Dirut dan Sekper Pertagas Berkelit Soal Pemilihan Partner Investasi Proyek Pipa Blok Rokan Senilai USD 300 Juta

oleh

Sama halnya juga dengan konfirmasi urbannews.id mengenai apakah benar informasi yang beredar luas bahwa Suko Hartono sebagai Direktur Utama PT PGN Tbk ada melakukan upaya menggunakan kekuasaannya untuk mempengaruhi pejabat-pejabat di Pertagas untuk memenangkan PT Isar Gas.

Padahal tim Urbanews mendapat informasi bahwa hanya dua perusahaan saja yang mengikuti beauty contest, yaitu PT Rukun Raharja Tbk dan PT Isar Gas, kalau informasi ini benar tentu mengandung keanehan dan tanda tanya besar, mengapa hanya dua perusahaan saja yang diundang, apakah ini tidak berpontesi besar bisa terjadi kongkalikong yang melanggar aturan.

Proyek Rp 4,3 Triliun lebih

Sementara itu, dilansir kontan.co.id, Kamis (11/9/2020), Pelaksanaan proyek pipa Blok Rokan menjadi salah satu fokus utama jelang alih kelola dari Chevron Pacific Indonesia ke PT Pertamina pada Agustus 2021 mendatang.

Direktur Utama PT Pertamina Gas (Pertagas) Wiko Migantoro mengungkapkan, proyek ini masih ditargetkan rampung pada Agustus 2021 bersamaan dengan alih kelola Blok Rokan.

“Perkembangan fisik sudah 16,5%. Pipa sudah tiba di lokasi dan proses pengelasan sudah dimulai,” ujar Wiko kepada Kontan.co.id, Jumat (11/9/2020).

Wiko menturkan, mayoritas tahapan yang telah rampung didominasi oleh fabrikasi pipa. Adapun, fabrikasi pipa ini dilakukan dengan menggandeng PT Krakatau Steel Tbk (KRAS).

Wiko melanjutkan, proyek pipa yang sedianya bakal menelan belanja modal sebesar US$ 450 juta berhasil dipangkas menjadi sebesar US$ 300 juta.

Pemangaksan diperoleh melalui optimasi mulai dari tahapan perencanaan saat Final Investment Decision (FID) dan optimasi pada proses procurement. Kendati demikian, Wiko belum mau buka-bukaan soal realisasi serapan belanja modal hingga saat ini.

Ia menambahkan, pandemi covid-19 tidak menghambat jalannya proyek. “Tidak ada kendala kita tetap laksanakan protokol covid-19,” kata Wiko.

Dalam pemberitaan Kontan.co.id, PGN melalui Pertagas melaksanakan pembangunan pipa minyak Rokan sepanjang 367 km yang berada di koridor Minas – Duri – Dumai dan Koridor Balam-Bangko-Dumai, Wilayah Kerja Rokan.

Jaringan pipa berukuran 4 inchi sampai 24 inchi itu diharapkan dapat memperkuat portofolio dan meningkatkan pendapatan transportasi migas PGN, meningkatkan lifting dari Blok Rokan, serta mendorong tingkat efisiensi biaya pelaksanaan proyek strategis nasional.