Kita semua harus menyadari bahwa keluarga kita harus dihidupi. Anak-anak kita harus disekolahkan. Dan kita juga harus menyadari bahwa negara kita belum memiliki kemampuan yang cukup menanggung semua beban hidup rakyat dan bangsanya.
Oleh karena itu, harus tetap move on dan optimis, berjualan, bekerja, berusaha dan berekonomi untuk hidupi keluarga dan menyekolahkan anak-anak generasi bangsa.
Manfaatkan semua kesempatan termasuk teknologi digital bangun basis komunitas di wilayah dan daerah masing-masing. Harus dengan selalu menaati Prokes dan segera melakukan vaksinasi Covid-19.
Keempat, kepada pemerintah daerah provinsi dan kabupten dan kota di seluruh tanah air, diharap untuk melaksanakan kebijakan ini dengan humanis tanpa represi, serta mempercepat pelaksanaan vaksinasi Covid-19, dimana hingga 1 Juli 2021 dari target 70 persen dari seluruh penduduk Indonesia atau 180 juta penduduk yang harus divaksin, baru pada angka 29 juta yang telah di vaksin tahap pertama.
Untuk itu, kebijakan PPKM Darurat Covid-19 Jawa dan Bali ini harus diiringi dengan melakukan percepatan vaksinasi covid-19 sehingga dampaknya dapat dirasakan, serta roda ekonomi bisa bergerak lebih baik dan lebih efektif.
Kelima, kepada seluruh rakyat dan bangsa Indonesia, mari kita semua kembali belanja di warung tetangga sendiri. Kembali jajan di kuliner rakyat dan tetangga sendiri.
Untuk kelompok menengah atas dan yang memiliki gaji bulanan baik pegawai pemerintah maupun swasta, mari bersegera untuk berbelanja dan membeli produk-produk hasil pelaku ekonomi rakyat dan bangsa sendiri, berbelanja dan membeli kebutuhan di lapak-lapak usaha UMKM dan Informal yang ada di negeri ini. Rakyat dan bangsa kita ekonominya harus tetap bergerak dalam situasi apa pun dalam menghadapi pandemi corona.
Untuk itu, kita berharap upaya ini terbangun di atas kebersamaan, gotong royong, saling mendukung dan membantu antar sesama warga bangsa dan rakyat di seluruh tanah air.
Sekali lagi, kebijakan PPKM Darurat Covid-19 Jawa dan Bali ini bukanlah kiamat bagi Indonesia. Bukanlah kiamat bagi UMKM dan Informal. Harus dihadapi dengan tenang dan selalu bersyukur mendekatkan diri kepada Tuhan YME Allah SWT. Harus dihadapi dengan saling membantu, kebersamaan dan gotong royong.
Tetap sehat selalu optimis. Kita semua harus haqqul yakin hari esok jauh lebih baik dari hari ini, jauh lebih sejahtera secara berkeadilan. Salam hormat dan doa kami untuk seluruh rakyat dan bangsa Indonesia.***
dr. Ali Mahsun Atmo, M. Biomed.
Ketua Umum DPP APKLI, Presiden Gumregah Bakti Nusantara-GBN, Ketua Umum Koperasi Gumregah Sakti Nusantara-GSN.
