Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya Gelar Little Runner Adventure 2026

oleh
IMG 5250

SURABAYA – Sebanyak 75 anak usia dini dari Surabaya dan Sidoarjo mengikuti Little Runner Adventure 2026 yang diselenggarakan Program Studi S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), di Lapangan Unusa Kampus C, Sabtu (13/6/2026).

Kegiatan olahraga edukatif ini dirancang untuk mendukung perkembangan fisik, motorik, sosial, dan emosional anak melalui berbagai permainan dan tantangan yang menyenangkan.

Little Runner Adventure 2026 merupakan implementasi pembelajaran dari mata kuliah Pendidikan Jasmani dan Olahraga Anak Usia Dini yang diampu oleh Dr. Sunanto, M.Pd. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori di kelas, tetapi juga menerapkannya secara langsung dalam bentuk program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan FKIP Unusa, Dr. Sri Hartatik, M.Pd. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi kreativitas dan kerja keras mahasiswa dalam menyelenggarakan kegiatan yang mampu menggabungkan unsur pendidikan, olahraga, dan pengabdian kepada masyarakat.

Menurut Sri Hartatik, pengembangan aspek fisik dan motorik menjadi bagian penting dalam pendidikan anak usia dini karena menjadi fondasi bagi tumbuh kembang anak secara menyeluruh. Oleh karena itu, anak perlu diberikan ruang yang cukup untuk bergerak aktif melalui aktivitas yang sesuai dengan tahap perkembangannya.

“Kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini, terutama mahasiswa yang telah mempersiapkan kegiatan dengan sangat baik. Kegiatan seperti ini menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas sekaligus menghadirkan pembelajaran olahraga yang menyenangkan bagi anak-anak,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Little Runner Adventure 2026 dirancang dengan pendekatan bermain sambil belajar yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Berbagai pos permainan dan tantangan gerak disiapkan untuk melatih kemampuan motorik kasar, keseimbangan, koordinasi tubuh, ketangkasan, serta keberanian anak dalam menghadapi tantangan baru.

“Melalui kegiatan ini, anak-anak diajak untuk bergerak aktif, membangun rasa percaya diri, meningkatkan kemampuan motorik, serta belajar berinteraksi dengan teman sebaya dalam suasana yang aman dan menyenangkan. Pengalaman seperti ini sangat penting untuk mendukung perkembangan anak secara optimal,” tambahnya.

Selain memberikan manfaat bagi peserta, kegiatan ini juga menjadi wahana pembelajaran autentik bagi mahasiswa PG-PAUD FKIP Unusa. Mahasiswa terlibat secara langsung mulai dari tahap perencanaan, penyusunan konsep kegiatan, pengelolaan peserta, hingga evaluasi pelaksanaan program.

“Mahasiswa belajar bagaimana merancang aktivitas olahraga yang sesuai dengan kebutuhan anak usia dini, mengelola kegiatan lapangan, serta melakukan evaluasi terhadap program yang telah dijalankan. Pengalaman ini menjadi bekal penting ketika mereka nantinya terjun sebagai pendidik profesional,” jelasnya.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Salah satu orang tua peserta, Ria Mahmudah dari Wonoayu, Sidoarjo, mengaku senang dapat mengikutsertakan putrinya, Anindita Putri Humaira, siswa KB-TK IT Nurul Ilmi Wonoayu, dalam kegiatan tersebut.

Menurut Ria, kegiatan yang memadukan olahraga dan permainan edukatif seperti Little Runner Adventure memberikan pengalaman yang berbeda bagi anak dibandingkan aktivitas pembelajaran sehari-hari di sekolah.

“Kegiatan ini sangat baik untuk anak-anak. Mereka tidak hanya diajak berlari atau bermain, tetapi juga belajar percaya diri, berinteraksi dengan teman-teman baru, serta melatih keberanian untuk mencoba berbagai tantangan. Anindita sangat senang mengikuti kegiatan ini dan mendapatkan pengalaman baru di luar lingkungan sekolah,” tuturnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan karena memberikan manfaat tidak hanya bagi anak-anak, tetapi juga bagi mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan sebagai calon guru.

“Semoga kegiatan seperti ini terus dilaksanakan. Anak-anak memperoleh pengalaman yang positif dan menyenangkan, sementara mahasiswa memiliki kesempatan untuk menerapkan ilmu yang dipelajari secara langsung di tengah masyarakat,” katanya.

Melalui Little Runner Adventure 2026, FKIP Unusa menegaskan komitmennya untuk menghadirkan inovasi pembelajaran yang berdampak bagi masyarakat sekaligus mendukung tumbuh kembang anak usia dini melalui aktivitas fisik yang sehat, edukatif, dan menyenangkan. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya kampus dalam menyiapkan calon pendidik yang kompeten, kreatif, dan responsif terhadap kebutuhan pendidikan anak di era modern.(*)