Arsip Kategori: Denpasar

AirAsia Buka Lima Rute Penerbangan Domestik Baru Mulai Desember Ini

URBANNEWS.ID – Maskapai penerbangan AirAsia mengumumkan pembukaan lima rute penerbangan domestik baru. Kelima rute itu mulai beroperasi pada Desember 2020 mendatang.

Pembukaan rute ini guna mengakomodir permintaan pasar Indonesia yang mulai pulih di tengah pandemi Virus Corona saat ini.

Lima rute domestik terbaru AirAsia

  1. Jakarta-Padang: 10 kali penerbangan dalam seminggu
  2. Rute Jakarta-Pekanbaru: 10 kali seminggu
  3. Rute Jakarta-Palembang: 11 kali seminggu
  4. Rute Jakarta-Pontianak: 14 kali seminggu
  5. Rute Bandung-Bali: 3 kali seminggu

Direktur Utama AirAsia Indonesia, Veranita Yosephine Sinaga, mengapresiasi pemerintah dan para stakeholder yang telah mendukung pembukaan lima rute baru ini. Pembukaan lima rute baru ini merupakan jawaban atas masukan-masukan positif dari masyarakat yang menginginkan layanan kami hadir di daerahnya.

“Di kelima rute baru ini, kami berkomitmen untuk menghadirkan penawaran hemat dan melakukan promosi-promosi menarik, yang tidak lain bertujuan untuk mendukung pengembangan pariwisata tanah air dan juga pemulihan ekonomi nasional, sembari terus mempromosikan penerapan protokol kesehatan yang ketat untuk perjalanan udara,” ujar Veranita dikutip dari keterangannya, Jumat (13/11/2020).

Harga spesial mulai Rp 282 ribu

Dia mengatakan, pada rute baru ini AirAsia menawarkan harga spesial mulai Rp 282.000 untuk Jakarta-Palembang, Rp 428.000 untuk Jakarta-Pontianak, Rp 471.000 untuk Jakarta-Pekanbaru, Rp 489.000 untuk Jakarta-Padang, dan Rp745.000 untuk Bandung-Bali. Penawaran ini sudah termasuk bagasi gratis 15 kg per penumpang.

“Tiket sudah tersedia untuk dipesan melalui situs dan aplikasi airasia.com serta agen-agen perjalanan terkemuka di berbagai kota,” tambahnya.

Lebih lanjut menurutnya, rute baru ini juga bisa diakses dalam AirAsia Unlimited Pass yang sedang berlangsung saat ini. Para pemegang layanan itu bisa terbang sepuasnya ke lima rute baru itu.

“Kami sangat menantikan untuk dapat memperkenalkan standar keselamatan penerbangan kami dan mulai melayani pelanggan-pelanggan baru di lima rute ini,” tambah Vera.(hen/rls)

Bagikan

Manjakan Millenial Travellers, Citilink Buka Rute Baru Denpasar-Perth dan Denpasar-Kuala Lumpur

URBANNEWS.ID – Citilink Indonesia, maskapai berbiaya hemat (LCC) anak usaha Garuda Indonesia resmi membuka rute baru internasional dari Denpasar ke dua destinasi yaitu Perth, Australia dan Kuala Lumpur, Malaysia, (8/11/2019).

Direktur Utama Citilink Juliandra mengatakan bahwa kedua rute internasional baru ini merupakan rute yang cukup strategis dan diyakini mampu menarik minat masyarakat terutama para millenials traveller.

“Selain Australia, rute dari Denpasar ke Kuala Lumpur juga memiliki pasar yang cukup menjanjikan, terutama para wisatawan mancanegara dari Kuala Lumpur yang ingin berlibur ke pulau dewata,” katanya.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa wisatawan mancanegara asal Malaysia dan Australia menjadi wisatawan dengan jumlah kunjungan wisatawan terbanyak ke Indonesia.

Wisatawan Malaysia menjadi wisatawan dengan jumlah kunjungan terbanyak yaitu mencapai 2,34 juta kunjungan dan wisatawan Australia menjadi wisatawan dengan jumlah kunjungan terbanyak keempat yaitu 1,02 juta kunjungan selama periode Januari-September 2019.

Rute Denpasar-Perth dan Denpasar-Kuala Lumpur ini merupakan rute penerbangan internasional Citilink yang ke-7 dan ke-8 setelah sebelumnya Citilink telah membuka berbagai rute internasional lainnya yaitu Jakarta-Penang, Jakarta-Kuala Lumpur, Surabaya-Kuala Lumpur, Jakarta-Phnom Penh, Denpasar-Dili dan Denpasar-Kunming.

