Arsip Kategori: Semarang

Proyek Gedung DPRD Purbalingga Kemahalan Rp 1,5 Miliar, CBA Minta KPK Periksa Bupati Dyah Hayuning Pratiwi

Jajang Nurjaman

URBANNEWS.ID – Lembaga Center for Budget Analysis (CBA) menemukan dugaan penyelewengan anggaran pada Pemerintah Kabupaten Purbalingga. Dugaan penyelewengan anggaran ini terkait Proyek Pembangunan Gedung DPRD.

Demikian diungkapkan Koordinator CBA, Jajang Nurjaman kepada urbannews.id, Kamis (19/11/2020)

“Pemkab Purbalingga melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang di tahun 2019 melaksanakan proyek Pembangunan Gedung DPRD. Untuk proyek ini anggaran yang disiapkan sebesar Rp 7,7 miliar. Kemudian pada April 2019 dilaksanakan proses tender dengan mekanisme pasca kualifikasi sistem gugur untuk mencari harga terendah,” beber Jajang.

Dalam tender itu, kata Jajang, terdapat 63 peserta. Selanjutnya Pemkab Purbalingga memenangkan CV Bintang Perwira yang beralamat di Perum Bumi Padamara Baru, Desa Bojanegara RT 01/03, Kec. Padamara, Kab. Purbalingga. Kedua belah pihak menyepakati nilai kontrak sebesar Rp6.171.000.000.

“CBA menduga pelaksanaan proyek ini dibumbui kejanggalan aneh antar oknum Pemkab Purbalingga dan swasta, hal ini terlihat dari tiga kejanggalan. Pertama, pihak Pemkab Purbalingga menetapkan Harga Perkiraan Sendiri proyek terlalu tinggi sebesar Rp7.713.550.000. Hal ini menjadi keuntungan bagi swasta dalam mengajukan tawaran nilai kontrak semahal mungkin,” ungkap Jajang.

Menurut Jajang, nilai kontrak yang diajukan CV PB, yang kemudian menang tender, sebesar Rp6.171.000.000 menurut pihaknya terlalu mahal. Bahkan jika dibandingkan penawar terendah CV Permata senilai Rp 5,9 miliar ada selisih sebesar Rp211 juta.

“Kedua, terjadi tiga kali addendum atau perubahan kontrak, perubahan addendum terakhir pada 20 Desember 2019. Hal ini menunjukan ada ketidakberesan dalam pelaksanaan proyek Pembangunan Gedung DPRD Pemkab Purbalingga,” ulas Jajang.

Kemudian, lanjut Jajang, terdapat kekurangan volume pekerjaan berupa pekerjaan keramik, urugan pasir, sirtu, plesteran, acian, kusen, pekerjaan sanitasi, pekerjaan elektrikal, dan pekerjaan pemadam kebakaran.

“Hal ini semakin menunjukkan proyek Gedung DPRD Pemkab Purbalingga diduga dikerjakan asal-asalan,” beber Jajang.

Akibat hal di atas, kata Jajang, dalam pelaksanaan proyek pembangunan gedung DPRD Pemkab Purbalingga, CBA menemukan pemborosan anggaran sebesar Rp 1,5 miliar.

“CBA mendorong pihak berwenang khususnya KPK untuk segera turun tangan melakukan penyelidikan atas proyek pembangunan gedung DPRD Pemkab Purbalingga. Panggil dan periksa pejabat terkait seperti Pokja ULP, serta PPK. Dan Panggil Bupati Dyah Hayuning Pratiwi selaku Kuasa Pengguna Anggaran untuk dimintai keterangan,” tutup Jajang.(hen)

Bagikan

Resmi Beroperasi, Hotel Tentrem Semarang Sajikan Menu Sarapan Buatan UMKM

Hotel Tentrem Semarang resmi mulai beroperasi, Kamis (13/8/2020). foto/rmoljateng.com

URBANNEWS.ID – Meski situasi masih pandemi Covid-19, management Hotel Tentrem Semarang tetap optimis kalau perekonomian khususnya sektor perhotelan akan bangkit. 

Hal tersebut ditandai dengan beroperasinya Hotel, Apartemen dan Mall Tentrem yang ada di Jalan Gajah Mada Kota Semarang, Kamis (13/8/2020).

Peresmian ditandai dengan pemotongan pita yang dihiasi dengan bunga serta pelepasan puluhan balon ke udara oleh menagament.

CEO Hotel Tentrem, Irwan Hidayat mengatakan, launching Hotel, Apartemen dan Mall Tentrem Semarang sengaja digelar pada 13 Agustus karena bertepatan dengan ulang tahun pendiri PT Sido Muncul. 

“Nanti kalau tidak beroperasi malah bisa-bisa perekonomian semakin memburuk. Ini sudah kami pertimbangkan secara matang,” kata Irwan dalam sambutanya.

Irwan juga mengatakan, Hotel Tentrem memiliki layanan breakfast yang berbeda dari yang lain. Yaitu dengan memberdayakan produk makanan dan minuman dari UMKM. 

“Diantaranya ada Soto Bokoran, Wedang Tahu, Tahu Pong, Nasi Gudeng Abimanyu, Nasi Gandul, Lumpia, Asem-asem, nasi ayam, warung pecel dan lainnya,” terang Irwan.

Menurut Irwan, adanya layanan breakfast di dalam Hotel Tentrem itu diharapkan memudahkan pengunjung hotel dalam memenuhi kebutuhan makan. 

“Pengunjung tidak perlu keluar kompleks hotel untuk cari makan,” lanjut Irwan.

Irwan juga menyatakan, kemitraan dengan UMKM itu akan diganti secara berkala. Pergantian mitra UMKM itu dimaksudkan agar semua UMKM di Kota Semarang bisa turut merasakan manfaat dengan adanya Hotel Tentrem.

“Misalnya, kalau yang hari ini usahanya sudah jadi lebih baik, ya akan kami ganti dengan yang lain,” sebutnya.

Di sisi lain, Irwan berharap kehadiran Hotel Tentrem bisa berkontribusi baik untuk pemerintah kota Semarang melalui pajak. 

Ia menuturkan, nilai proyeksi pembangunan hotel itu mencapai sekitar Rp 1,2 triliun. Nantinya nilai pajak yang akan masuk ke pemkot bisa mencapai Rp 30 Milyar per tahun. 

Irwan juga berharap, kehadiran Hotel Tentrem bisa membuat perekonomian warga kota Semarang lebih baik, utamanya di tengah pandemi corona. 

“Hotel Tentrem menyerap banyak warga Kota Semarang untuk menjadi pegawainya,” pungkas Irwan.(hen/rmoljateng.com)

Bagikan