Categories: City Government

Masalah Pendidikan Numpuk, Nadiem Disebut Gagal sebagai Mendikbud

Share

Menurut Adri, pembelajaran di rumah malah tidak menjadikan siswa belajar secara aktif. "Ketika guru memberikan tugas, siswa hanya melakukan copy-paste jawaban dari siswa lainnya. Setiap hari guru memberikan tugas hanya sebatas mengisi absen, tapi menyerah untuk mengevaluasi hasil belajar siswa. Menurut kami, Kemendikbud seharusnya mampu memonitoring dan mengevaluasi secara menyeluruh, bukan hanya kinerja guru, tapi juga perkembangan siswa yang selama ini belajar di rumah," lanjut Adri.

"Kami pun melihat bahwa kekurangan sarana-prasarana yang dialami siswa bukan sebatas persoalan gawai atau kuota untuk memenuhi kebutuhan belajar secara daring, tetapi juga kebutuhan finansial untuk mencetak tugas-tugas yang diberikan oleh guru. Selama kebijakan daring ditetapkan oleh Kemendikbud, sebagian besar guru memberikan tugas di hampir setiap harinya, lalu oleh orangtua siswa tugas itu juga dicetak setiap harinya, tugas-tugas yang diberikan dan dicetak hampir setiap hari itu jelas membutuhkan dana yang cukup besar bagi orangtua yang dirumahkan bahkan di PHK karena covid-19," ulas Adri.

Selain itu, kata Adri, pihaknya melihat banyak guru ekskul yang tidak diperhatikan sama sekali oleh Kemendikbud, kebijakan Kemendikbud dengan meniadakan belajar ekskul ini tidak dapat diterima sama sekali. 

"Selain mendiskriminasi guru ekskul, ini pun memperpanjang masalah perekomian Indonesia selama covid-19. Guru ekskul di Indonesia tergolong dalam guru silat, guru musik, guru seni, guru olahaga, dan guru budaya. Tentu guru ekskul ini memiliki jumlah yang sangat besar. Selain itu juga, guru ekskul memiliki nilai yang seharusnya diperhatikan, karena mereka mempertahankan eksistensi seni dan budaya di Indonesia yang menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah dan adat Indonesia," beber Adri.

Untuk diketahui, lanjut Adri, sebelum covid-19 mewabah di Indonesia, guru ekskul hanya mengandalkan pendapatan mereka setiap minggu di sekolah, lalu oleh kebijakan Kemendikbud kegiatan ekskul ditiadakan, maka pendapatan mereka pun hilang. 

Page: 1 2 3

Berita Terbaru

PSHTN Fakultas Hukum UI Nyatakan RUU Cipta Kerja sebagai Proses Legislasi yang Ugal-ugalan

Pusat Studi Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Indonesia (PSHTN FHUI) menyatakan menilai bahwa proses pembentukan undang-undang saat ini bukan…

6 hari yang lalu

Hanya Tinggal Tiga Unit, Perumahan Palm Leaves Kasih Potongan Harga Hingga Rp 170 Juta

Pengembang perumahan Palm Leaves menggelar ajang promo uang muka (DP) 0 persen hingga 30 Oktober 2020 mendatang.

6 hari yang lalu

Batalkan UU Cipta Kerja: Proses Pemakzulan Jokowi Segera!

Pengunjuk rasa yang tergabung dalam Aliansi Bali Tidak Diam melakukan aksi menolak Omnibus Law di kawasan Renon, Denpasar, Bali, Kamis…

1 minggu yang lalu

Gugatan Rp 1 Triliun Terhadap Plt Gubernur Aceh Mulai Disidang Pekan Depan

Gugatan class action terhadap Plt Gubernur Aceh terkait kebijakan stickering BBM melalui Surat Edaran No. 540/9186 yang diajukan oleh 24…

1 minggu yang lalu

Ustad Abdul Somad Minta Ahda Persatukan Mataram dengan Agama

Kehadiran ulama beken, Ustadz Abdul Somad (UAS) dalam acara bertajuk Muslim United 3, Sabtu (10/10/2020) di Hotel Killa Senggigi, Lombok…

1 minggu yang lalu

Rayakan Hari Ulang Tahun ke-24, XL Axiata Tegaskan Komitmen Terus Perluas Jaringan Hingga ke Pelosok Negeri

Rayakan Hari Ulang Tahun ke-24, XL Axiata Tegaskan Komitmen Terus Perluas Jaringan Hingga ke Pelosok Negeri

1 minggu yang lalu