Categories: Opini

Harga BBM Tidak Turun: Rakyat Menuntut Ganti Rugi Rp 24 Triliun!

Share

Rata-rata konsumsi BBM per hari diasumsikan Maret: 120 ribu kl, April: 100 ribu kl, Mei: 111 ribu kl, dan Juni: 113 ribu kl.

Maka diperoleh perkiraan kelebihan bayar konsumen untuk semester-1 2020 Maret: Rp 3,3 triliun, April: Rp 6,4 triliun, Mei: Rp 8,9 triliun dan Juni: Rp 5,5 triliun. Sehingga total kelebihan bayar konsumen semester-1 2020 sekitar Rp 24,1 triliun.

Kelebihan bayar konsumen BBM Rp 24,1 triliun di atas adalah subsidi yang dipaksakan oleh pemerintah untuk dibayar oleh rakyat.

Padahal saat ini rakyat hidup susah akibat Covid-19, yang justru lebih butuh subsidi negara dibanding mensubsidi perusahaan negara.

Merujuk artikel IRESS 2 September 2020, pemerintah telah membebani Pertamina dengan kebijakan inkonstitusional dan melanggar aturan berupa: 1) signature bonus Blok Rokan Rp 11,3 triliun, 2) crude domestic yang dimark-up Rp 9,25 triliun, dan 3) beban bunga bond akibat kebijakan populis Pilpres 2019 Rp 3 tiriliun. Total beban keuangan sekitar Rp 23,55 triliun.

Kebijakan di atas dapat dianggap kejahatan konstitusional bernuansa moral hazard yang secara tidak langsung merugikan rakyat Rp 23.55 triliun.

Dampak langsung kebijakan inskonstitusional tersebut adalah rakyat gagal menikmati harga BBM murah karena harus mensubsidi Pertamina Rp 24,1 triliun melalui harga BBM yang tidak turun pada semester-1 2020. Karena itu wajar jika rakyat mengugat pemerintah demi tegaknya hukum dan keadilan.

Gugatan di atas telah diwujudkan Koalisi Masyarakat Penggugat Harga Bahan Bakar Minyak (KOMPHAK) melalui Surat Somasi kepada Presiden Jokowi. Surat Somasi diterima Setneg sesuai bukti penerimaan No.20MM-YFRC5S 9 Juni 2020.

Para anggota KOMPHAK adalah Dr. Marwan Batubara, Prof. Dr. Mukhtasor M.Eng., Dr. A. Yani SH, MH, Agung Mozin MSi, Drs. M.H. Taliwang MI.Kom., Dr. Taufan Maulamin, Djoko E. Abdurrahman, Agus M. Maksum SSi, Narliswandi, Bisman Bachtiar SH, MH, Muslim Arbi, A. Syebubakar, M.R. Kamidin, dan Darmayanto.

Sampai batas waktu Somasi berkahir, Presiden tidak memberi tanggapan. Karena itu, melalui Tim Advokat, KOMPHAK mengajukan Gugatan Citizen Law Suit (CLS) kepada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 24 Juli 2020, dengan Nomor Perkara 405/Pdt.G/2020. Tim Advokat KOMPHAK adalah Wirawan Adnan, SH, MH, Dr. M. Luthfie Hakim, SH, MH, M. Mahendradatta, SH, MA, MH, A. Michdan, SH, Munarman, SH, Djudju Purwantoro SH, A. Leksono, SH, Ichwan Tony, SH., C.I.L, dan Yushernita, SH.

Melalui Gugatan CLS, IRESS bersama KOMPHAK menuntut agar harga BBM segera diturunkan sesuai aturan dan formula yang berlaku.

Page: 1 2 3 4

Tags: BBM

Berita Terbaru

Aspek Indonesia Serukan Presiden Batalkan UU Cipta Kerja Tanpa Judicial Review

Presiden ASPEK Indonesia, Mirah Sumirat.foto/kspi.or.id URBANNEWS.ID - Asosiasi Serikat Pekerja (ASPEK) Indonesia meminta kebijaksanaan politik kepada Presiden Joko Widodo untuk…

16 Oktober 2020 | 11:13 WIB

PSHTN Fakultas Hukum UI Nyatakan RUU Cipta Kerja sebagai Proses Legislasi yang Ugal-ugalan

Pusat Studi Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Indonesia (PSHTN FHUI) menyatakan menilai bahwa proses pembentukan undang-undang saat ini bukan…

15 Oktober 2020 | 21:13 WIB

Hanya Tinggal Tiga Unit, Perumahan Palm Leaves Kasih Potongan Harga Hingga Rp 170 Juta

Pengembang perumahan Palm Leaves menggelar ajang promo uang muka (DP) 0 persen hingga 30 Oktober 2020 mendatang.

15 Oktober 2020 | 11:40 WIB

Batalkan UU Cipta Kerja: Proses Pemakzulan Jokowi Segera!

Pengunjuk rasa yang tergabung dalam Aliansi Bali Tidak Diam melakukan aksi menolak Omnibus Law di kawasan Renon, Denpasar, Bali, Kamis…

12 Oktober 2020 | 20:33 WIB

Gugatan Rp 1 Triliun Terhadap Plt Gubernur Aceh Mulai Disidang Pekan Depan

Gugatan class action terhadap Plt Gubernur Aceh terkait kebijakan stickering BBM melalui Surat Edaran No. 540/9186 yang diajukan oleh 24…

12 Oktober 2020 | 17:03 WIB

Ustad Abdul Somad Minta Ahda Persatukan Mataram dengan Agama

Kehadiran ulama beken, Ustadz Abdul Somad (UAS) dalam acara bertajuk Muslim United 3, Sabtu (10/10/2020) di Hotel Killa Senggigi, Lombok…

11 Oktober 2020 | 19:47 WIB