Beda Privatisasi Listrik di Indonesia dan Philipina

oleh

Rakyat sih ‘happy happy’ saja, apalagi tarif justru diturunkan! Rakyat terkecoh! Mereka tidak tahu kalau dengan cara-cara seperti itu, para oknum yang selama ini ‘bermain’ di kelistrikan seperti JK, LBP, D.I, keluarga ET, dan lain-lain dapat melahap untung dari subsidi hutang tersebut!

Jika strategi seperti ini dipertahankan agar rakyat ‘bungkam’ sampai akhir 2024, dipastikan hutang untuk subsidi listrik akan ‘menggunung’ sekitar Rp 750 triliun di akhir 2024 nanti! Tanggung jawab siapa semua itu?***

Jakarta, 13 September 2020
Ahmad Daryoko, Koordinator INVEST