Categories: Banda Aceh

Bangunan Pasar Ikan Kota Mini Aceh Pidie Terbengkalai, Berpotensi Jadi Kota Hantu

Share

Tokoh Masyarakat Pidie, Ir Hasbi Armas

URBANNEWS.ID - Pasar ikan kota Mini Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie yang sudah lama dibangun tak kunjung diresmikan Bupati Aceh Pidie. Dikhawatirkan bangunan yang sudah menelan anggaran miliaran Rupiah itu bisa jadi pasar hantu.

Demikian pernyataan Tokoh Aceh Pidie, Hasbi Armas yang diterima urbannews.id, Rabu (12/8/2020).

"Sudah jadi bangunan itu sejak tujuh bulan yang lalu, tapi belum diresmikan, padahal tujuan bangunan itu untuk mengurai kepadatan pasar ikan di Bereuneun yang sudah tidak layak lagi, karena sudah sangat padat dan akan membahayakan penyebaran Covid 19 bagi warga kota Bereuneun sekitarnya," ungkap Hasbi.

Menurut Hasbi, Dinas terkait dan Bupati Aceh Pidie harus segera menggunakan pasar tersebut agar tidak mubazir dan merugikan keuangan negara dan masayarakat sekitarnya.

"Jangan sampai semua bangunan ruko dan fasiltas terminal dan pasar yang sudah dibangun Pemda menjadi kota hantu. Padahal kota mini ini sudah dibangun oleh Pemda Aceh Pidie sejak tahun 1980-an. Tujuannya saat itu untuk mengurangi beban pasar Bereuneun," beber Hasbi.

Dijelaskan Hasbi, kala itu Pasar Bereuneun sudah tidak layak lagi menampung aktifitas sosial ekonomi masyarakat sekitarnya.

"Meskipun komplek pertokoan itu berada di kecamatan, namun perputaran uang di sini jauh lebih tinggi dari Kota Sigli, bahkan sekarang Bereuneun dari sisi PAD sudah layak dijadikan kotamadya yang dipimpin oleh seorang walikota," ujar Hasbi.

Sementara itu, dikutip dari sinarpidie.co, pembangunan pasar ikan Kota Mini di Kecamatan Mutiara, Kabupaten Pidie, Aceh terbengkalai. Pasar itu dibangun satuan kerja Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop-UKM) Pidie tahun 2019 lalu.

Pasar ikan itu memiliki empat toilet, satu sumur air tanah, enam kios berukuran 2 x 2 meter. Selain itu pasar ini juga memiliki satu pos pengamanan, dua puluh meja ikan, serta satu saluran drainase.

Page: 1 2

Berita Terbaru

Terimakasih HCML, Sudah Peduli pada Nelayan Desa Pulau Mandangin

Kepala desa Pulau Mandangin Saiful Anam menyerahkan bantuan PPM HCML 2020 berupa jaring purse sein kepada nelayan Pulau Mandangin, Minggu…

11 detik yang lalu

Sentil Optimalisasi Batu Bara Lamban, CERI: Jokowi Terkesan Mengeluh pada Presiden

Presiden Joko Widodo.foto/cnbcindonesia.com URBANNEWS.ID - Direktur Eksekutif CERI, Yusri Usman mengungkapkan tidak heran atas kondisi lambatnya pengembangan optimalisasi batu bara…

1 hari yang lalu

CBA Ungkap Kejanggalan Tender Pengadaan Mobil di Sekjen Kementerian Desa

URBANNEWS.ID - Di tengah-tengah Pandemi Covid-19, Center for Budget Analysis (CBA) menemukan dugaan tindak pidana korupsi di tubuh Kementerian Desa…

1 hari yang lalu

CERI Layangkan Surat Terbuka soal Beda Keterangan Petinggi PGN dan Pertagas tentang Proyek Pipa Blok Rokan Rp 4,3 Triliun

Direktur Eksekutif CERI, Yusri Usman melayangkan surat terbuka menyusul munculnya surat Corporate Secretary PT PGN Tbk Nomor: 030400S/HN.01.00/COS/2020 tertanggal 21…

3 hari yang lalu

Soal Pemilihan Mitra Investasi Pertagas di Proyek Pipa Blok Rokan Senilai Rp 4,3 Triliun, CERI: OJK Harus Beri Teguran Keras ke Dirut PGN Suko Hartono

URBANNEWS.ID - Direktur Eksekutif CERI, Yusri Usman menyatakan Direktur Utama PT PGN Tbk, Suko Hartono telah mempertontonkan tindakan tidak profesional,…

5 hari yang lalu

Nikmati Program Pemberdayaan Ekonomi dari HCML, Kades Mandangin: Kini Produk UMKM Kami Makin Bisa Bersaing

URBANNEWS.ID - Husky CNOOC Madura Limited (HCML) memberdayakan ekonomi warga di kepulauan Desa Mandangin, Sampang, Madura, Jawa Timur, melalui Program…

6 hari yang lalu