JAKARTA — Memilih sepatu lari tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan, tetapi juga jenis latihan dan target yang ingin dicapai. Kebutuhan pelari yang berlatih untuk meningkatkan kecepatan tentu berbeda dengan mereka yang sedang membangun rutinitas lari atau mempersiapkan lomba jarak jauh.
Perbedaan kebutuhan tersebut menjadi fokus New Balance dalam menghadirkan kampanye global “Run Your Way” di Indonesia. Melalui program Run Hub on Wheels, merek perlengkapan olahraga itu memperkenalkan lima model sepatu lari yang ditujukan untuk berbagai karakter latihan, mulai dari lari santai hingga kompetisi.
Aktivasi tersebut berlangsung pada 23–24 Oktober 2026 di kawasan Senayan Park dan Senayan City, Jakarta Pusat. Sekitar 300 pelari mengikuti kegiatan selama dua hari, termasuk sesi shakeout run sejauh 5 kilometer bersama komunitas Radius, Model Runners, USS Running, dan Minutes of Miles. Kegiatan ini juga menarik pengunjung yang datang langsung.
Martina Harianda Mutis, Senior General Manager Brand Marketing & Consumer Engagement, Southeast Asia, PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk, mengatakan kegiatan tersebut dirancang agar pelari dapat mencoba sepatu secara langsung sebelum menentukan pilihan.
Menurut Martina, pengalaman mencoba produk dapat membantu pelari memahami karakter masing-masing model dan menyesuaikannya dengan kebutuhan serta tujuan latihan.
Sepatu Disesuaikan dengan Jenis Latihan
Lima model yang diperkenalkan New Balance memiliki fungsi berbeda. Untuk pelari yang berfokus pada latihan kecepatan dan persiapan lomba, perusahaan menampilkan SC Rebel v1 dan SC Elite v6.
SC Rebel v1 ditujukan untuk sesi tempo, interval, dan latihan progresif. Model ini menggunakan Infinion Foam serta propulsion plate, dengan teknologi FANTOMFIT pada bagian atas sepatu untuk membantu menjaga kesesuaian posisi kaki. Harga yang dicantumkan perusahaan sebesar Rp3.299.000.
Sementara itu, SC Elite v6 diposisikan sebagai sepatu untuk race day. Model ini memadukan Infinion Foam dengan teknologi Energy Arc dan carbon fiber plate untuk mendukung respons serta dorongan saat melangkah. Sepatu dengan drop 8 milimeter tersebut dibanderol Rp4.099.000.
Perwakilan komunitas USS Running, Bhisma Diandra, mengatakan kesempatan mencoba beberapa model secara langsung membantu anggota komunitas memahami perbedaan karakter sepatu.
Bhisma menilai SC Rebel memiliki tampilan yang fleksibel untuk dipadukan dengan gaya berpakaian pelari. Ia juga mengaku cocok menggunakan model tersebut karena sedang berfokus meningkatkan performa untuk menghadapi sejumlah lomba, termasuk Jakarta Running Festival dan Borobudur Marathon.
Pilihan untuk Lari Jarak Jauh dan Rutinitas Harian
Bagi pelari yang lebih banyak berlatih dalam durasi panjang, New Balance memperkenalkan 1080v15. Model ini dirancang untuk latihan harian hingga long run, dengan Infinion Foam pada bagian midsole yang diklaim memberikan bantalan empuk dan responsif. Sepatu dengan drop 6 milimeter tersebut dipasarkan seharga Rp2.699.000.
Adapun FuelCell Rebel v5 ditujukan bagi pelari yang membutuhkan sepatu ringan untuk beragam intensitas latihan. Perusahaan menggunakan kombinasi busa FuelCell berbahan PEBA dan EVA pada midsole untuk mendukung bantalan dan respons saat pelari mengubah kecepatan. Harganya Rp2.499.000, dengan drop 6 milimeter.
Pilihan lain adalah Ellipse v1, yang diarahkan untuk easy run dan pelari yang sedang membangun kebiasaan berlari secara konsisten. Model ini menggunakan Fresh Foam X pada bagian midsole untuk menghadirkan bantalan yang empuk. Harga yang dicantumkan New Balance sebesar Rp2.399.000.
Ragam tersebut memperlihatkan pendekatan pemilihan sepatu berdasarkan fungsi. Pelari yang mengejar catatan waktu, misalnya, dapat mempertimbangkan kebutuhan respons dan dorongan saat berlari. Sementara itu, pelari yang rutin melakukan latihan santai mungkin lebih memprioritaskan kenyamanan dan bantalan.
Meski demikian, kecocokan sepatu tetap bergantung pada bentuk kaki, cara berlari, jarak latihan, dan preferensi masing-masing pengguna. Spesifikasi teknologi saja tidak otomatis menjamin peningkatan performa bagi setiap pelari.
Perluas Aktivasi ke Surabaya dan Bali
Pelatih New Balance Run Club (NBRC), Nuraulia Intifadhah atau Coach Aul, mengatakan karakter sepatu akan lebih mudah dirasakan ketika digunakan untuk berlari dibandingkan hanya dilihat dari spesifikasi produk.
Ia mencontohkan pengalamannya menggunakan SC Elite v6 saat mengikuti Berlin Marathon. Menurut Aul, bantalan sepatu tetap terasa empuk sekaligus responsif ketika kecepatan meningkat. Ia menilai karakter tersebut dapat menjadi salah satu pertimbangan bagi pelari yang mengejar personal best atau berusaha mempertahankan kecepatan hingga akhir lomba.
Setelah Jakarta, rangkaian Run Hub on Wheels dijadwalkan berlanjut ke Surabaya pada 31 Oktober–1 November 2026 dan Bali pada 7–8 November 2026.
Melalui aktivasi tersebut, New Balance berupaya mendekatkan pengalaman mencoba produk kepada komunitas lari di sejumlah kota. Bagi konsumen, kesempatan mencoba langsung dapat menjadi bahan pertimbangan sebelum memilih sepatu berdasarkan kebutuhan latihan, kenyamanan, dan anggaran.(*)
