Categories: Opini

PLN Menjelma sebagai Perusahaan Outsourcing Listrik Terbesar di Dunia

Share
Jaringan Distribusi PLN

MENGAPA judulnya begitu? Karena illustrasinya begini. Pemerintah mulai tahun ini tidak membeli listrik lagi dari PLN, tapi ke kartel listrik swasta. PLN hanya sebagai agen pembelian yang diperkirakan mencapai Rp 400 Triliun di seluruh Indonesia.

Kemudian PLN yang hanya sebagai agen penjualan di bawah kartel, menjual listrik murah ke rakyat, hanya Rp 250 Triliun. Makanya tarif listrik stabil. Artinya Pemerintah terpaksa nombokin biaya listrik sebesar Rp 150 Triliun tahun ini ke kartel lewat PLN.

Nombok Rp 150 triliun

Nomboknya subsidi listrik ke kartel ini melonjak sampai Rp 150 Triliun dari biasanya yang hanya Rp 50 Triliun saat dikelola PLN langsung. Hal ini karena mulai tahun ini owner kelistrikan itu sudah berpindah dari PLN ke kartel listrik swasta.

Sedangkan PLN hanya melakukan fungsi pemeliharaan transmisi, distribusi, pekerjaan administrasi, menjadi juru tagih ke konsumen atas nama kartel, menyetor uang hasil tagihan konsumen ke kartel, termasuk membayar uang subsidi pemerintah yang Rp 150 Triliun tahun ini ke kartel.

Kesimpulannya, ibaratnya pemerintah ini memiliki mobil PLN. Nah akibat ulah oknum Menko, menteri dan lainnya, mobil PLN ini diparkir di garasi dan PLN dipaksa menyewa mobil sewaan para oknum pejabat tadi yang bekerja sama dengan asing dan aseng.

Orang-orang PLN cuma jadi driver, tukang bersihkan mobil, tenaga administrasi sewa menyewanya, dan seterusnya dalam status sebagai tenaga outsorcing tau OS.

So what? Nah kalau pegawai tetap PLN saja (kalau mau ngaku) statusnya saat ini hanya sebagai tenaga Outsourcing atau OS dari kartel listrik swasta itu, terus bagaimana dengan tenaga OS sebelummya yang bernama Cater dan Yantek itu?

Menurut saya ya bertambah jauh dari tuntutan untuk diangkat menjadi karyawan tetap! Apalagi kalau nanti Pemerintah tidak bisa berhutang keluar negeri lagi, karena kebanyakan hutang, untuk nombokin kelistrikan kartel swasta tersebut.

Maka kelistrikan Jawa-Bali akan dikelola langsung kartel di atas dengan menggunakan tenaga kerja mereka. Sehingga karyawan PLN dan OS PLN digantikan dengan orang-orang mereka.

Sedang PLN Luar Jawa akan diserahkan ke Pemda masing-masing dan selanjutnya PLN bubar. Dan tentunya tarif listrik, sesuai pengalaman Philipina dan Kamerun, naik empat kali lipat!

Page: 1 2

Berita Terbaru

CBA Serukan KPK Turun Tangan Usut Pelanggaran Kode Etik yang Bisa Berujung Tipikor di Proyek Pipa Blok Rokan

Ilustrasi KPK URBANNEWS.ID - Koordinator Center For Budget Analysis (CBA), Jajang Nurjaman menyatakan masalah seleksi pemilihan mitra investasi proyek Pipa…

1 hari yang lalu

Terimakasih HCML, Sudah Peduli pada Nelayan Desa Pulau Mandangin

Kepala desa Pulau Mandangin Saiful Anam menyerahkan bantuan PPM HCML 2020 berupa jaring purse sein kepada nelayan Pulau Mandangin, Minggu…

1 hari yang lalu

Sentil Optimalisasi Batu Bara Lamban, CERI: Jokowi Terkesan Mengeluh pada Presiden

Presiden Joko Widodo.foto/cnbcindonesia.com URBANNEWS.ID - Direktur Eksekutif CERI, Yusri Usman mengungkapkan tidak heran atas kondisi lambatnya pengembangan optimalisasi batu bara…

2 hari yang lalu

CBA Ungkap Kejanggalan Tender Pengadaan Mobil di Sekjen Kementerian Desa

URBANNEWS.ID - Di tengah-tengah Pandemi Covid-19, Center for Budget Analysis (CBA) menemukan dugaan tindak pidana korupsi di tubuh Kementerian Desa…

2 hari yang lalu

CERI Layangkan Surat Terbuka soal Beda Keterangan Petinggi PGN dan Pertagas tentang Proyek Pipa Blok Rokan Rp 4,3 Triliun

Direktur Eksekutif CERI, Yusri Usman melayangkan surat terbuka menyusul munculnya surat Corporate Secretary PT PGN Tbk Nomor: 030400S/HN.01.00/COS/2020 tertanggal 21…

4 hari yang lalu

Soal Pemilihan Mitra Investasi Pertagas di Proyek Pipa Blok Rokan Senilai Rp 4,3 Triliun, CERI: OJK Harus Beri Teguran Keras ke Dirut PGN Suko Hartono

URBANNEWS.ID - Direktur Eksekutif CERI, Yusri Usman menyatakan Direktur Utama PT PGN Tbk, Suko Hartono telah mempertontonkan tindakan tidak profesional,…

6 hari yang lalu