Categories: Opini

Beda Privatisasi Listrik di Indonesia dan Philipina

Share

Karena pengalaman di atas maka privatisasi PLN dilakukan secara merayap, atau 'creep privatization'. Tidak dengan menjual asset seperti NAPOCOR. Tetapi dengan 'menyingkirkan' pembangkit PLN secara pelan-pelan. Dan baru tuntas pada 2020 ini. Pembangkit PLN kurang dari 10%, itu pun yang fungsional seperti PLTGU dan PLTA sebagai penjaga frekuensi dan peaking.

Sedangkan ritail PLN dilakukan privatisasi secara terang-terangan oleh oknum Dirut PLN, karena kebetulan yang bersangkutan pengusaha, ke TW dan taipan 9 Naga yang lain dalam bentuk 'Whole Sale Market' seperti di SCBD, Central Park, Meikarta, dan lainnya, serta ke pabrik token.

Karena arah privatisasi PLN sudah ketahuan oleh rakyat, maka meskipun saat ini Jawa-Bali kelistrikannya sudah dikuasai kartel swasta, atau persatuan pengusaha pembangkit dan ritail, dan tarif listrik tentunya tarif komersial yang sangat mahal, karena kartel tidak mau rugi, tetapi semua produk listriknya 'diborong' oleh pemerintah.

Dan pemerintah dengan 'menggunakan' PLN berpura-pura memberlakukan kelistrikan seolah-olah bukan komersial, tetapi masih infrastruktur. Dan tarif listrik masih berkisar di harga rata-rata Rp 1.200,- per kWh.

Konsekuensinya, pemerintah tahun ini akan mengeluarkan subsidi listrik sebesar Rp 150 triliun, apalagi justru tarif akan diturunkan 25%. Padahal sebelum MBMS, akibat 90% dikuasai swasta, terjadi di Jawa - Bali, dan masih dikelola PLN secara langsung, subsidi hanya Rp 50 triliun per tahun.

Kesimpulannya, privatisasi di Philipina, semuanya dilakukan secara terang-terangan. Dan listrik langsung naik empat kali lipat! Di Indonesia, dilakukan secara 'halus' kecuali bagian ritailnya! Semua dengan memperbesar subsidi.

Page: 1 2 3

Berita Terbaru

CERI Layangkan Surat Terbuka soal Beda Keterangan Petinggi PGN dan Pertagas tentang Proyek Pipa Blok Rokan Rp 4,3 Triliun

Direktur Eksekutif CERI, Yusri Usman melayangkan surat terbuka menyusul munculnya surat Corporate Secretary PT PGN Tbk Nomor: 030400S/HN.01.00/COS/2020 tertanggal 21…

22 Oktober 2020 | 16:47 WIB

Soal Pemilihan Mitra Investasi Pertagas di Proyek Pipa Blok Rokan Senilai Rp 4,3 Triliun, CERI: OJK Harus Beri Teguran Keras ke Dirut PGN Suko Hartono

URBANNEWS.ID - Direktur Eksekutif CERI, Yusri Usman menyatakan Direktur Utama PT PGN Tbk, Suko Hartono telah mempertontonkan tindakan tidak profesional,…

20 Oktober 2020 | 16:54 WIB

Nikmati Program Pemberdayaan Ekonomi dari HCML, Kades Mandangin: Kini Produk UMKM Kami Makin Bisa Bersaing

URBANNEWS.ID - Husky CNOOC Madura Limited (HCML) memberdayakan ekonomi warga di kepulauan Desa Mandangin, Sampang, Madura, Jawa Timur, melalui Program…

19 Oktober 2020 | 15:01 WIB

Kejar-kejaran Sengit Hingga ke Tikungan Terakhir, Sam Lowes Akhirnya Rajai Moto2 Aragon

URBANNEWS.ID - Pembalap Moto2, Sam Lowes akhirnya finis pertama di Seri Aragon, Minggu (18/10/2020) malam WIB. Sam Lowes terlibat kejar-kejaran…

18 Oktober 2020 | 19:22 WIB

CERI: Apakah Menteri BUMN dan Pertamina Holding Berani Kasih ‘Kartu Merah’ Dirut PGN?

Perilaku Dirut PT PGN Tbk Suko Hatono patut disesalkan. Ia terbukti benar telah mengadakan pertemuan dengan Dirut PT Isar Gas…

18 Oktober 2020 | 14:12 WIB

Soal ‘Duo Kebagusan’ di Pusaran Proyek Pipa Blok Rokan, Pengamat: Kepentingan Orang Banyak Akhirnya Dikalahkan

Defiyan Cori.foto/bumntrack.co.id URBANNEWS.ID - Pengamat Ekonomi Konstitusi, Defiyan Cori menilai ada orang dalam yang merupakan kroni Kebagusan di pusaran panasnya…

17 Oktober 2020 | 21:13 WIB