Pertanyakan Sebab Pencopotan Tiga Pejabat Polda Kalsel, IPW: Apa Berkaitan dengan Perang Mafia Tambang?

oleh
uc?export=view&id=1wRantaZc HmPRqldn8IVSsqIU3OqL Pw
Neta S Pane. foto/id.wikipedia.org

URBANNEWS.ID – Ketua Presidium Indonesia Police Watch, Neta S Pane, Neta S Pane, Rabu (23/9/2020), mengungkapkan sudah lima hari kasus pencopotan tiga pejabat Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) terjadi.

Menurut Neta, Kapolri Idham Azis mencopot ketiganya dari jabatannya. Tapi hingga kini Mabes Polri belum menjelaskan secara terang benderang penyebab pencopotan itu.

“Ind Police Watch (IPW) menilai jika kasus pencopotan ini ditutup-tutupi, terlihat bahwa Polri tidak promoter untuk menyelesaikan kasus tersebut. Sebab beredar berbagai kabar negatif di balik pencopotan ketiga pejabat Polda Kalbar itu. Sehingga menjadi tanda tanya benarkah pencopotan itu berkaitan dengan perang mafia tambang di Kalsel, yang berkaitan dengan Pilkada?,” beber Neta.

“Benarkah ada kelompok yang sedang berusaha hendak melakukan penggusuran terhadap kekuatan mafia tambang kelompok HI kepada kelompok HA. Selama ini HI terkenal sangat dekat dengan para petinggi kepolisian maupun petinggi negara. Dia bahkan bisa mengatur posisi aparatur kepolisian. Sehingga HI kerap dapat julukan sebagai ‘kapolri swasta’,” lanjut Neta.

Saking kuatnya, ungkap Neta, tidak ada satu orang pun yang berani menyentuh HI. “Belakangan HI ribut besar dengan kelompok HA mafia lama di dunia tambang. Keributan kedua kelompok mafia ini tidak hanya di dunia tambang, tapi juga sudah melebar ke arena Pilkada. Sebab keduanya punya jago masing-masing. Sepertinya dalam pertarungan ini kelompok HI kalah kuat. Sebab ‘orang-orangnya’ di jajaran kepolisian maupun pemerintahan sudah tergusur, sehingga otomatis kekuatannya semakin pudar,” beber Neta.

Lalu, diungkapkan Neta, apa kaitannya dengan dicopotnya ketiga pejabat Polda Kalsel itu? “Disinilah Mabes Polri harus bersikap transparan dan promoter untuk menuntaskannya. Apalagi wilayah kerja ketiga pejabat Polda yang dicopot itu tidak jauh-jauh dari arena pertarungan para mafia tambang tersebut,” beber Neta.

Menurut Neta, Kapolri Jenderal Idham Aziz sendiri mengeluarkan telegram dengan nomor ST/2710/IX/KEP/2020. Dalam surat yang mengejutkan tersebut dicopot beberapa pejabat yang bertugas di bawah Polda Kalimantan Selatan.

“Dalam surat telegram tertanggal 18 September itu disebutkan mereka yang dicopot, pertama Wadireskrimum Polda Kalimantan Selatan, AKBP Kus Subiyantoro yang dimutasikan ke Yanma Mabes Polri dalam rangka pemeriksaan,” ungkap Neta.

Dibeberkan Neta, begitu pula dengan Kapolres Tanah Bumbu, AKBP Sugianto Marweki dan Kasatreskrim Polres Tanah Bumbu, AKP Andi Muhammad Iqbal yang juga dimutasikan ke Yanma Mabes Polri dalam rangka pemeriksaan. IPW berharap Mabes Polri segera menjelaskan ketiganya dicopot dan diperiksa dalam kasus apa?” lanjut Neta.(hen)