-T secara umum yang merupakan indikator daya tahan tubuh, baik orang yang sehat maupun orang sakit.

"(Tolak Angin) lain dengan vaksin. Kalau vaksin yang Oxford itu kan katanya meningkatkan antibodi, limfosit T, protektif terhadap virus. Kalau obat stimulan seperti Tolak Angin (meningkatkan daya tahan tubuh) secara umum. Tidak spesifik terhadap Covid-19," tegasnya.

Selain itu, Tolak Angin juga telah melakukan Uji Toksisitas bekerja sama dengan Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma yang dipimpin oleh Apt Ipang Djunarko, M.Sc. Hasilnya Tolak Angin terbukti aman dikonsumsi selama 232 bulan selama sesuai dengan dosis yang ditentukan.

Keberhasilan Sido Muncul dalam mengekspor Tolak Angin tidak terlepas dari kepatuhan perusahaan dalam mentaati peraturan pemerintah dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Ekspor perdana Tolak Angin ke Arab Saudi menjadi bukti bahwa obat herbal asli Indonesia dapat diterima oleh negara lain.

Hadir pada kesempatan ini Direktur Pengawasan Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan Badan POM RI Drs. Martin Suhendri, Apt, M Farm, Direktur LPPOM MUI Dr. Ir. Lukmanul Hakim M,Si, Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Dr. Ir. Kasan Muhri, Konsul Jenderal Indonesia untuk Arab Saudi Eko Hartono, Presiden Direktur Mizanain Trading & Marketing Abdilah Bawazeer, Perwakilan Balai Karantina Pertanian Kelas I Semarang Heri Widarta, SP, M.Sc, dan Direksi Sido Muncul Maria Hidayat, Irnez Hidayat, Nadia Arditi, dan Roy Anton.(hen/info.pikiran-rakyat.com)

Berita Terbaru

Soal Pemilihan Mitra Investasi Pertagas di Proyek Pipa Blok Rokan Senilai Rp 4,3 Triliun, CERI: OJK Harus Beri Teguran Keras ke Dirut PGN Suko Hartono

URBANNEWS.ID - Direktur Eksekutif CERI, Yusri Usman menyatakan Direktur Utama PT PGN Tbk, Suko Hartono telah mempertontonkan tindakan tidak profesional,…

2 hari yang lalu

Nikmati Program Pemberdayaan Ekonomi dari HCML, Kades Mandangin: Kini Produk UMKM Kami Makin Bisa Bersaing

URBANNEWS.ID - Husky CNOOC Madura Limited (HCML) memberdayakan ekonomi warga di kepulauan Desa Mandangin, Sampang, Madura, Jawa Timur, melalui Program…

3 hari yang lalu

Kejar-kejaran Sengit Hingga ke Tikungan Terakhir, Sam Lowes Akhirnya Rajai Moto2 Aragon

URBANNEWS.ID - Pembalap Moto2, Sam Lowes akhirnya finis pertama di Seri Aragon, Minggu (18/10/2020) malam WIB. Sam Lowes terlibat kejar-kejaran…

4 hari yang lalu

CERI: Apakah Menteri BUMN dan Pertamina Holding Berani Kasih ‘Kartu Merah’ Dirut PGN?

Perilaku Dirut PT PGN Tbk Suko Hatono patut disesalkan. Ia terbukti benar telah mengadakan pertemuan dengan Dirut PT Isar Gas…

4 hari yang lalu

Soal ‘Duo Kebagusan’ di Pusaran Proyek Pipa Blok Rokan, Pengamat: Kepentingan Orang Banyak Akhirnya Dikalahkan

Defiyan Cori.foto/bumntrack.co.id URBANNEWS.ID - Pengamat Ekonomi Konstitusi, Defiyan Cori menilai ada orang dalam yang merupakan kroni Kebagusan di pusaran panasnya…

5 hari yang lalu

Aspek Indonesia Serukan Presiden Batalkan UU Cipta Kerja Tanpa Judicial Review

Presiden ASPEK Indonesia, Mirah Sumirat.foto/kspi.or.id URBANNEWS.ID - Asosiasi Serikat Pekerja (ASPEK) Indonesia meminta kebijaksanaan politik kepada Presiden Joko Widodo untuk…

6 hari yang lalu