SKANDAL dugaan pemerasan oleh Ketua KPK Firli Bahuri terhadap mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo kian memanas. Pada Kamis (26/10/2023), Tim Gabungan Polda Metro Jaya dan Bareskrim Polri menggeledah rumah-rumah Firli di Jakarta.
Banyak pihak meyakini tinggal menunggu waktu saja bagi penyidik untuk menetapkan Firli sebagai tersangka dan menahannya untuk penanganan perkara lebih lanjut. Tak terkecuali Koordinator MAKI Boyamin Saiman dan Mantan Ketua KPK Abraham Samad yang berbicara di stasiun televisi nasional Kamis siang.
Singkat cerita, Boyamin antara lain menduga sosok Syahrul Yasin Limpo memiliki keberanian di atas rata-rata orang Indonesia. Boyamin menganalisa, bisa saja lantaran ia sudah melobi dan memberikan sesuatu kepada Firli, namun ia tetap dijadikan tersangka korupsi oleh KPK, membuat Syahrul Yasin Limpo melaporkan tindakan pemerasan oleh Firli ke kepolisian.
Skandal dugaan pemerasan oleh Ketua KPK itu sontak menjadi buah bibir di kalangan masyarakat. Tak terkecuali di Pekanbaru, ibu kota Provinsi Riau.
Meski posisinya berjarak jauh dari pusaran kasus yang melilit Firli Bahuri itu di Jakarta, namun nama KPK dan juga sosok Firli tak asing dan sudah jadi buah bibir tersendiri bagi warga Pekanbaru.
Tersebutlah pada sejak Maret 2023 lalu, masyarakat Riau khususnya dan umumya publik tanah air, digegerkan dengan terbongkarnya gaya hidup mewah istri dan anak Sekretaris Daerah Riau SF Hariyanto.
Dirangkum dari berbagai media, setidaknya terungkap dugaan istri SF Hariyanto setidaknya ketahuan memamerkan mulai dari koleksi sepeda mewah Brompton, tas mewah Hermes dan Gucci, hingga kegemarannya liburan di luar negeri, makan di Restoran Salt Bae yang super mahal dan tentu saja pamer sepatu mewah melalui media sosial.
Belum habis keheranan publik atas koleksi mewah itu, mata masyarakat kembali terbelalak kala beredar kabar di berbagai media tentang gaya hidup mentereng anak Sekdaprov Riau SF Hariyanto.
Dilansir Media Liputan6, dalam berbagai unggahan di media sosial Instagramnya, anak SF Hariyanto seringkali terlihat mengenakan atribut-atribut fashion yang bermerek. Harganya pun tidak main-main, satu itemnya dapat mencapai belasan hingga ratusan juta rupiah jika tas tersebut asli.
Dalam beberapa foto media sosial tersebut, ia terpantau sedang menggunakan dua tas mewah yakni, Hermes Constance dan Large Classic Handbag Chanel berkelir pink.
Berdasarkan salah satu reseller tas mewah ternama, madisonavenuecouture.com tas Hermes Constance tersebut dibanderol Rp 276-299 juta. Sementara itu, menurut situs resmi Chanel, Large Classic Handbag mereka dijual pada harga Rp 141 juta.
Tentu saja semua kehebohan itu dibantah oleh SF Hariyanto. Ia bahkan sempat berseteru tegang dengan wartawan yang merasa tidak bisa menerima olokan SF Hariyanto yang mengatakan bahwa istrinya mengenakan barang palsu tapi orang mengira asli dibanding wartawan yang mengenakan tidak akan dianggap asli oleh orang yang melihatnya.
Heboh gaya hedonisme istri dan anak SF Hariyanto itu, memancing KPK bertindak. Tercatat KPK telah dua kali memintai keterangan SF Hariyanto di Gedung Merah Putih.
Terakhir, Sekda Riau SF Hariyanto diperiksa KPK untuk mengklarifikasi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Ini merupakan klarifikasi kedua yang dijalani Hariyanto di Gedung Merah Putih KPK, Senin (22/5/2023).
Sebelum itu, SF Hariyanto sudah pernah diklarifikasi KPK pada Kamis, (6/4/2023) lalu. Total, enam jam SF Hariyanto diklarifikasi oleh Tim Direktorat LHKPN KPK.
SF Hariyanto dicecar soal asal-usul kekayaannya. Dia mengaku telah menyerahkan seluruh laporan kekayaannya ke KPK.
Aksi KPK tersebut tentu saja mendapat berbagai respon dari masyarakat Riau. Ada yang memberi apresiasi atas upaya KPK menangkap keresahan masyarakat, tapi tak sedikit juga yang antipati.
Nah, kalangan yang bersikap antipati ini, rata-rata menurut cerita yang beredar di kalangan masyarakat, lantaran diduga kuat ada hubungan kedekatan antara SF Hariyanto dengan Ketua KPK Firli Bahuri.
Meski demikian, tentu saja rumor itu belum tentu seratus persen benar, pun belum tentu seratus persen salah.
Menariknya, skandal dugaan pemerasan yang menyeret Ketua KPK Firli Bahuri dalam kaitan dengan status tersangka Syahrul Yasin Limpo, bisa saja menimbulkan berbagai spekulasi di kalangan masyarakat terkait penanganan KPK atas SF Hariyanto dan skandal gaya hidup hedon anak dan istrinya itu.
Jika pada akhirnya nanti terbukti bahwa benar Firli Bahuri memeras Syahrul Yasin Limpo agar tidak dijadikan tersangka korupsi, maka bisa saja masyarakat beranggapan Firli Haburi ‘berselingkuh’ dengan SF Hariyanto untuk mempengaruhi proses dan hasil penelusuran KPK atas asal-usul harta kekayaan SF Harianto dalam keadaan anak dan istrinya menampikan gaya hidup mewah itu.
Atau sebaliknya, masyarakat tentu bisa saja dalam keadaan menanti-nanti pernyataan resmi KPK atas penanganan yang telah dijalankan oleh KPK terhadap SF Hariyanto, yang celakanya, belakangan tak terdengar lagi perkembangannya. Tak sedikit kalangan yang heran, kenapa kasus tersebut hilang bak ditelan bumi?
Meski demikian, satu hal yang pasti, KPK hanya dapat menampik keraguan publik itu dengan menjelaskan duduk perkara yang berkaitan dengan pejabat publik di Riau itu. Ada atau tidaknya perbuatan melawan hukum dalam pusaran kehebohan yang menyeret nama SF Hariyanto itu, tentu harus diungkapkan oleh KPK ke publik sejujur-jujurnya. Pada akhirnya, masyarakat lah yang akan menilai.***
