Gamal Albinsaid: Masa Depan Umat Dimulai dari Manusia Sehat dan Cerdas

oleh
gamal albinsaid masa depan umat dimulai dari manusia yang sehat dan cerdas 4N7j
Gamal Albinsaid, menyampaikan tausiyah dalam Kajian Ahad Pagi K.H. Ahmad Dahlan PDM Kota Batu di Masjid At-Taqwa Kota Batu, Ahad (27/9/2026). Foto: Khoen Eka/PWMU.CO

BATU — Anggota Komisi IX DPR RI Gamal Albinsaid membahas pembangunan manusia sebagai bagian dari persiapan masa depan umat dalam Kajian Ahad Pagi K.H. Ahmad Dahlan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Batu.

Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid At-Taqwa, Kota Batu, Minggu (27/9/2026), dengan tema “Arsitektur Masa Depan Umat: Mewujudkan Generasi Islam yang Sehat dan Cerdas”.

Dalam kajian tersebut, Gamal menyampaikan bahwa pembangunan manusia mencakup aspek kesehatan, kecerdasan, kemandirian finansial, etos kerja, dan kontribusi kepada masyarakat.

Pada aspek kesehatan, ia membahas sejumlah kebiasaan sehari-hari, antara lain menjaga pola makan, mengurangi konsumsi gula, membatasi makanan dan minuman yang kurang sehat, mengelola stres, serta memenuhi kebutuhan tidur.

Gamal juga menyebut kebutuhan tidur orang dewasa pada umumnya sekitar tujuh hingga sembilan jam setiap malam.

Kesehatan Generasi Muda

Pembahasan mengenai kesehatan generasi muda juga menjadi bagian dari agenda Kementerian Kesehatan pada 2026.

Kemenkes melaporkan bahwa hingga Agustus 2026, program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Anak Sekolah telah melayani 15,2 juta siswa dari target 50 juta anak sekolah di Indonesia.

Hasil pemeriksaan menemukan beberapa masalah kesehatan pada anak usia sekolah. Temuan tertinggi secara nasional adalah karies gigi sebesar 40,9 persen, disusul anemia pada remaja putri, peningkatan tekanan darah, dan serumen impaksi. Kemenkes juga mencatat prevalensi obesitas pada anak sekolah secara nasional sebesar 7,2 persen.

Selain kesehatan fisik, Kemenkes juga mencatat persoalan kesehatan mental pada kelompok remaja. Berdasarkan data I-NAMHS 2022 yang dikutip Kemenkes, sekitar satu dari tiga remaja Indonesia mengalami masalah kesehatan mental dalam satu tahun terakhir.

Tiga Jenis Kecerdasan

Dalam kajian di Kota Batu, Gamal juga membahas kemampuan yang perlu dikembangkan generasi muda untuk menghadapi perubahan.

Ia menyebut tiga jenis kecerdasan, yaitu analytical intelligence, practical intelligence, dan creative intelligence.

Analytical intelligence berkaitan dengan kemampuan membaca, menulis, memahami informasi, menganalisis persoalan, dan mengambil keputusan.

Practical intelligence berkaitan dengan kemampuan menerapkan pengetahuan untuk menyelesaikan persoalan dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara creative intelligence berkaitan dengan kemampuan menghasilkan gagasan, melakukan inovasi, dan menemukan solusi baru.

Gamal juga membahas kecerdasan finansial. Ia menyampaikan pentingnya mengatur pemasukan dan pengeluaran, mengendalikan konsumsi, serta menyisihkan sebagian pendapatan untuk membangun aset dan mempersiapkan kebutuhan masa depan.

Gamal dan Isu Kesehatan di Komisi IX

Pembahasan mengenai kesehatan generasi muda tersebut juga berkaitan dengan bidang kerja Gamal sebagai anggota Komisi IX DPR RI.

Pada Juli 2026, Gamal membahas persoalan stunting dalam kunjungan kerja reses Komisi IX DPR RI di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan perlunya penanganan stunting dengan memperhatikan berbagai faktor yang memengaruhi kondisi anak.

Pada September 2026, Gamal juga membahas kepesertaan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) dalam kunjungan kerja Komisi IX DPR RI di Surabaya.

Dalam kegiatan tersebut, ia menyoroti data kepesertaan PBI-JK, sementara BPJS Kesehatan menjelaskan bahwa penetapan peserta dan perubahan status kepesertaan mengacu pada data yang ditetapkan pemerintah melalui Kementerian Sosial.

Dalam kajian di Kota Batu, Gamal kemudian mengaitkan kesehatan dan kecerdasan dengan kemampuan manusia untuk belajar, bekerja, berkarya, serta memberikan manfaat kepada masyarakat.

Ia juga mengaitkan etos kerja dengan Q.S. At-Taubah ayat 105 dan menyampaikan pentingnya menggunakan waktu untuk belajar, bekerja, berlatih, berkarya, dan melakukan kegiatan yang bermanfaat.

Gagasan yang disampaikan dalam kajian tersebut mencakup kesehatan jasmani, kecerdasan, kemampuan mengelola keuangan, etos kerja, kreativitas, dan kontribusi kepada masyarakat sebagai bagian dari pembahasan mengenai pembangunan manusia.(*)