Juliandra juga menjelaskan bahwa Citilink Indonesia optimis dapat mencapai target keterisian kursi (Seat Load Factor – SLF) sebesar 75% pada Denpasar-Perth dan 77% pada rute Denpasar-Kuala Lumpur mengingat Bali merupakan destinasi wisata primadona Indonesia yang sudah terkenal di seluruh dunia.

Ia menambahkan bahwa sebagai maskapai yang mendapat penghargaan LCC bintang 4 versi Skytrax selama 2 periode berturut-turut, Citilink sangat mengutamakan service dan kenyamanan penumpang termasuk memiliki konfigurasi yang cukup luas dengan spacious leg room, serta layanan terbaru lainnya walaupun dengan harga tiket yang cukup terjangkau. “Hal ini menjadi keunggulan Citilink yang kami harapkan mampu menarik masyarakat untuk terbang bersama kami ke rute-rute internasional baru ini,” tambahnya.

Rute ini juga diharapkan mampu memudahkan wisatawan Malaysia dan Australia yang memiliki rencana penerbangan lanjutan ke Perth maupun Kuala Lumpur mengingat kedua penerbangan tersebut memiliki jadwal yang terhubung.

“Citilink Indonesia adalah salah satu maskapai penerbangan yang sudah aktif membuka rute baru dari Indonesia ke Bandara Internasional KL (Kode IATA: KUL) dan Bandara Internasional Penang (Kode IATA: PENA). Denpasar-Kuala Lumpur adalah rute internasional keempat yang diterbangi maskapai ini ke Malaysia setelah Jakarta-Penang, Surabaya-Kuala Lumpur dan Jakarta-Kuala Lumpur. Saat ini, ada lima maskapai lain yang mengoperasikan rute ini dari KUL. Total pergerakan penumpang untuk rute Indonesia-Malaysia telah mengalami peningkatan 4,9% dari Januari hingga Oktober 2019 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu,” ketua pelaksana grup Bandara Malaysia, Raja Azmi Raja Nazuddin juga menjelaskan.

Jadwal penerbangan Denpasar-Perth dengan nomor penerbangan QG 542 beroperasi setiap hari menggunakan pesawat Airbus A320 berkapasitas 180 penumpang pada pukul 01:00 – 04:40 Local Time. Sedangkan rute Perth-Denpasar dengan nomor penerbangan QG 543 beroperasi setiap hari pukul 09:40 – 13:30 Local Time. Dengan schedule ini para wisatawan dari Perth bisa tiba di Denpasar tepat sebelum jam check-in hotel dan ketika kembali ke Perth pun masih bisa menikmati siang dan matahari terbenam di Bali.

Sementara itu, penerbangan Denpasar-Kuala Lumpur dengan nomor penerbangan QG 525 beroperasi setiap hari menggunakan pesawat Airbus A320 berkapasitas 180 penumpang pada pukul 14:45 – 17:40 Local Time. Rute Kuala Lumpur-Denpasar dengan nomor penerbangan QG 527 beroperasi setiap hari pukul 18:35 – 22:05 Local Time.(hen/kontan.co.id)

Bagikan

Dewa Made Juniarto Sastrawan, Putra Terbaik Bali Dipercaya Jabat Dubes Zimbabwe dan Zambia

Dewa Made Junianto Sastrawan. foto/net

DARI 16 Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk negara-negara sahabat yang dilantik Presiden Jokowi di Istana Negara Jakarta, Senin (7/1), satu di antaranya putra terbaik Bali. Dia adalah Dewa Made Juniarta Sastrawan, 58, diplomat asal Desa Patemon, Kecamatan Seririt, Buleleng yang dilantik sebagai Dubes untuk Zimbabwe dan Zambia. 

Ini untuk kedua kalinya Dewa Juniarta Sastrawan dipercaya menjadi Dubes. Sebelumnya, alumnus SMAN 1 Singaraja dan S1 Fakultas Ekonomi Unud ini juga sempat dipercaya menjadi Dubes RI untuk Swedia dan Latvia periode 2012-2016. Sebelum kembali ditunjuk sebagai Dubes Zimbabwe dan Zambia, diplomat kelahiran 16 April 1961 ini sempat selama 2 tahun dipinjam Kementerian Perhubungan untuk pegang jabatan sebagai Staf Khusus Menteri Perhubungan Bidang Hubungan Internasional (2016-2018).

