Menkes Targetkan Harapan Hidup 76 Tahun, Pencegahan Penyakit Jadi Prioritas

oleh
2C153092 10FB 4560 8D1F 96EA47A52341
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin. Foto/cnnindonesia.com

JAKARTA — Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menargetkan angka harapan hidup masyarakat Indonesia meningkat menjadi 76 tahun pada 2029. Untuk mencapai sasaran tersebut, pemerintah menekankan pencegahan penyakit dan penerapan gaya hidup sehat agar masyarakat tidak hanya hidup lebih lama, tetapi juga memiliki kualitas kesehatan yang lebih baik.

Target tersebut disampaikan Budi dalam acara Health Summit CNBC Indonesia di Jakarta, Kamis (8/10/2026).

Sebagaimana diberitakan CNBC Indonesia, Budi mengatakan peningkatan angka harapan hidup dari 72 menjadi 76 tahun merupakan salah satu sasaran yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

Menurut Budi, upaya mencapai target tersebut perlu dilakukan melalui pendekatan promotif dan preventif. Pemerintah ingin mendorong masyarakat menjaga kesehatan dan mengenali risiko penyakit sebelum membutuhkan penanganan medis.

Pendekatan ini menjadi perhatian karena pencegahan penyakit berkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari masyarakat, mulai dari kebiasaan makan, aktivitas fisik, hingga pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Harapan Hidup Sehat Juga Ditargetkan Meningkat

Selain angka harapan hidup, Kementerian Kesehatan menargetkan peningkatan harapan hidup sehat dari sekitar 60 menjadi 65 tahun.

Harapan hidup sehat merupakan indikator yang menggambarkan perkiraan jumlah tahun seseorang dapat menjalani kehidupan dalam kondisi sehat. Indikator ini berbeda dari angka harapan hidup yang mengukur perkiraan rata-rata lama hidup penduduk.

Dengan demikian, peningkatan usia harapan hidup tidak hanya berkaitan dengan bertambahnya umur penduduk, tetapi juga upaya mengurangi masa hidup yang terganggu akibat penyakit.

Kementerian Kesehatan sebelumnya menyatakan penyakit tidak menular, seperti penyakit jantung, stroke, hipertensi, dan gangguan ginjal, menjadi salah satu tantangan dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Puskesmas dan Pemeriksaan Dini Jadi Bagian Strategi

Dalam keterangan resmi pada 15 September 2026, Kementerian Kesehatan menyebut penguatan layanan kesehatan primer menjadi salah satu prioritas pemerintah.

Langkah tersebut mencakup pemenuhan peralatan kesehatan, revitalisasi puskesmas, serta perluasan pemeriksaan kesehatan untuk mendeteksi risiko penyakit lebih awal.

Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) juga menjadi bagian dari pendekatan pencegahan. Kemenkes mencatat program tersebut telah menjangkau sekitar 88 juta orang hingga Agustus 2026.

Bagi masyarakat, terutama yang tinggal jauh dari rumah sakit, ketersediaan pemeriksaan kesehatan di fasilitas pelayanan tingkat pertama penting untuk membantu mengenali gangguan kesehatan sejak dini.

Namun, keberhasilan program pencegahan tidak hanya bergantung pada kesadaran masyarakat. Ketersediaan tenaga kesehatan, fasilitas pemeriksaan, dan tindak lanjut medis juga diperlukan agar warga yang ditemukan memiliki risiko penyakit dapat memperoleh pelayanan yang sesuai.

Target angka harapan hidup 76 tahun menjadi salah satu ukuran yang ingin dicapai pemerintah melalui kebijakan kesehatan nasional. Pencapaiannya masih memerlukan pelaksanaan program yang berkelanjutan serta evaluasi berdasarkan perkembangan kondisi kesehatan penduduk.(*)