URBANNEWS.ID – Pro kontra yang mengiringi sumbangan Rp 2 Triliun oleh keluarga ahli waris Akidi Tio tampaknya belum berakhir. Media massa, khususnya media sosial, masih dipenuhi dengan berbagai opini terkait sumbangan dari seorang warga negara yang jumlahnya spektakuler itu. Sejumlah pihak bahkan menjadikan sumbangan itu sebagai alat untuk mendiskreditkan pihak-pihak lain.
Munculnya berbagai opini yang menjadikan sumbangan tulus keluarga Akidi Tio itu sebagai bahan untuk menjelek-jelekkan pihak lain, tentu saja tidak sehat bagi kehidupan berbangsa.
Semua itu, kata Lieus Sungkharisma, Koordinator Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KomTak), adalah sebagai akibat pemerintah tidak tanggap dan abai terhadap aspirasi rakyat.
“Kalau saja pemerintah cepat tanggap dan peduli dengan aspirasi rakyat yang ingin ikut serta membantu kesulitan keuangan negara, kejadian seperti yang sekarang dialami keluarga Akidi Tio pasti tidak terjadi,” katanya.
Lieus menyebutkan, niat tulus keluarga Akidi Tio yang ingin membantu kesulitan negara dalam mengatasi pandemic covid-19, seharusnya kita dukung.
