JAKARTA – PT Pertamina (Persero) terus memperkuat kolaborasi dengan para mitra kerja melalui penyelenggaraan Supplier Relationship Management (SRM) Summit 2026 di Ballroom Grha Pertamina, Jakarta. (Kamis, 06/08).
Mengusung tema “Fostering Collaboration for Sustainable Growth and Operational Excellence”, kegiatan ini menjadi wadah untuk mempererat sinergi antara Pertamina, mitra kerja, dan pemangku kepentingan dalam membangun rantai pasok yang tangguh, aman, dan berkelanjutan.
Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Oki Muraza, mengatakan perubahan merupakan sebuah keniscayaan yang harus dihadapi bersama. Menurutnya, dinamika industri energi, perubahan rantai pasok global, hingga tantangan pemenuhan kebutuhan energi nasional menuntut seluruh ekosistem Pertamina untuk terus beradaptasi.
“Karena itu ada tiga hal yang harus terus diperkuat, yaitu budaya keselamatan, orkestrasi kolaborasi yang semakin baik, serta kemauan untuk terus berubah dan melakukan perbaikan agar mampu menghadapi berbagai tantangan di masa depan,” ujarnya.
Senada, Direktur Penunjang Bisnis PT Pertamina (Persero), M. Erry Sugiharto, menegaskan bahwa keberhasilan operasional Pertamina tidak dapat dilepaskan dari dukungan para mitra kerja. Di tengah tantangan geopolitik global dan disrupsi rantai pasok, kolaborasi menjadi kunci untuk menjaga ketahanan energi nasional.
Ia menekankan bahwa Operational Excellence tidak hanya berbicara mengenai efisiensi dan ketepatan waktu, tetapi juga penerapan Health, Safety, Security and Environment (HSSE) sebagai budaya bersama.
“Keselamatan bukan sekadar persyaratan kontrak, melainkan komitmen yang harus dimiliki oleh seluruh insan Pertamina dan mitra kerja. Tidak boleh ada perbedaan standar keselamatan karena setiap orang yang bekerja untuk Pertamina berhak pulang dengan selamat kepada keluarganya,” ujarnya.
Erry juga mengajak seluruh mitra untuk terus meningkatkan kapabilitas, memperkuat inovasi, memanfaatkan teknologi digital, serta menjadikan integritas dan profesionalisme sebagai fondasi dalam setiap pelaksanaan pekerjaan. Menurutnya, procurement saat ini bukan lagi sekadar memperoleh barang dan jasa, tetapi membangun kemitraan strategis yang mampu memperkuat ketahanan rantai pasok nasional dan menciptakan nilai bersama.
Sementara itu, Senior Vice President Procurement Pertamina, Yan Martes Andreas, menjelaskan bahwa penyelenggaraan SRM Summit merupakan bagian dari transformasi pengelolaan hubungan dengan supplier.
Menurutnya, Pertamina tengah menjalankan roadmap Procurement 2026–2031 dengan fokus membangun fondasi baru melalui penguatan komunikasi, peningkatan transparansi proses pengadaan, pengembangan kapabilitas supplier, serta penerapan prinsip keberlanjutan dalam rantai pasok.
“Melalui SRM Summit ini kami ingin membangun hubungan yang lebih kolaboratif dengan supplier. Harapannya, supplier semakin memahami arah kebijakan Pertamina sekaligus menjadi ruang untuk saling bertukar masukan sehingga proses pengadaan dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan memberikan nilai tambah bagi kedua belah pihak,” ujar Yan.
Sebagai bagian dari penguatan ekosistem pengadaan berkelanjutan, Pertamina juga memperkenalkan inisiatif Sustainable Procurement yang mempertemukan Pertamina, vendor, dan perbankan Himbara dalam satu ekosistem kolaborasi. Melalui skema ini, pekerjaan yang memenuhi kategori Taksonomi Keuangan Berkelanjutan berpotensi memperoleh dukungan pembiayaan melalui green financing, sehingga memberikan manfaat bagi Pertamina, vendor, maupun sektor perbankan.
Semangat kolaborasi tersebut juga disampaikan para mitra kerja. Djoni Penn perwakilan PT Control System Arena Para Nusa mengapresiasi berbagai program pengembangan supplier yang dijalankan Pertamina.
Menurutnya, melalui coaching clinic dan berbagai forum pembelajaran, perusahaan memperoleh banyak pengalaman, terutama dalam penguatan budaya keselamatan, implementasi ESG, serta tata kelola perusahaan yang baik. Komitmen terhadap keselamatan kerja dan keberlanjutan tersebut terus diterapkan di lingkungan perusahaan sebagai bagian dari kontribusi terhadap ekosistem industri energi yang lebih baik.
Apresiasi juga datang dari Direktur PT Elnusa Fabrikasi Konstruksi, Ari Widjaya, yang menerima penghargaan Full Cycle Contractor Safety Management System (CSMS) pada SRM Summit 2026.
Menurut Ari, penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat proses bisnis, serta menjaga komitmen terhadap aspek keselamatan kerja.
“Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus belajar dan berkembang. Keselamatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari rantai pasok Pertamina, sehingga seluruh mitra memiliki tanggung jawab yang sama untuk terus meningkatkan standar keselamatan kerja,” ujarnya.
SRM Summit 2026 diselenggarakan secara hybrid, dengan pelaksanaan utama di Ballroom Grha Pertamina, Jakarta, serta diikuti peserta on-site melalui mekanisme relay di empat Subholding Pertamina. Kegiatan ini juga diikuti oleh 1.270 peserta secara online yang terdiri atas mitra kerja, pelaku industri, perbankan, serta insan Pertamina. Selain menghadirkan diskusi panel, coaching clinic, penghargaan, dan forum peningkatan kompetensi, SRM Summit 2026 juga menghadirkan booth afiliasi Pertamina, Himbara, dan UMKM Binaan Pertamina sebagai bagian dari penguatan ekosistem kolaborasi dan bisnis berkelanjutan.(*)
