JAKARTA – PT Pertamina (Persero) mengajak pelajar mengenal implementasi energi terbarukan dan pemberdayaan masyarakat melalui kunjungan ke salah satu Desa Energi Berdikari (DEB) dalam program GreenBus Pertamina 2026.
Hingga akhir Maret 2026, Pertamina telah mengembangkan program Desa Energi Berdikari di 262 desa di berbagai wilayah Indonesia. Program tersebut didukung fasilitas energi terbarukan berupa pembangkit listrik tenaga surya dengan total kapasitas 1.302.700 watt-peak (Wp), instalasi biogas dan biometana berkapasitas 959.302 meter kubik per tahun, serta pembangkit listrik tenaga mikrohidro berkapasitas 52.500 watt.
Salah satu lokasi yang dikunjungi peserta GreenBus Pertamina adalah Kampung Eduwisata Bhinneka Kemayoran, Jakarta, yang merupakan binaan PT Pertamina Maintenance and Construction (PertaMC).
Di kawasan tersebut telah terpasang 12 unit panel surya dengan sistem hybrid off-grid berkapasitas 8,8 kWp dan penyimpanan energi (energy storage) sebesar 20 kWh. Energi listrik dari panel surya dimanfaatkan untuk mendukung operasional greenhouse, perikanan, rumah pembibitan, pengolahan sampah organik, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan program Desa Energi Berdikari tidak hanya mendorong kemandirian energi masyarakat, tetapi juga mendukung ketahanan pangan, membuka peluang usaha, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, kunjungan ke Desa Energi Berdikari menjadi bagian dari program GreenBus Pertamina yang bertujuan memberikan pengalaman belajar langsung kepada generasi muda mengenai praktik keberlanjutan dan pelestarian lingkungan.
Selama kunjungan, para peserta mengikuti berbagai kegiatan, mulai dari memetik dan mengolah bunga rosella menjadi teh, mengunjungi rumah pembibitan tanaman produktif, hingga memanen ikan di kolam budidaya milik masyarakat.
Salah seorang peserta dari SMA Mentari Jakarta, Freiya, mengaku memperoleh pengalaman baru saat mengikuti proses pembuatan teh rosella secara langsung.
Ia mengatakan proses pembuatannya cukup sederhana, mulai dari memetik bunga rosella hingga menyeduhnya menjadi minuman yang menurutnya memiliki cita rasa yang baik.
Sementara itu, peserta dari SMAN 3 Jakarta, Panji Agustio, menilai Kampung Eduwisata Bhinneka Kemayoran menjadi contoh kawasan perkotaan yang mampu membangun ekosistem mandiri melalui urban farming dan pemanfaatan energi terbarukan.
Menurut Panji, penggunaan panel surya merupakan salah satu langkah menuju pemanfaatan energi yang lebih ramah lingkungan dibandingkan sumber energi yang tidak terbarukan.
Local Hero Kampung Eduwisata Bhinneka Kemayoran, Joko Sarjono, mengapresiasi pelaksanaan GreenBus Pertamina karena dinilai mampu menumbuhkan kepedulian lingkungan di kalangan generasi muda.
Ia berharap pengalaman yang diperoleh para peserta dapat mendorong mereka menjadi agen perubahan dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan, ketahanan pangan, serta keberlanjutan di masa depan.(*)
