MEDAN — Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mendorong perguruan tinggi agar tidak berhenti menghasilkan penelitian, tetapi mampu membawa hasil riset menjadi produk, layanan, atau usaha yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Maman saat memberikan orasi ilmiah di Universitas Sumatera Utara (USU), Kamis (20/8/2026). Ia menilai mahasiswa dan dosen memiliki peluang besar untuk mengembangkan hasil penelitian menjadi kegiatan ekonomi produktif.
Menurut Maman, hasil riset yang hanya tersimpan di laboratorium belum memberikan dampak maksimal. Karena itu, perguruan tinggi perlu memperkuat proses hilirisasi agar inovasi yang dihasilkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memiliki nilai komersial.
“Sebagus apa pun hasil riset yang dimiliki kampus, jangan hanya menjadi pajangan di laboratorium,” ujar Maman, seperti dikutip Akurat.co.
Kampus Didorong Cetak Pengusaha Baru
Maman mengatakan fungsi perguruan tinggi perlu diperluas. Kampus tidak hanya menjadi tempat mencetak lulusan yang kemudian mencari pekerjaan, tetapi juga dapat menjadi tempat lahirnya inovasi dan pengusaha baru.
Untuk mewujudkan hal tersebut, ia mendorong penguatan inkubator bisnis di lingkungan perguruan tinggi. Fasilitas tersebut dapat menjadi penghubung antara ide mahasiswa dan kebutuhan pasar melalui pendampingan, pengembangan model bisnis, hingga akses ke ekosistem usaha.
RRI melaporkan Maman menilai hubungan antara riset kampus dan dunia usaha penting agar inovasi akademik dapat berkembang menjadi kegiatan ekonomi yang memberikan nilai tambah.
Menurut Maman, proses tersebut juga dapat membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi ikut menciptakan lapangan pekerjaan.
Minat Wirausaha Anak Muda Besar
Maman menyebut potensi kewirausahaan generasi muda Indonesia cukup besar. Berdasarkan data UNDP yang disampaikannya, sekitar 81 persen anak muda Indonesia menyatakan memiliki keinginan menjadi wirausaha.
Namun, minat tersebut membutuhkan dukungan ekosistem agar dapat berkembang menjadi usaha yang nyata dan berkelanjutan.
Karena itu, Kementerian UMKM membuka ruang kolaborasi dengan perguruan tinggi. Dukungan tersebut mencakup penguatan inkubasi, legalitas usaha, sertifikasi, akses pembiayaan, hingga pemasaran.
Kementerian UMKM juga memperkenalkan SAPA UMKM, platform digital yang diarahkan untuk menghubungkan pelaku UMKM dengan berbagai layanan pengembangan usaha. Platform tersebut mencakup akses terhadap pelatihan, pembiayaan, dan pemasaran.
Mahasiswa Perlu Siap Hadapi Perubahan Teknologi
Selain hilirisasi riset, Maman mengingatkan mahasiswa agar mempersiapkan diri menghadapi perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan artifisial atau AI.
Menurut dia, perkembangan teknologi akan mengubah berbagai model bisnis sekaligus menciptakan peluang usaha baru. Karena itu, kemampuan membaca perubahan teknologi menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi pengusaha.
Maman menilai kolaborasi antara pemerintah, sivitas akademika, dan mahasiswa diperlukan agar inovasi dari kampus tidak berhenti sebagai tugas atau karya akademik.
Dengan hilirisasi riset, penguatan inkubator bisnis, kemudahan legalitas, serta akses terhadap pembiayaan dan pasar, hasil penelitian diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Bagi mahasiswa, pendekatan tersebut membuka peluang untuk mengembangkan gagasan yang lahir dari lingkungan kampus menjadi produk atau usaha yang memiliki pasar sekaligus menciptakan lapangan kerja.(*)
