URBANNEWS.ID – Proses konversi Bank Riau Kepri menjadi bank syariah, sangat layak dipercepat dan dilanjutkan. Pasalnya, bukan hanya masyarakat Muslim, produk perbankan syariah dari Bank Riau Kepri justru lebih banyak diminati non muslim.
Demikian keterangan Anggota Komisi III DPRD Riau, Sofyan Siroj kepada urbannews.id, Sabtu (13/6/202).
“Dari kunjungan kerja kami ke BRK Cabang Bagan Siapiapi, justru diketahui bahwa produk syariah BRK itu, khususnya tabungan, lebih banyak disukai oleh saudara kita yang non muslim,” ungkap Sofyan Siroj.
Sofyan mengatakan, masyarakat Riau menurutnya tentu akan lebih bangga dengan BRK menjadi bank syariah. “Karena sistem syariah ini sudah terbukti berkah dan lebih menguntungkan untuk nasabah,” jelas Sofyan.
Hanya saja, lanjutnya, memang perlu peningkatan kualitas sistem layanan pada perbankan syariah Bank Riau Kepri. “Kalau yang konvensional memang sudah lengkap layanananya, nah sekarang tinggal memperbaiki sistem layanan perbankan syariahnya,” ungkap Sofyan.
Rombongan Komisi III DPRD Provinsi Riau melakukan kunjungan kerja ke salah satu BUMD Riau yaitu Bank Riau Kepri Cabang Bagan Siapi-api, 11 Juni 2020 lalu. Tujuan kunjungan itu antara lain untuk melihat perkembangan PT BRK Cabang Bagan, mulai dari kinerja manajemen, hingga cek kondisi fasilitas yang dimiliki dan capaian target yang ditetapkan.
“Rombongan Komisi III DPRD yang terdiri dari ketua komisi dan anggota, serta tim ahli dan staf yang turut mendampingi. Sebelum kunjungan kerja dilaksanakan oleh Komisi III, identifikasi masalahnya adalah dari laporan capaian dan target PT BRK pusat yang menyatakan perolehan pendapatan hanya Rp 72 M dari target yang ditetapkan Rp 114 Miliar. Maka atas dasar hal terebut Komisi III DPRD Riau melakukan pengamatan langsung di beberapa cabang-cabang PT BRK untuk mengetahui kondisi objektif yang dihadapi di daerah sehingga mempengaruhi pendapatan,” ungkap Sofyan Siroj.
Lebih lanjut dikatakan politisi PKS ini, dari hasil kunjungan kerja Komisi III DPRD Riau, diketahui kondisi PT BRK cabang Bagan sangat bagus.
“Dalam kunjungan tersebut didapatkan data bahwa laba yang diperolehi melebihi dari target yang ditetapkan, dari target Rp 32 Miliar capaian yang diperoleh Rp 54 Miliar. Selanjutnya persentase NPL pada PT BRK Cabang Bagan sebesar 0,45%, artinya ini termasuk dalam kategori sangat baik, dalam ketentuan tergolong wajar 5%. Namun PT BRK Bagan tidak sampai 1%,” beber Sofyan.
Namun di samping presentase yang diperoleh PT. BRK Bagan, kata Sofyan, memang produk Mobile Banking belum dapat berjalan dengan maksimal, karena fitur-fitur yang ada masih terbatas untuk memberikan kepuasan kepada nasabah. Di antaranya seperti untuk pembayaran PLN, Top Up lainnya yang masih terbatas.
“Komisi III DPRD Riau selaku legislatif yang memiliki fungsi pengawasan dalam hal ini memberikan apresiasi atas kinerja baiknya PT BRK Cabang Bagan dan memberikan masukan agar dapat lebih meningkatkan kinerja sehingga nantinya dapat dijadikan cabang percontohan PT BRK,” tambah Sofyan.(hen)
