JAKARTA – Di tengah hiruk-pikuk kehidupan kota-kota besar Indonesia, dari ruang transportasi umum di Jakarta hingga kafe co-workingtersohor di Bandung, smartphone bukan lagi sekadar alat komunikasi. Ia menjadi kantor berjalan, dompet digital, dan album kenangan sekaligus. Namun di ruang publik yang padat, privasi layar sering kali menjadi korban. Cukup satu orang yang melirik dari samping (shoulder surfing), data sensitif seperti kode PIN, chat pribadi, atau transaksi banking bisa bocor dalam sekejap.
Masalah ini semakin mendesak seiring dengan bertumbuhnya pengguna smartphone. Indonesia pun didata memiliki lebih dari 229 juta pengguna internet aktif[1], dengan mayoritas mengandalkan ponsel untuk aktivitas sehari-hari. Selain ketidaknyamanan, risiko kebocoran data di tempat umum dapat berujung pada penipuan digital, pencurian identitas, hingga kerugian finansial.
Samsung Galaxy S26 Ultra hadir dengan Privacy Display yang membantu menjaga informasi tetap aman dari pandangan samping saat digunakan di ruang publik, sehingga konten di layar tetap jelas bagi pengguna namun lebih terbatas bagi orang di sekitar. Fitur ini ideal digunakan saat membuka mobile banking, membalas pesan pribadi, atau mengakses dokumen kerja di transportasi umum maupun area ramai seperti kafe dan coworking space. Dengan perlindungan privasi yang praktis langsung dari perangkat, pengguna dapat tetap produktif dan nyaman tanpa khawatir layar mudah dilihat orang lain.
“Privasi merupakan hak dasar setiap pengguna, terutama di tengah gaya hidup yang semakin mobile dan terkoneksi seperti saat ini. Kami melihat bahwa seringkali aktivitas di ruang publik membuat layar smartphone rentan terlihat oleh orang lain. Melalui Galaxy S26 Ultra dengan Privacy Display, kami ingin memastikan pengguna dapat beraktivitas dengan lebih tenang, aman, dan tetap terlindungi di mana pun bahkan dapat dengan bebas menentukan kapan dan untuk aplikasi apa fitur ini aktif,” ujar Ilham Indrawan, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia.(*)