Jadi, bagi Juniarta Sastrawan, mendapat penugasan kembali sebagai Dubes untuk dua negara di belahan Afrika bukan masalah. Pasalnya, pria yang sudah selama 32 tahun menjadi diplomat ini sudah punya pengalaman sebagai Dubes untuk dua negara belahan Eropa, yakni Swedia dan Latvia. Rencananya, Juniarta Sastrawan akan terbang ke Zimbabwe untuk emban tugas sebagai Dubes, pertengahan atau akhir Februari 2019 mendatang.

“Setelah dilantik hari ini (Senin), saya tidak langsung pergi ke Zimbabwe, karena ada prosesnya. Saya baru berangkat pertengahan atau akhir Februari nanti. Yang jelas, bagi saya, penugasan ini adalah sebuah amanah dari negara. Mudah-mudahan saya bisa menjalankan tugas yang diberikan oleh Presiden dan Ibu Menteri Luar Negeri,” ujar Juniarta Sastrawan kepada NusaBali di Jakarta, Senin sore.

Juniarta Sastrawan sendiri terpilih kembali sebagai Dubes setelah melalui seleksi di Komisi I DPR RI, September 2018 lalu. Kemudian, Presiden atas saran Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menempatkan Juniarta Sastrawan di Zimbabwe dan Zambia. Di negara belahan Afrika itu, dia bertugas untuk menjalin kerjasama dan meningkatkan ekspor Indonesia, selain juga membantu kedua negara tersebut.

Menurut Juniarta Sastrawan, seumlah agenda telah disiapkan selaku Dubes Zimbabwe dan Zambia. Di antaranya, rencana akan menjual pesawat serta mengekspor kelapa sawit dan minyak sawit ke Zimbabwe dan Zambia. Kemudian, memenuhi kebutuhan manufaktur kedua negara tersebut, seperti pakaian dan alas kaki. 

Selain itu, juga menjalin kerjasama di bidang kesehatan. Dalam bidang kesehatan, Indonesia akan membantu kedua negara tersebut untuk mengembangkan Puskesmas dan Posyandu. Bahkan, petugas para medisnya nanti dilatih di Indonesia atau Indonesia mengirimkan tenaga ahli untuk melatihnya di negara tersebut. “Nantinya, obat-obatan diekspor dari Indonesia,” papar anak sulung dari empat bersaudara keluarga pasangan Bagus Made Rai (almarhum) dan Ayu Putu Yuniarthi ini.

Sedangkan di bidang infrastruktur, kata Juniarta Sastrawan, perusahaan milik pemerintah yakni PT WIKA dan PT Timah akan membantu Zimbabwe membuat smelter. “Kalau Zambia lebih maju dari Zimbabwe, tapi kami juga akan menjual lokomotif buatan PT INKA kepada mereka. Saat ini, masih dalam tahap pembicaraan,” tandas Juniarta Sastrawan.

Menurut Juniarta Sastrawan, lokomotif yang akan dijual ke Zambia berharga 3,5 juta dolar AS per unit. Zambia berencana membeli 30 unit lokomotif dari Indonesia. “Bila terwujud, ini merupakan sebuah terobosan karena baru pertama kali di Afrika. Mudah-mudahan bisa terwujud,” jelas ayah dua anak dari pernikahannya dengan Desak Agung Mei Herawati Hana Sastrawan ini.

Dewa Made Juniarta Sastrawan mengawali karier di Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI sejak tahun 1986 silam. Dia tanpa sengaja menjadi diplomat. Kala itu, dia mengikuti seminar tentang Pariwisata ASEAN yang digelar Kemenlu di Unud Denpasar, akhir Desember 1985. Kebetulan, Juniarta Sastrawan menjadi pembicara mewakili mahasiswa dalam seminar tersebut.

Gaya bicaranya yang bagus dan lugas, memikat Kemenlu untuk menarik Juniarta Sastrawan berkarir di instansi tersebut. Dia diberitahu bahwa Kemenlu ada pembukaan untuk posisi diplomat. Nah, Juniarta Sastrawan yang lulusan Fakultas Ekonomi Unud 1985 pun langsung ajukan lamaran. 

“Saya tamat di Unud tahun 1985, tapi wisuda Januari 1986. Nah, Februari 1986, saya ikut tes di Kemenlu, Jakarta,” kenang ayah dari Dewa Ayu Eka Savitri Sastrawan, Dewa Ayu Dwi Damayanti Sastrawan, dan Dewa Ayu Tri Sadyani Sastrawan ini.

Ternyata, Juniarta Sastrawan dinyatakan lolos seleksi calon diplomat di Kemenlu RI. Setelah dinyatakan lolos, pada April 1986 dia menempuh pendidikan di Sekolah Dinas Luar Negeri, Jakarta. Tamat dari sekolah dinas, Juniarta Sastrawan langsung mendapat penugasan sebagai Staf Perutusan Tetap RI untuk PBB di New York, Amerika Serikat (1990-1994).

Selepas tugas di New York, Juniarta Sastrawan pulang ke tanah air dan dipercaya menjadi Kepala Seksi Perjanjian Lingkungan Hidup Multilateral Kemenlu (1995-1996). Selanjutnya, dia menjadi Staf Biro Administrasi Menteri Luar Negeri (1994-1995), Konsul Ekonomi di KJRI Hongkong (1996-2000), Wakil Direktur untuk Kerjasama Ekonomi APEC Kemenlu (2000-2004), Wakil Dubes di KBRI London (2004-2008), dan Direktur Eropa Barat Kemenlu (2008-2011). Puncaknya, doplomat bertubuh langsung yang sempat sekolah di SMPN 1 Singaraja dan SMPN 1 Denpasar ini dipercaya menjadi Dubes RI untuk Swedia dan Latvia (2012-2016).

Balik ke Indonesia setelah jadi Dubes, Juniarta Sastrawan ditarik menjadi Staf Khusus Menteri Perhubungan Bidang Hubungan Internasional (2016-2018). “Saat itu, Kementerian Perhubungan dipimpin Pak Ignatius Jonan. Beliau meminjam saya dari Kemenlu. Menlu dan saya setuju, apalagi posisinya masih berkaitan dengan diplomasi, yakni di bagian Hubungan Internasional,” tandas Juniarta Sastrawan.

Kemudian, Juniarta Sastrawan mengikuti fit and proper test calon Dubes di Komisi I DPR RI, September 2018 kemarin. Ternyata, putra terbaik Bali asal Buleleng ini dinyatakan lolos dan ditempatkan sebagai Dubes RI untuk Zimbabwe dan Zambia selama 3 tahun ke depan. “Saya tidak ada nazar lolos menjadi Dubes. Lagipula, ini adalah hal biasa dalam sebuah penugasan. Paling saya hanya memberi tahu saudara-saudara melalui telepon saja,” papar Juniarta Sastrawan.

Ketika dilantik jadi Dubes, Senin lalu, Juniarta Sastrawan ditemani istrinya, Desak Agung Mei Herawati Hana Sastrawan, serta sang anak sulung Dewa Ayu Eka Savitri Sastrawan dan anak bungsu Dewa Ayu Tri Sadyani Sastrawan. Selain itu, ibundanya yang kini berusia 83 tahun, Ayu Putu Yuniarthi, juga ikut hadir. Sedangkan anak keduanya, Dewa Ayu Dwi Damayanti Sastrawan, tidak hadir lantaran tinggal di Swedia bersama keluarganya.

Dewa Made Juniarta Sastrawan merupakan putra terbaik Bali ketiga yang kini emban tugas sebagai Dubes negara sahabat. Selain dia, ada dua putra Bali lainnya yang telah lebih dulu dilantik jadi Dubes, 23 Desember 2015 lalu. Mereka masing-masing I Gede Ngurah Swajaya SH, 57 (diangkat jadi Dubes RI untuk Singapura) dan I Gusti Agung Wesaka Puja MA, 57 (Dubes RI untuk Kerajaan Belanda).

Gede Ngurah Swajaya adalah diplomat kelahiran Singaraja, Buleleng, 11 Maret 1962. Sebelum diangkat jadi Dubes Singapura, Gede Ngurah Swajaya sempat dipercaya Wakil Tetap RI untuk PBB Wialayah Asia Tenggara. Sedangkan IGA Wesaka Puja adalah dipolat asal Desa Keramas, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar. Sebelum dilantilk jadi Dubes RI untuk Belanda, Wesaka Puja sempat dipercaya sebagai Dubes RI untuk Austria, Slovenia, dan Wakil Tetap RI untuk PBB serta organisasi lainnya ketiak dilantik Presiden (waktu itu) SBY, Januari 2010.(nusabali.com)

Bagikan